<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelantikan Kedua Kalinya Sultan Hamengku Buwono IX Dilakukan Panglima Jepang</title><description>Mereka dipaksa untuk memberikan bahan makanan kepada Jepang bahkan dipaksa menjadi romusha&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/30/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/30/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang"/><item><title>Pelantikan Kedua Kalinya Sultan Hamengku Buwono IX Dilakukan Panglima Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/30/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/30/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 02:05 WIB</pubDate><dc:creator>Amelia Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang-9VtL9qBoRf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sultan Hamengku Bowono IX/Foto: Pemprov Jogja</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/337/2789438/pelantikan-kedua-kalinya-sultan-hamengku-buwono-ix-dilakukan-panglima-jepang-9VtL9qBoRf.jpg</image><title>Sultan Hamengku Bowono IX/Foto: Pemprov Jogja</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi8yMC8xNTczNTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Masa pendudukan Jepang di Indonesia menjadi salah satu masa yang paling berat untuk seluruh warga pada saat itu. Kewajiban yang diterapkan Jepang membuat sejumlah penduduk menderita.

Mereka dipaksa untuk memberikan bahan makanan kepada Jepang bahkan dipaksa menjadi romusha untuk membangun proyek-proyek.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Didesak Biden Batalkan Perombakan Sistem Peradilan, Netanyahu: Israel Tak Buat Keputusan Berdasarkan Tekanan AS

Mendengar hal tersebut Sultan Hamengku Buwono IX memikirkan beberapa strategi supaya rakyat Yogyakarta tidak merasakan penderitaan seperti itu.

Saat Jepang berhasil masuk ke Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono IX segera merundingkan dua strateginya kepada Jepang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengacara David Ozora Harap Hakim PN Jaksel Memihak Korban di Sidang Perkara AG&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Langkah pertama yang dilakukan Sultan Hamengku Buwono IX adalah segala hal yang menyangkut daerah Kesultanan Yogyakarta dibicarakan terlebih dahulu dengan Sultan.

Sementara langkah kedua yang diambil oleh dia adalah menyingkirkan kekuasaan pemerintahan sehari-hari yang masih ada di tangan Pepatih Dalem.

Kedua langkah tersebut diambil oleh Sultan karena ia tidak ingin Jepang memerintah langsung di daerah Yogyakarta. Dalam buku &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo; dituliskan bahwa karena tanggapnya akan keadaan, Sultan Hamengku Buwono IX dilantik lagi untuk yang kedua kali menjadi Sultan Yogya.


Pelantikan ini dilakukan oleh Panglima Besar Tentara Pendudukan Jepang dan dilakukan di Jakarta.



Dengan langkah tersebut Sultan Hamengku Buwono IX bisa langsung menerima wewenang dari tentara Dai Nippon untuk mengurus pemerintahannya di kesultanan Yogyakarta.



Perintah dan petunjuk dari pemerintahan Jepang memberikan peluang untuk Sultang untuk lebih aktif memerintah secara langsung di Yogyakarta. Peluang ini juga memberikan kesempatan bagi dia untuk memecah wewenang yang semula ada di tangan Pepatih Dalem.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi8yMC8xNTczNTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Masa pendudukan Jepang di Indonesia menjadi salah satu masa yang paling berat untuk seluruh warga pada saat itu. Kewajiban yang diterapkan Jepang membuat sejumlah penduduk menderita.

Mereka dipaksa untuk memberikan bahan makanan kepada Jepang bahkan dipaksa menjadi romusha untuk membangun proyek-proyek.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Didesak Biden Batalkan Perombakan Sistem Peradilan, Netanyahu: Israel Tak Buat Keputusan Berdasarkan Tekanan AS

Mendengar hal tersebut Sultan Hamengku Buwono IX memikirkan beberapa strategi supaya rakyat Yogyakarta tidak merasakan penderitaan seperti itu.

Saat Jepang berhasil masuk ke Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono IX segera merundingkan dua strateginya kepada Jepang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengacara David Ozora Harap Hakim PN Jaksel Memihak Korban di Sidang Perkara AG&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Langkah pertama yang dilakukan Sultan Hamengku Buwono IX adalah segala hal yang menyangkut daerah Kesultanan Yogyakarta dibicarakan terlebih dahulu dengan Sultan.

Sementara langkah kedua yang diambil oleh dia adalah menyingkirkan kekuasaan pemerintahan sehari-hari yang masih ada di tangan Pepatih Dalem.

Kedua langkah tersebut diambil oleh Sultan karena ia tidak ingin Jepang memerintah langsung di daerah Yogyakarta. Dalam buku &amp;ldquo;Tahta Untuk Rakyat : Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX&amp;rdquo; dituliskan bahwa karena tanggapnya akan keadaan, Sultan Hamengku Buwono IX dilantik lagi untuk yang kedua kali menjadi Sultan Yogya.


Pelantikan ini dilakukan oleh Panglima Besar Tentara Pendudukan Jepang dan dilakukan di Jakarta.



Dengan langkah tersebut Sultan Hamengku Buwono IX bisa langsung menerima wewenang dari tentara Dai Nippon untuk mengurus pemerintahannya di kesultanan Yogyakarta.



Perintah dan petunjuk dari pemerintahan Jepang memberikan peluang untuk Sultang untuk lebih aktif memerintah secara langsung di Yogyakarta. Peluang ini juga memberikan kesempatan bagi dia untuk memecah wewenang yang semula ada di tangan Pepatih Dalem.

</content:encoded></item></channel></rss>
