<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beijing Ancam AS: Setop Provokasi di Laut China Selatan Atau Tanggung Konsekuensi Serius</title><description>China meminta Amerika Serikat (AS) agar menghentikan provokasi di wilayah Laut China Selatan (LCS).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius"/><item><title>Beijing Ancam AS: Setop Provokasi di Laut China Selatan Atau Tanggung Konsekuensi Serius</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 11:30 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius-HwYvhoFMEU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Laut China Selatan (Foto Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/18/2790704/beijing-ancam-as-setop-provokasi-di-laut-china-selatan-atau-tanggung-konsekuensi-serius-HwYvhoFMEU.jpg</image><title>Ilustrasi Laut China Selatan (Foto Antara)</title></images><description>


BEIJING - China meminta Amerika Serikat (AS) agar menghentikan provokasi di wilayah Laut China Selatan (LCS). China mengancam akan membuat AS memikul tanggung jawab apabila terjadi insiden di wilayah tersebut.
Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei, mengungkap hal itu usai kapal Angkatan Laut AS yang diduga berlayar di dekat Kepulauan Paracel di LCS. Paracel merupakan salah satu pulau yang ada di Laut China Selatan.
&quot;Kami dengan tegas menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan provokasi semacam itu. Jika tidak, AS akan memikul tanggung jawab penuh atas semua konsekuensi serius dari potensi insiden yang mereka sebabkan,&quot; kata Tan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lebih Dekat dengan China, Arab Saudi Sepakat Bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai

&quot;Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional dan akan dengan tegas mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,&quot; imbuh Tan.
Tan mengungkap kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Milius lewat di sekitar Kepulauan Paracel Jumat pekan lalu. Petinggi China mengklaim bahwa kapal perang AS melakukan ini tanpa izin pemerintah China. Beijing menganggap aksi AS itu telah melanggar kedaulatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabel Bawah Laut Jadi Sumber Ketegangan Baru Geopolitik China dengan AS

Armada ke-7 AS menjawab dengan mengatakan dalam rilis berita bahwa kapal perusak AS telah bertindak sesuai dengan hukum internasional, saat melakukan operasi kebebasan navigasi (FONOP).Sebelumnya, Beijing terus mempermasalahkan yurisdiksi teritorial beberapa pulau di Laut Cina Selatan.
Apalagi cadangan hidrokarbon yang besar ditemukan dengan Brunei, Vietnam, Malaysia. Wilayah yang paling disengketakan adalah Kepulauan Xisha atau Paracel, Kepulauan Nansha atau Spratly, dan Pulau Huangyan.</description><content:encoded>


BEIJING - China meminta Amerika Serikat (AS) agar menghentikan provokasi di wilayah Laut China Selatan (LCS). China mengancam akan membuat AS memikul tanggung jawab apabila terjadi insiden di wilayah tersebut.
Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei, mengungkap hal itu usai kapal Angkatan Laut AS yang diduga berlayar di dekat Kepulauan Paracel di LCS. Paracel merupakan salah satu pulau yang ada di Laut China Selatan.
&quot;Kami dengan tegas menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan provokasi semacam itu. Jika tidak, AS akan memikul tanggung jawab penuh atas semua konsekuensi serius dari potensi insiden yang mereka sebabkan,&quot; kata Tan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lebih Dekat dengan China, Arab Saudi Sepakat Bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai

&quot;Tentara Pembebasan Rakyat China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional dan akan dengan tegas mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,&quot; imbuh Tan.
Tan mengungkap kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Milius lewat di sekitar Kepulauan Paracel Jumat pekan lalu. Petinggi China mengklaim bahwa kapal perang AS melakukan ini tanpa izin pemerintah China. Beijing menganggap aksi AS itu telah melanggar kedaulatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabel Bawah Laut Jadi Sumber Ketegangan Baru Geopolitik China dengan AS

Armada ke-7 AS menjawab dengan mengatakan dalam rilis berita bahwa kapal perusak AS telah bertindak sesuai dengan hukum internasional, saat melakukan operasi kebebasan navigasi (FONOP).Sebelumnya, Beijing terus mempermasalahkan yurisdiksi teritorial beberapa pulau di Laut Cina Selatan.
Apalagi cadangan hidrokarbon yang besar ditemukan dengan Brunei, Vietnam, Malaysia. Wilayah yang paling disengketakan adalah Kepulauan Xisha atau Paracel, Kepulauan Nansha atau Spratly, dan Pulau Huangyan.</content:encoded></item></channel></rss>
