<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Tuduh Rusia Jadikan Kota Bakhmut Ukraina Sebagai Ladang Pembantaian</title><description>Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley mengatakan pasukan Rusia telah menjadikan Kota Bakhmut di Ukraina sebagai ladang pembantaian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian"/><item><title>AS Tuduh Rusia Jadikan Kota Bakhmut Ukraina Sebagai Ladang Pembantaian</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 10:49 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian-xrIqqimjne.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tentara (Foto Antara/Reuters/Stringger)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/18/2790665/as-tuduh-rusia-jadikan-kota-bakhmut-ukraina-sebagai-ladang-pembantaian-xrIqqimjne.jpg</image><title>Ilustrasi tentara (Foto Antara/Reuters/Stringger)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc2NS81L3g4amwybnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
AMERIKA - Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley mengatakan pasukan Rusia telah menjadikan Kota Bakhmut di Ukraina sebagai ladang pembantaian.

Dikutip dari Newsweek, Jumat (31/3/2023) Milley mengatakan Bakhmut telah menjadi wilayah yang diperebutkan secara sengit oleh Rusia dan Ukraina.

Berbicara kepada anggota parlemen di House Armed Services Committee pada Rabu lalu, Milley mengatakan pasukan Rusia tidak membuat kemajuan melalui Donetsk yang hancur dalam tiga minggu terakhir.

&quot;Ini pesta pembantaian bagi orang Rusia. Mereka dihajar di sekitar Bahkmut dan Ukraina telah bertempur dengan sangat, sangat baik,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Rusia Klaim Tembak Jatuh 227 Helikopter Ukraina, Terbaru Tipe Mi-8

Kota Bakhmut di Donbas timur sejak lama menjadi ladang pertempuran militer Ukraina dan Rusia, Keduanya saling menyerang sehingga menghancurkan kota. Hal itu membuat penduduk Kota Bakhmut terpaksa kabur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Xi Jinping Diundang ke Ukraina, Ini Kata Zelensky&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ukraina telah berkomitmen untuk menahan tentara Moskow dan pejuang tentara bayaran Wagner Group di sana, meskipun ada kerugian besar di kedua sisi.

&quot;Mungkin sekitar 6.000 atau lebih tentara bayaran yang sebenarnya dan mungkin 20 atau 30.000 rekrutan lain yang mereka dapatkan, banyak diantaranya berasal dari penjara,&quot; ujarnya.





Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan jika Bakhmut jatuh, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjual kemenangan ini ke Barat China dan Iran.

&quot;Jika Putin merasa ada darah - bau bahwa kita lemah - dia akan mendorong, mendorong, mendorong,&quot; kata Zelensky kepada Associated Press.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc2NS81L3g4amwybnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
AMERIKA - Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley mengatakan pasukan Rusia telah menjadikan Kota Bakhmut di Ukraina sebagai ladang pembantaian.

Dikutip dari Newsweek, Jumat (31/3/2023) Milley mengatakan Bakhmut telah menjadi wilayah yang diperebutkan secara sengit oleh Rusia dan Ukraina.

Berbicara kepada anggota parlemen di House Armed Services Committee pada Rabu lalu, Milley mengatakan pasukan Rusia tidak membuat kemajuan melalui Donetsk yang hancur dalam tiga minggu terakhir.

&quot;Ini pesta pembantaian bagi orang Rusia. Mereka dihajar di sekitar Bahkmut dan Ukraina telah bertempur dengan sangat, sangat baik,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Rusia Klaim Tembak Jatuh 227 Helikopter Ukraina, Terbaru Tipe Mi-8

Kota Bakhmut di Donbas timur sejak lama menjadi ladang pertempuran militer Ukraina dan Rusia, Keduanya saling menyerang sehingga menghancurkan kota. Hal itu membuat penduduk Kota Bakhmut terpaksa kabur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Xi Jinping Diundang ke Ukraina, Ini Kata Zelensky&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ukraina telah berkomitmen untuk menahan tentara Moskow dan pejuang tentara bayaran Wagner Group di sana, meskipun ada kerugian besar di kedua sisi.

&quot;Mungkin sekitar 6.000 atau lebih tentara bayaran yang sebenarnya dan mungkin 20 atau 30.000 rekrutan lain yang mereka dapatkan, banyak diantaranya berasal dari penjara,&quot; ujarnya.





Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan jika Bakhmut jatuh, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjual kemenangan ini ke Barat China dan Iran.

&quot;Jika Putin merasa ada darah - bau bahwa kita lemah - dia akan mendorong, mendorong, mendorong,&quot; kata Zelensky kepada Associated Press.
</content:encoded></item></channel></rss>
