<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepenggal Kisah Pidato Bung Karno dengan Ramalan Fatmawati tentang Pancasila</title><description>Soekarno memang terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila"/><item><title>Sepenggal Kisah Pidato Bung Karno dengan Ramalan Fatmawati tentang Pancasila</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Novia Adristi Zhafira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila-Im5hMKDSyu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/337/2788879/sepenggal-kisah-pidato-bung-karno-dengan-ramalan-fatmawati-tentang-pancasila-Im5hMKDSyu.jpg</image><title>Soekarno (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Mendekati pertengahan Agustus 1945 mulai terdengar berita mengenai kekalahan Jepang. Hingga akhirnya pada 14 Agustus 1945 Jepang resmi menyerah kepada sekutu. Momen itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Soekarno.&amp;nbsp;
Soekarno memang terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa Indonesia. Dikutip dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto, tidak hanya Soekarno, Fatmawati juga harus bergabung bersama pejuang-pejuang nasional lainnya untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA:
Jenderal Jepang Ini Beri Nama Osamu untuk Bayi Soekarno-Fatmawati


Fatmawati sebagai seorang istri harus berperan aktif mendukung Soekarno. Salah satu contohnya ketika Fatmawati harus menghadapi masalah yang sangat pelik ketika Soekarno dan Hatta dituduh sebagai antek-antek Jepang.

Sebelumnya, pada 1 Juni 1945, Fatmawati juga turut serta menghadiri sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang pada saat itu akan dilangsungkan pidato mengenai Pancasila oleh Soekarno.

Ketika itu, Fatmawati sebagai istri dari Soekarno membuat ramalan mengenai Pancasila, ia berkata : &amp;rdquo;Inilah nantinya yang akan diterima oleh Majelis, dan serasa seakan Indonesia Merdeka pada hari itu sudah terwujud.&quot;

BACA JUGA:
 4 Fakta Unik Bung Karno : Pidato di Sidang PBB Selama 2 Jam yang Getarkan Dunia


Lalu, 9 Agustus 1945, tiga pemimpin bangsa Indonesia yaitu Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman Wediodiningrat dikirim ke Dallat. Dallat merupakan sebuah kota yang terletak 300 km sebelah Utara Saigon, Vietnam.



Soekarno sebagai ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Mohammad Hatta (Wakil Ketua PPKI), dan Radjiman Wediodiningrat (Mantan Ketua BPUPKI) berangkat ke Dallat dengan tujuan menemui Marsekal Terauchi Hisaichi.



Setelah melewati beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya resmi disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara yang sah sesuai Undang-Undang Dasar 1945.



Oleh karena itu, hingga saat ini 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Hal itu ditandai oleh pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang memuat konsep awal Pancasila hingga kemudian menjadi dasar negara yang sah.</description><content:encoded>JAKARTA - Mendekati pertengahan Agustus 1945 mulai terdengar berita mengenai kekalahan Jepang. Hingga akhirnya pada 14 Agustus 1945 Jepang resmi menyerah kepada sekutu. Momen itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Soekarno.&amp;nbsp;
Soekarno memang terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa Indonesia. Dikutip dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto, tidak hanya Soekarno, Fatmawati juga harus bergabung bersama pejuang-pejuang nasional lainnya untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA:
Jenderal Jepang Ini Beri Nama Osamu untuk Bayi Soekarno-Fatmawati


Fatmawati sebagai seorang istri harus berperan aktif mendukung Soekarno. Salah satu contohnya ketika Fatmawati harus menghadapi masalah yang sangat pelik ketika Soekarno dan Hatta dituduh sebagai antek-antek Jepang.

Sebelumnya, pada 1 Juni 1945, Fatmawati juga turut serta menghadiri sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang pada saat itu akan dilangsungkan pidato mengenai Pancasila oleh Soekarno.

Ketika itu, Fatmawati sebagai istri dari Soekarno membuat ramalan mengenai Pancasila, ia berkata : &amp;rdquo;Inilah nantinya yang akan diterima oleh Majelis, dan serasa seakan Indonesia Merdeka pada hari itu sudah terwujud.&quot;

BACA JUGA:
 4 Fakta Unik Bung Karno : Pidato di Sidang PBB Selama 2 Jam yang Getarkan Dunia


Lalu, 9 Agustus 1945, tiga pemimpin bangsa Indonesia yaitu Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman Wediodiningrat dikirim ke Dallat. Dallat merupakan sebuah kota yang terletak 300 km sebelah Utara Saigon, Vietnam.



Soekarno sebagai ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Mohammad Hatta (Wakil Ketua PPKI), dan Radjiman Wediodiningrat (Mantan Ketua BPUPKI) berangkat ke Dallat dengan tujuan menemui Marsekal Terauchi Hisaichi.



Setelah melewati beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya resmi disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara yang sah sesuai Undang-Undang Dasar 1945.



Oleh karena itu, hingga saat ini 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Hal itu ditandai oleh pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang memuat konsep awal Pancasila hingga kemudian menjadi dasar negara yang sah.</content:encoded></item></channel></rss>
