<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Netanyahu Akui Israel Memanas, Perang Saudara Bisa Meletus</title><description>Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut Israel sedang berada di ambang perang saudara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus"/><item><title>Netanyahu Akui Israel Memanas, Perang Saudara Bisa Meletus</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 12:51 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus-59l0XPQltH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benjamin Netanyahu (Foto Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/18/2789378/netanyahu-akui-israel-memanas-perang-saudara-bisa-meletus-59l0XPQltH.jpg</image><title>Benjamin Netanyahu (Foto Reuters)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS83LzE2NDcyMS81L3g4ampoOW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
ISRAEL - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut Israel sedang berada di ambang perang saudara. Hal itu terjadi akibat kerusuhan terkait rencana pemerintahnya untuk merombak sistem peradilan.

Dikutip dari Times of Israel pada Rabu (29/3/2023), kondisi Israel itu membuat Netanyahu akhirnya menunda pembahasan perombakan sistem pada Selasa (28/3/2023).

&quot;Saya katakan di sini dan sekarang, tidak boleh ada perang saudara. Masyarakat Israel berada di jalur persinggungan yang berbahaya. Kita berada di tengah krisis yang membahayakan persatuan dasar di antara kita,&quot; ujar Netanyahu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lawan Israel, Suporter Timnas Swiss Kibarkan Bendera Palestina di Kualifikasi Piala Eropa 2024

Sebelumnya, rencana Netanyahu merombak sistem itu memicu kontroversi. Sebab, beberapa pihak menganggap politikus akan lebih memegang kendali dalam sistem peradilan. Di sisi lain peran Mahkamah Agung dikerdilkan.

Setelah amandemen itu bergulir, banyak masyarakat berunjuk rasa. Namun, banyak juga masyarakat yang mendukung gagasan Netanyahu.

&quot;Saya menyadari ketegangan luar biasa yang sedang dibangun antara kedua belah pihak, antara dua bagian bangsa, dan saya memperhatikan keinginan banyak warga negara untuk menghilangkan ketegangan ini,&quot; kata Netanyahu.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Sepakat dengan Dubes Palestina soal Keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20


Netanyahu mengungkap ada minoritas ekstremis yang siap mengobrak-abrik Israel di tengah potensi perpecahan itu. Ia menduga, kelompok ekstremis itu menggunakan kekerasan dan hasutan. Mereka juga mengancam akan merugikan pejabat terpilih hingga memicu perang saudara.

Meski kondisi memanas, Netanyahu tetap akan terus melanjutkan reformasi tersebut. Menurutnya, reformasi tetap mesti dilakukan demi memulihkan keseimbangan yang sudah hilang di pemerintah Israel.

Setelah Netanyahu mengumumkan penundaan proses reformasi tersebut, warga Israel tetap berdemonstrasi. Bahkan di sejumlah titik, demonstrasi kian parah hingga memicu bentrokan dan penyerangan terhadap warga Arab-Israel.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS83LzE2NDcyMS81L3g4ampoOW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
ISRAEL - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut Israel sedang berada di ambang perang saudara. Hal itu terjadi akibat kerusuhan terkait rencana pemerintahnya untuk merombak sistem peradilan.

Dikutip dari Times of Israel pada Rabu (29/3/2023), kondisi Israel itu membuat Netanyahu akhirnya menunda pembahasan perombakan sistem pada Selasa (28/3/2023).

&quot;Saya katakan di sini dan sekarang, tidak boleh ada perang saudara. Masyarakat Israel berada di jalur persinggungan yang berbahaya. Kita berada di tengah krisis yang membahayakan persatuan dasar di antara kita,&quot; ujar Netanyahu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lawan Israel, Suporter Timnas Swiss Kibarkan Bendera Palestina di Kualifikasi Piala Eropa 2024

Sebelumnya, rencana Netanyahu merombak sistem itu memicu kontroversi. Sebab, beberapa pihak menganggap politikus akan lebih memegang kendali dalam sistem peradilan. Di sisi lain peran Mahkamah Agung dikerdilkan.

Setelah amandemen itu bergulir, banyak masyarakat berunjuk rasa. Namun, banyak juga masyarakat yang mendukung gagasan Netanyahu.

&quot;Saya menyadari ketegangan luar biasa yang sedang dibangun antara kedua belah pihak, antara dua bagian bangsa, dan saya memperhatikan keinginan banyak warga negara untuk menghilangkan ketegangan ini,&quot; kata Netanyahu.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Sepakat dengan Dubes Palestina soal Keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20


Netanyahu mengungkap ada minoritas ekstremis yang siap mengobrak-abrik Israel di tengah potensi perpecahan itu. Ia menduga, kelompok ekstremis itu menggunakan kekerasan dan hasutan. Mereka juga mengancam akan merugikan pejabat terpilih hingga memicu perang saudara.

Meski kondisi memanas, Netanyahu tetap akan terus melanjutkan reformasi tersebut. Menurutnya, reformasi tetap mesti dilakukan demi memulihkan keseimbangan yang sudah hilang di pemerintah Israel.

Setelah Netanyahu mengumumkan penundaan proses reformasi tersebut, warga Israel tetap berdemonstrasi. Bahkan di sejumlah titik, demonstrasi kian parah hingga memicu bentrokan dan penyerangan terhadap warga Arab-Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
