<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes DKI Minta Masyarakat Hindari Kegiatan Bukber, Ini Alasannya</title><description>Masyarakat diminta menghindari atau membatasi kegiatan buka puasa bersama (bukber).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya"/><item><title>Dinkes DKI Minta Masyarakat Hindari Kegiatan Bukber, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 27 Maret 2023 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya-eWmoqlgSvj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Muslimhands)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/27/338/2787826/dinkes-dki-minta-masyarakat-hindari-kegiatan-bukber-ini-alasannya-eWmoqlgSvj.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Muslimhands)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat diminta menghindari atau membatasi kegiatan buka puasa bersama (bukber). Hal itu untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 dalam 2-4 pekan ke depan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

&quot;Hindari buka puasa bersama untuk mencegah kenaikan kasus/kasus memuncak 2-4 minggu ke depan saat momen Hari Raya, jika kasus naik, maka kematian tentu berpotensi naik,&quot; ucap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta,&amp;nbsp;Ngabila&amp;nbsp;Salama dalam keterangannya, Senin (27/3/2023).

Ngabila menegaskan apa pun variannya, cegah sakit dengan disiplin bermasker hingga hindari orang yang sedang sakit.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Soal Larangan Bukber, Ini Kata JK

&quot;Masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular seperti batuk pilek yang disebabkan oleh virus/bakteri lainnya, campak, rubella, TBC, difteri, dll,&quot; ucapnya.

Ngabila memastikan situasi Covid-19 di Ibu Kota sangat terkendali meski ada kenaikan positivity rate dan masih ada kasus kematian dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA:
Bukber Dilarang, Mahfud MD Berkelakar: Saya Jadinya Hanya Bukber dengan Istri

&quot;Situasi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali walaupun ada sedikit kenaikan kasus positif dalam seminggu terakhir. BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian rumah sakit tetap di 6-7 persen,&quot; jelas Ngabila.

&quot;Masih ada 4 orang meninggal dalam seminggu tetapi semua lansia,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut, Ngabila mengatakan bahwa Dinkes DKI fokus mencegah kematian pada kasus positif Covid-19 dengan sejumlah upaya. Ia menjelaskan bahwa empat pasien meninggal berstatus memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus.



&quot;Semua berusia diatas 60 tahun, 1 orang belum vaksin sama sekali, 2 orang sudah vaksin dosis 1, 1 orang sudah vaksin dosis 2. Semua memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus yang merupakan silent killer dan mother of disease,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat diminta menghindari atau membatasi kegiatan buka puasa bersama (bukber). Hal itu untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 dalam 2-4 pekan ke depan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

&quot;Hindari buka puasa bersama untuk mencegah kenaikan kasus/kasus memuncak 2-4 minggu ke depan saat momen Hari Raya, jika kasus naik, maka kematian tentu berpotensi naik,&quot; ucap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta,&amp;nbsp;Ngabila&amp;nbsp;Salama dalam keterangannya, Senin (27/3/2023).

Ngabila menegaskan apa pun variannya, cegah sakit dengan disiplin bermasker hingga hindari orang yang sedang sakit.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Soal Larangan Bukber, Ini Kata JK

&quot;Masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular seperti batuk pilek yang disebabkan oleh virus/bakteri lainnya, campak, rubella, TBC, difteri, dll,&quot; ucapnya.

Ngabila memastikan situasi Covid-19 di Ibu Kota sangat terkendali meski ada kenaikan positivity rate dan masih ada kasus kematian dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA:
Bukber Dilarang, Mahfud MD Berkelakar: Saya Jadinya Hanya Bukber dengan Istri

&quot;Situasi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali walaupun ada sedikit kenaikan kasus positif dalam seminggu terakhir. BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian rumah sakit tetap di 6-7 persen,&quot; jelas Ngabila.

&quot;Masih ada 4 orang meninggal dalam seminggu tetapi semua lansia,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut, Ngabila mengatakan bahwa Dinkes DKI fokus mencegah kematian pada kasus positif Covid-19 dengan sejumlah upaya. Ia menjelaskan bahwa empat pasien meninggal berstatus memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus.



&quot;Semua berusia diatas 60 tahun, 1 orang belum vaksin sama sekali, 2 orang sudah vaksin dosis 1, 1 orang sudah vaksin dosis 2. Semua memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes mellitus yang merupakan silent killer dan mother of disease,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
