<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Jengkel Banyak Penolakan Piala Dunia U-20: Kenapa Baru Sekarang, Harusnya dari Dulu</title><description>Padahal, pada Februari 2022 para kepala daerah sudah menandatangani government guarantee terkait penyelenggaraan ajang tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu"/><item><title>Gibran Jengkel Banyak Penolakan Piala Dunia U-20: Kenapa Baru Sekarang, Harusnya dari Dulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Romensy August</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu-mkbELdlSpn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/512/2789381/gibran-jengkel-banyak-penolakan-piala-dunia-u-20-kenapa-baru-sekarang-harusnya-dari-dulu-mkbELdlSpn.jpg</image><title>Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Antara)</title></images><description>SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyayangkan sikap penolakan para kepala daerah pada Timnas Israel yang akan datang ke Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-20. Padahal, pada Februari 2022 para kepala daerah sudah menandatangani government guarantee terkait penyelenggaraan ajang tersebut.
&quot;Kesepakatan tanda tangan, kan aku wes tanda tangan kewajibannya seperti apa. Nek aku sih komitmen apa yang saya tandatangani di perjanjian aku komitmen,&quot; kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Plt Menpora Klarifikasi soal Celetukan Indonesia Tak Kiamat Bila Piala Dunia U20 Batal

Gibran juga menyoroti sikap penolakan tersebut yang baru muncul mendekati gelaran Piala Dunia U-20. Mengingat, anggaran yang dikeluarkan Pemkot Solo tidak sedikit untuk persiapan termasuk perbaikan Stadion Manahan agar sesuai standar FIFA.&amp;nbsp;
&quot;Satu aja, nek dipermasalahke haruse dho protes e ket ndekmben-ndekmben ngopo lagi saiki (kalau dipermasalahkan, seharusnya protesnya dari dulu, kenapa baru sekarang)? Ngopo lagi saiki protes, kudune ndekmben (kenapa baru sekarang protes, harusnya dari dulu),&quot; kata dia.
Gibran juga menyinggung keseriusan menjadi tuan rumah piala dunia U-20 dari para kepala daerah. &quot;Nek ora pengin dadi tuan rumah, rasah dadi tuan rumah, protes wae (kalau tidak ingin jadi tuan rumah, tidak usah menjadi tuan rumah,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Mandor Masjid Sheikh Zayed Berutang Seratusan Juta ke Warung Makan, Gibran : Segera Lunasi


Ditanya soal komitmen, Gibran mengaku komitmen dengan apa yang sudah ditandatangani kesepakatan tersebut. Ia juga siap dengan segala konsekuensinya.



&quot;Nek aku komitmen dengan segala konsekuensine, aku wes tanda tangan komitemen. Nek meh protes, protes e ket ndekmben, ora mendekati ngene,&quot;tegasnya.



FIFA sendiri sebelumnya telah mengumkan pembatalan Bali sebagai tuan rumah babak drawing Piala Dunia U-20.



Pembatalan tersebut diketahui karena Gubernur Bali, I Wayan Koster telah melayangkan surat ke Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berisi penolakan Tim Kesebelasan Israel bertanding di Pulau Dewata.</description><content:encoded>SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyayangkan sikap penolakan para kepala daerah pada Timnas Israel yang akan datang ke Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-20. Padahal, pada Februari 2022 para kepala daerah sudah menandatangani government guarantee terkait penyelenggaraan ajang tersebut.
&quot;Kesepakatan tanda tangan, kan aku wes tanda tangan kewajibannya seperti apa. Nek aku sih komitmen apa yang saya tandatangani di perjanjian aku komitmen,&quot; kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Plt Menpora Klarifikasi soal Celetukan Indonesia Tak Kiamat Bila Piala Dunia U20 Batal

Gibran juga menyoroti sikap penolakan tersebut yang baru muncul mendekati gelaran Piala Dunia U-20. Mengingat, anggaran yang dikeluarkan Pemkot Solo tidak sedikit untuk persiapan termasuk perbaikan Stadion Manahan agar sesuai standar FIFA.&amp;nbsp;
&quot;Satu aja, nek dipermasalahke haruse dho protes e ket ndekmben-ndekmben ngopo lagi saiki (kalau dipermasalahkan, seharusnya protesnya dari dulu, kenapa baru sekarang)? Ngopo lagi saiki protes, kudune ndekmben (kenapa baru sekarang protes, harusnya dari dulu),&quot; kata dia.
Gibran juga menyinggung keseriusan menjadi tuan rumah piala dunia U-20 dari para kepala daerah. &quot;Nek ora pengin dadi tuan rumah, rasah dadi tuan rumah, protes wae (kalau tidak ingin jadi tuan rumah, tidak usah menjadi tuan rumah,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Mandor Masjid Sheikh Zayed Berutang Seratusan Juta ke Warung Makan, Gibran : Segera Lunasi


Ditanya soal komitmen, Gibran mengaku komitmen dengan apa yang sudah ditandatangani kesepakatan tersebut. Ia juga siap dengan segala konsekuensinya.



&quot;Nek aku komitmen dengan segala konsekuensine, aku wes tanda tangan komitemen. Nek meh protes, protes e ket ndekmben, ora mendekati ngene,&quot;tegasnya.



FIFA sendiri sebelumnya telah mengumkan pembatalan Bali sebagai tuan rumah babak drawing Piala Dunia U-20.



Pembatalan tersebut diketahui karena Gubernur Bali, I Wayan Koster telah melayangkan surat ke Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berisi penolakan Tim Kesebelasan Israel bertanding di Pulau Dewata.</content:encoded></item></channel></rss>
