<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hampir 2 Bulan Pilot Susi Air Disandera, Negosiasi Pemerintah dan KKB Teroris Deadlock   </title><description>Kisdiyanto mengatakan, masyarakat harus bersabar menunggu kabar pembebasan kapten Phillips.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock"/><item><title>Hampir 2 Bulan Pilot Susi Air Disandera, Negosiasi Pemerintah dan KKB Teroris Deadlock   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock</guid><pubDate>Senin 27 Maret 2023 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock-RiuEGhIiU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/27/337/2787994/hampir-2-bulan-pilot-susi-air-disandera-negosiasi-pemerintah-dan-kkb-teroris-deadlock-RiuEGhIiU9.jpg</image><title>Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY0Ni81L3g4amhleWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris masih menyandera Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens usai peristiwa pembakaran pesawat di Lapangan Terbang Paro, Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Kisdiyanto mengatakan, pihaknya, masih berupaya melakukan pencarian dan Pemerintah Daerah juga tengah bernegosiasi dengan KKB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pentolan KKB Teroris Kebupaten Puncak Enius Tabuni Tewas dalam Baku Tembak dengan Aparat

Namun hingga saat ini negosiasi yang dilakukan dengan kelompok penyandera teroris belum menemukan hasil.

&quot;Belum ada yang signifikan mbak, masih dalam proses negosiasi oleh pemerintah daerah,&quot; kata Kisdiyanto kepada MNC Portal, Senin (27/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hampir 2 Bulan Pilot Susi Air Disandera KKB Teroris, Panglima TNI: Kami Tak Mau Frontal

Sebelumnya, Kisdiyanto mengatakan, masyarakat harus bersabar menunggu kabar pembebasan warga negara Selandia Baru tersebut.

Pasalnya, negosiasi yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut ditempuh agar tidak membahayakan keselamatan sang pilot.
&quot;Ya memang kalau negosiasi tidak akan sebentar, pasti butuh waktu yang panjang. Dan kita semua harus sabar, karena ini nenyangkut nyawa manusia yang harus kita selamatkan. Meskipun satu orang, itu adalah nyawa manusia,&quot; kata Kisdiyanto di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023).



Pihaknya, kata Kisdiyanto, harus sangat berhati-hati dan tidak dapat asal dalam menindak para pelaku separatis.



&quot;Jadi kita tidak mengedepankan asal menindak separatis itu. Memang KST ini memang sudah sangat meresahkan dan mereka tidak peduli pada rakyat Papua sendiri. Terbukti apa, masyarakat dan anak-anak menjadi korban, jadi tameng hidup buat mereka,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY0Ni81L3g4amhleWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris masih menyandera Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens usai peristiwa pembakaran pesawat di Lapangan Terbang Paro, Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Kisdiyanto mengatakan, pihaknya, masih berupaya melakukan pencarian dan Pemerintah Daerah juga tengah bernegosiasi dengan KKB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pentolan KKB Teroris Kebupaten Puncak Enius Tabuni Tewas dalam Baku Tembak dengan Aparat

Namun hingga saat ini negosiasi yang dilakukan dengan kelompok penyandera teroris belum menemukan hasil.

&quot;Belum ada yang signifikan mbak, masih dalam proses negosiasi oleh pemerintah daerah,&quot; kata Kisdiyanto kepada MNC Portal, Senin (27/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hampir 2 Bulan Pilot Susi Air Disandera KKB Teroris, Panglima TNI: Kami Tak Mau Frontal

Sebelumnya, Kisdiyanto mengatakan, masyarakat harus bersabar menunggu kabar pembebasan warga negara Selandia Baru tersebut.

Pasalnya, negosiasi yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut ditempuh agar tidak membahayakan keselamatan sang pilot.
&quot;Ya memang kalau negosiasi tidak akan sebentar, pasti butuh waktu yang panjang. Dan kita semua harus sabar, karena ini nenyangkut nyawa manusia yang harus kita selamatkan. Meskipun satu orang, itu adalah nyawa manusia,&quot; kata Kisdiyanto di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023).



Pihaknya, kata Kisdiyanto, harus sangat berhati-hati dan tidak dapat asal dalam menindak para pelaku separatis.



&quot;Jadi kita tidak mengedepankan asal menindak separatis itu. Memang KST ini memang sudah sangat meresahkan dan mereka tidak peduli pada rakyat Papua sendiri. Terbukti apa, masyarakat dan anak-anak menjadi korban, jadi tameng hidup buat mereka,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
