<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Tanya Nama Santri, Ali Imran Ngaku Biasa Dipanggil Qulhu</title><description>Alkisah, dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Kiai Tanya Nama Santri, Ali Imran Ngaku Biasa Dipanggil Qulhu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu</guid><pubDate>Minggu 26 Maret 2023 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu-kHCNvG1AT7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/25/337/2787386/humor-gus-dur-ketika-kiai-tanya-nama-santri-ali-imran-ngaku-biasa-dipanggil-qulhu-kHCNvG1AT7.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini pastinya penuh canda dan bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak. Selain itu, tujuan humor juga untuk meredakan ketegangan politik yang terjadi pada kala itu.

Salah satunya yakni humor Gus Dur yang bertema pesantren yang diceritakan oleh Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Zastrouw Al-Ngatawi.
Alkisah, dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Jin Aladin Persilakan Orang Inggris, Prancis dan Indonesia Minta 1 Permintaan

Santri pertama, ditanya identitas nama oleh sang kiai.
&amp;ldquo;Nama saya Anas, kiai,&amp;rdquo; terang santri pertama.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ambil Pahala Puasa Setengah Tahun

Setelah menyebutkan nama, santri itu lantas diminta untuk membacakan surat An-Nas yang terdapat dalam Al-Quran.

&amp;ldquo;Saya Al-Kautsar, kiai,&amp;rdquo; santri kedua menjawab pertanyaan yang sama. Lalu ia diminta pula untuk membaca surat Al-Kautsar. Dengan mudahnya, ia dan Anas membacakan surat yang sama dengan namanya sendiri.
Santri ketiga juga ditanya oleh kiai.

&amp;ldquo;Nama saya Ali Imron kiai, tapi saya biasa dipanggil Qulhu,&amp;rdquo; ujarnya.



Seperti diketahui, surat Ali-Imran dalam Al-Quran adalah surat yang terdiri dari 200 ayat, sementara surat Al-Ikhlas, yang juga sering disebut surat Qulhu, hanya terdiri dari 4 ayat.



Menurut Zastrouw, melalui humornya ini, Gus Dur seperti ingin menjelaskan suatu makna tentang seorang kiai yang dalam memberikan pengajaran dengan cara-cara dialogis dan tidak berjarak.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini pastinya penuh canda dan bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak. Selain itu, tujuan humor juga untuk meredakan ketegangan politik yang terjadi pada kala itu.

Salah satunya yakni humor Gus Dur yang bertema pesantren yang diceritakan oleh Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Zastrouw Al-Ngatawi.
Alkisah, dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Jin Aladin Persilakan Orang Inggris, Prancis dan Indonesia Minta 1 Permintaan

Santri pertama, ditanya identitas nama oleh sang kiai.
&amp;ldquo;Nama saya Anas, kiai,&amp;rdquo; terang santri pertama.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ambil Pahala Puasa Setengah Tahun

Setelah menyebutkan nama, santri itu lantas diminta untuk membacakan surat An-Nas yang terdapat dalam Al-Quran.

&amp;ldquo;Saya Al-Kautsar, kiai,&amp;rdquo; santri kedua menjawab pertanyaan yang sama. Lalu ia diminta pula untuk membaca surat Al-Kautsar. Dengan mudahnya, ia dan Anas membacakan surat yang sama dengan namanya sendiri.
Santri ketiga juga ditanya oleh kiai.

&amp;ldquo;Nama saya Ali Imron kiai, tapi saya biasa dipanggil Qulhu,&amp;rdquo; ujarnya.



Seperti diketahui, surat Ali-Imran dalam Al-Quran adalah surat yang terdiri dari 200 ayat, sementara surat Al-Ikhlas, yang juga sering disebut surat Qulhu, hanya terdiri dari 4 ayat.



Menurut Zastrouw, melalui humornya ini, Gus Dur seperti ingin menjelaskan suatu makna tentang seorang kiai yang dalam memberikan pengajaran dengan cara-cara dialogis dan tidak berjarak.

</content:encoded></item></channel></rss>
