<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Inggit Sebut Soekarno Anak Kecil yang Ingin Dimanja      </title><description>Keduanya menikah pada pada 1923 di rumah orang tua Inggit yang berlokasi di Bandung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja"/><item><title>Ketika Inggit Sebut Soekarno Anak Kecil yang Ingin Dimanja      </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja</guid><pubDate>Sabtu 25 Maret 2023 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja-0wqvSFNvJl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno dan Inggit Garnasih. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/337/2786877/ketika-inggit-sebut-soekarno-anak-kecil-yang-ingin-dimanja-0wqvSFNvJl.jpg</image><title>Soekarno dan Inggit Garnasih. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>INGGIT Garnasih merupakan istri kedua Soekarno. Keduanya menikah pada pada 1923 di rumah orang tua Inggit yang berlokasi di Bandung. Meski selama menikah Inggit tidak menjadi kawan diskusi politik Soekarno, namun beliau selalu menemani dengan setia segala kehidupan Soekarno.

Berbeda dengan Fatmawati yang mungkin banyak dikenal oleh masyarakat umum. Nama Inggit masih asing di telinga masyarakat.

BACA JUGA:
Kenangan Soekarno Usai Menceraikan dan Mengantar Inggit Kembali ke Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Klasik&amp;rsquo;, dengan ketulusan cintanya, Inggit memberikan kasih sayang dan dorongan moril, sesuatu yang tidak bisa diperoleh Kusno, panggilan sayang Inggit untuk Soekarno. Inggit diibaratkan kayu bakar dan Soekarno diibaratkan nyala api. Ketika Soekarno kelelahan dan berkeringat, pasti Inggit menghapus keringat tersebut. Inggit juga menghibur Soekarno yang kesepian.
&quot;Setiap kelelahan, ia memerlukan hati yang lembut, tetapi sekaligus memerlukan dorongan lagi yang besar yang mencambuknya, membesarkan hatinya. Istirahat, dielus, dipuaskan, diberi semangat lagi, dipuji dan didorong lagi. Waktu sampai rumah aku harus menyediakan minuman asam untuk mengembalikan suara Kusno yang sudah parau itu. Aku seduh air jeruk atau asam kawak. Aku sendiri yang harus menidurkan kesayanganku yang besar ini, singa panggung ini. Tak ubahnya ia dengan anak kecil yang ingin dimanja,&amp;rdquo; ucap Inggit Garnasih, sebagaiman dikutip dalam buku tersebut.

BACA JUGA:
Melacak Peran Inggit dalam Naskah Pidato Indonesia Menggugat Soekarno yang Menggelegar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Inggit selalu menemani soekarno di masa-masa sulitnya. Ada kejadian yang membuat Soekarno ditangkap oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan dihukum di Penjara Banceuy, Bandung. Pada saat itu Inggit tetap setia, bahkan rajin mengunjungi dan mengirim makanan untuk suaminya di penjara.Tetapi kegigihan Inggit membuat Soekarno bersedih. Soekarno merasa tugasnya sebagai kepala rumah tangga telah ia lalaikan. Setelah mendengar hal itu Inggit justru memberikan semangat kepada suaminya.

&quot;Tidak, kasep, jangan berpikir begitu. Mengapa mesti berkecil hati. Di rumah segala berjalan beres. Tegakkan dirimu, Kus, tegakkan! Teruskan perjuanganmu! Jangan luntur karena cobaan semacam ini!&quot; ujar Inggit.

</description><content:encoded>INGGIT Garnasih merupakan istri kedua Soekarno. Keduanya menikah pada pada 1923 di rumah orang tua Inggit yang berlokasi di Bandung. Meski selama menikah Inggit tidak menjadi kawan diskusi politik Soekarno, namun beliau selalu menemani dengan setia segala kehidupan Soekarno.

Berbeda dengan Fatmawati yang mungkin banyak dikenal oleh masyarakat umum. Nama Inggit masih asing di telinga masyarakat.

BACA JUGA:
Kenangan Soekarno Usai Menceraikan dan Mengantar Inggit Kembali ke Bandung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Klasik&amp;rsquo;, dengan ketulusan cintanya, Inggit memberikan kasih sayang dan dorongan moril, sesuatu yang tidak bisa diperoleh Kusno, panggilan sayang Inggit untuk Soekarno. Inggit diibaratkan kayu bakar dan Soekarno diibaratkan nyala api. Ketika Soekarno kelelahan dan berkeringat, pasti Inggit menghapus keringat tersebut. Inggit juga menghibur Soekarno yang kesepian.
&quot;Setiap kelelahan, ia memerlukan hati yang lembut, tetapi sekaligus memerlukan dorongan lagi yang besar yang mencambuknya, membesarkan hatinya. Istirahat, dielus, dipuaskan, diberi semangat lagi, dipuji dan didorong lagi. Waktu sampai rumah aku harus menyediakan minuman asam untuk mengembalikan suara Kusno yang sudah parau itu. Aku seduh air jeruk atau asam kawak. Aku sendiri yang harus menidurkan kesayanganku yang besar ini, singa panggung ini. Tak ubahnya ia dengan anak kecil yang ingin dimanja,&amp;rdquo; ucap Inggit Garnasih, sebagaiman dikutip dalam buku tersebut.

BACA JUGA:
Melacak Peran Inggit dalam Naskah Pidato Indonesia Menggugat Soekarno yang Menggelegar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Inggit selalu menemani soekarno di masa-masa sulitnya. Ada kejadian yang membuat Soekarno ditangkap oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan dihukum di Penjara Banceuy, Bandung. Pada saat itu Inggit tetap setia, bahkan rajin mengunjungi dan mengirim makanan untuk suaminya di penjara.Tetapi kegigihan Inggit membuat Soekarno bersedih. Soekarno merasa tugasnya sebagai kepala rumah tangga telah ia lalaikan. Setelah mendengar hal itu Inggit justru memberikan semangat kepada suaminya.

&quot;Tidak, kasep, jangan berpikir begitu. Mengapa mesti berkecil hati. Di rumah segala berjalan beres. Tegakkan dirimu, Kus, tegakkan! Teruskan perjuanganmu! Jangan luntur karena cobaan semacam ini!&quot; ujar Inggit.

</content:encoded></item></channel></rss>
