<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pensiun, Bapak Kopassus Idjon Djanbi Jadi Direktur Perkebunan Karet</title><description>Pensiun, &quot;Bapak Kopassus&quot; Idjon Djanbi menjadi Direktur Perkebunan Karet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/29/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet"/><item><title>Pensiun, Bapak Kopassus Idjon Djanbi Jadi Direktur Perkebunan Karet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/29/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 04:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Ramadhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet-rzj9a5gERS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Idjon Janbi. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/337/2788950/pensiun-bapak-kopassus-idjon-djanbi-jadi-direktur-perkebunan-karet-rzj9a5gERS.jpg</image><title>Idjon Janbi. (Ist)</title></images><description>
NAMA Idjon Djanbi tidak bisa dipisahkan dengan terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia adalah Mayor Infanteri pertama pasukan tersebut. Walaupun berdarah Belanda, Ia dipercaya untuk melatih pasukan itu.

Awalnya, ia adalah seorang mantan anggota pasukan komando Belanda yang dikenal dengan nama Korps Speciale Troepen (KST). Pasukan tersebutlah yang banyak menggagalkan serangan Angkatan Perang Republik Indonesia dalam pertempuran melawan RMS, walaupun mereka kalah jumlah.



BACA JUGA:
Idjon Djanbi, Bapak Kopassus yang Terpaksa Cerai karena Istinya Tak Mau ke Indonesia



Melihat hasil evaluasi tersebut, Brigjen Slamet Riyadi mengusulkan kepada Kolonel AE Kawilarang untuk membuat pasukan khusus yang bisa diandalkan, dimana anggotanya memiliki kualifikasi di atas rata-rata.

Gagasan itu baru dilaksanakan oleh AE Kawilarang pada 16 Juni 1952 dengan dibentuknya Kesatuan Komando Tentara Teritorium-III/Siliwangi (Kesko III). Inilah cikal bakal yang akan menjadi Kopassus.



BACA JUGA:
Bapak Kopassus Idjon Djanbi Jatuh Cinta pada Indonesia, Masuk Islam dan Menikahi Perempuan Sunda&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Untuk itu, Mochammad Idjon Djanbi ditunjuk menjadi Mayor Infanteri pasukan tersebut. Ia ditugaskan untuk melatih Kesko-III.

Mengutip buku Kopassus untuk Indonesia &amp;ndash; Profesionalisme Prajurit Kopassus, seiring perkembangannya, Idjon Djanbi ditawarkan untuk posisi baru yang jauh dari pelatihan komando, yaitu sebagai staf kordinator pendidikan pada Inspektorat Pendidikan dan Latihan (Kobangdiklat).



Ia akhirnya memutuskan pensiun pada 1957. Idjon Djanbi yang memiliki status WNI dikaryakan sebagai direktur produksi di perkebunan karet di Subang. Sebuah perkebunan asing yang dinasionalisasikan.



Usai dari Subang, Ia melakukan bisnis bungalow di Kaliurang, Yogyakarta. Tahun 1968, pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel dengan hak pensiun. Idjon Djanbi wafat pada 1 April 1977.

</description><content:encoded>
NAMA Idjon Djanbi tidak bisa dipisahkan dengan terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia adalah Mayor Infanteri pertama pasukan tersebut. Walaupun berdarah Belanda, Ia dipercaya untuk melatih pasukan itu.

Awalnya, ia adalah seorang mantan anggota pasukan komando Belanda yang dikenal dengan nama Korps Speciale Troepen (KST). Pasukan tersebutlah yang banyak menggagalkan serangan Angkatan Perang Republik Indonesia dalam pertempuran melawan RMS, walaupun mereka kalah jumlah.



BACA JUGA:
Idjon Djanbi, Bapak Kopassus yang Terpaksa Cerai karena Istinya Tak Mau ke Indonesia



Melihat hasil evaluasi tersebut, Brigjen Slamet Riyadi mengusulkan kepada Kolonel AE Kawilarang untuk membuat pasukan khusus yang bisa diandalkan, dimana anggotanya memiliki kualifikasi di atas rata-rata.

Gagasan itu baru dilaksanakan oleh AE Kawilarang pada 16 Juni 1952 dengan dibentuknya Kesatuan Komando Tentara Teritorium-III/Siliwangi (Kesko III). Inilah cikal bakal yang akan menjadi Kopassus.



BACA JUGA:
Bapak Kopassus Idjon Djanbi Jatuh Cinta pada Indonesia, Masuk Islam dan Menikahi Perempuan Sunda&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Untuk itu, Mochammad Idjon Djanbi ditunjuk menjadi Mayor Infanteri pasukan tersebut. Ia ditugaskan untuk melatih Kesko-III.

Mengutip buku Kopassus untuk Indonesia &amp;ndash; Profesionalisme Prajurit Kopassus, seiring perkembangannya, Idjon Djanbi ditawarkan untuk posisi baru yang jauh dari pelatihan komando, yaitu sebagai staf kordinator pendidikan pada Inspektorat Pendidikan dan Latihan (Kobangdiklat).



Ia akhirnya memutuskan pensiun pada 1957. Idjon Djanbi yang memiliki status WNI dikaryakan sebagai direktur produksi di perkebunan karet di Subang. Sebuah perkebunan asing yang dinasionalisasikan.



Usai dari Subang, Ia melakukan bisnis bungalow di Kaliurang, Yogyakarta. Tahun 1968, pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel dengan hak pensiun. Idjon Djanbi wafat pada 1 April 1977.

</content:encoded></item></channel></rss>
