<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jenderal yang Hidup Sederhana, Nomor 1 Anak Legenda Kopassus Penumpas PKI</title><description>Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pejabat Kemenkeu yang memiliki harta berlimpah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki"/><item><title>3 Jenderal yang Hidup Sederhana, Nomor 1 Anak Legenda Kopassus Penumpas PKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki-rjdx3lYuKP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Edhie/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/337/2790263/3-jenderal-yang-hidup-sederhana-nomor-1-anak-legenda-kopassus-penumpas-pki-rjdx3lYuKP.jpg</image><title>Pramono Edhie/Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Seorang pejabat identik dengan dengan gaya hidup mewah dengan harta melimpah. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pejabat Kemenkeu yang memiliki harta berlimpah serta keluarganya yang suka pamer kekayaan di media sosial.
Namun, tidak bagi 3 jenderal berikut ini yang justru hidup sangat sederhana dan jauh dari kata mewah. Siapa sajakah mereka? Berikut informasinya.


Sosok Jenderal Soedirman, Tentara yang Selalu Menjaga Wudu dan Rajin Berpuasa

1.	Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo. dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan apa adanya meskipun dirinya menjabat sebagai KSAD. Ia juga tidak banyak menuntut dan supel.
Pramono merupakan putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer Indonesia yang berperan besar menumpas gerakan pemberontakan PKI 1965.



Ketika Jenderal Hoegeng Larang Anaknya Jadi Polisi

&amp;nbsp;
2. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso

Bicara jenderal dengan gaya hidup sederhana, Hoegeng Imam Santoso patut masuk dalam daftarnya. Hoegeng lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921 dari pasangan Soekario Kario Hatmodjo dan Oemi Kalsoem.
Melansir Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah (2021) bertajuk &amp;lsquo;Jenderal Hoegeng Imam Santoso: Kapolri Jujur, Disiplin dan Sederhana Sebagai Teladan Generasi Muda&amp;rsquo;, Hoegeng enggan menggunakan nama lengkapnya dan lebih memilih dipanggil Hoegeng. Sebab nama panjangnya itu ia rasa berat karena idealisnya.

Sejak belia, Hoegeng memang dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan berani. Ia bahkan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Hukum di Batavia (kini Jakarta). Sayangnya, pendidikan Hoegeng tidak selesai karena Jepang masuk ke Tanah Air dan sekolah tersebut ditutup. Setelahnya, ia kembali ke Pekalongan dan mengikuti kursus polisi.



Ia lalu berkiprah di dunia kepolisian dan menduduki beberapa jabatan penting. Contohnya adalah Kapolri (1968-1971), Sekretaris Kabinet (Maret hingga Juli 1966), dan Direktorat Jenderal Imigrasi (1961-1964). Namun, meskipun dirinya pernah memegang jabatan penting tersebut, Hoegeng tak serta merta hidup dalam kemewahan. Bahkan, dirinya hidup sangat sederhana dan cenderung pas-pasan.



Hoegeng enggan dikawal saat bertugas, tidak mau mengambil jatah beras, dan tidak mengizinkan sang istri untuk menjadi ketua Bhayangkari. Putra Hoegeng, Didit, berujar bahwa keluarganya hidup di sebuah rumah yang disewa per bulan. Selain itu, Hoegeng juga dikenal sebagai polisi jujur yang anti menerima suap. Kepribadiannya itu yang kini menjadi panutan bagi masyarakat Indonesia. Hoegeng meninggal dunia pada 14 Juli 2004 di Jakarta.

3. Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir
M. Jusuf atau Andi Muhammad Jusuf Amir merupakan seorang panglima TNI yang sangat dekat dengan para prajuritnya. Ia lahir di Bone, 23 Juni 1928 dan pernah menjabat sebagai Panglima TNI (ABRI) periode 1978 sampai 1983.
Dia juga pernah menduduki kursi Menteri Perindustrian Dasar Indonesia (1964-1966), Menteri Perdagangan Indonesia (1967-1968), dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia (1978-1983). Jusuf tentunya memiliki sangat banyak pengalaman di bidang militer, termasuk medan tempur.

Dia juga ikut dalam sejumlah operasi tempur, seperti Permesta, penumpasan gerakan 30 September/PKI, dan operasi Timtim.



</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pejabat identik dengan dengan gaya hidup mewah dengan harta melimpah. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pejabat Kemenkeu yang memiliki harta berlimpah serta keluarganya yang suka pamer kekayaan di media sosial.
Namun, tidak bagi 3 jenderal berikut ini yang justru hidup sangat sederhana dan jauh dari kata mewah. Siapa sajakah mereka? Berikut informasinya.


Sosok Jenderal Soedirman, Tentara yang Selalu Menjaga Wudu dan Rajin Berpuasa

1.	Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo. dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan apa adanya meskipun dirinya menjabat sebagai KSAD. Ia juga tidak banyak menuntut dan supel.
Pramono merupakan putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer Indonesia yang berperan besar menumpas gerakan pemberontakan PKI 1965.



Ketika Jenderal Hoegeng Larang Anaknya Jadi Polisi

&amp;nbsp;
2. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso

Bicara jenderal dengan gaya hidup sederhana, Hoegeng Imam Santoso patut masuk dalam daftarnya. Hoegeng lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921 dari pasangan Soekario Kario Hatmodjo dan Oemi Kalsoem.
Melansir Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah (2021) bertajuk &amp;lsquo;Jenderal Hoegeng Imam Santoso: Kapolri Jujur, Disiplin dan Sederhana Sebagai Teladan Generasi Muda&amp;rsquo;, Hoegeng enggan menggunakan nama lengkapnya dan lebih memilih dipanggil Hoegeng. Sebab nama panjangnya itu ia rasa berat karena idealisnya.

Sejak belia, Hoegeng memang dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan berani. Ia bahkan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Hukum di Batavia (kini Jakarta). Sayangnya, pendidikan Hoegeng tidak selesai karena Jepang masuk ke Tanah Air dan sekolah tersebut ditutup. Setelahnya, ia kembali ke Pekalongan dan mengikuti kursus polisi.



Ia lalu berkiprah di dunia kepolisian dan menduduki beberapa jabatan penting. Contohnya adalah Kapolri (1968-1971), Sekretaris Kabinet (Maret hingga Juli 1966), dan Direktorat Jenderal Imigrasi (1961-1964). Namun, meskipun dirinya pernah memegang jabatan penting tersebut, Hoegeng tak serta merta hidup dalam kemewahan. Bahkan, dirinya hidup sangat sederhana dan cenderung pas-pasan.



Hoegeng enggan dikawal saat bertugas, tidak mau mengambil jatah beras, dan tidak mengizinkan sang istri untuk menjadi ketua Bhayangkari. Putra Hoegeng, Didit, berujar bahwa keluarganya hidup di sebuah rumah yang disewa per bulan. Selain itu, Hoegeng juga dikenal sebagai polisi jujur yang anti menerima suap. Kepribadiannya itu yang kini menjadi panutan bagi masyarakat Indonesia. Hoegeng meninggal dunia pada 14 Juli 2004 di Jakarta.

3. Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir
M. Jusuf atau Andi Muhammad Jusuf Amir merupakan seorang panglima TNI yang sangat dekat dengan para prajuritnya. Ia lahir di Bone, 23 Juni 1928 dan pernah menjabat sebagai Panglima TNI (ABRI) periode 1978 sampai 1983.
Dia juga pernah menduduki kursi Menteri Perindustrian Dasar Indonesia (1964-1966), Menteri Perdagangan Indonesia (1967-1968), dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia (1978-1983). Jusuf tentunya memiliki sangat banyak pengalaman di bidang militer, termasuk medan tempur.

Dia juga ikut dalam sejumlah operasi tempur, seperti Permesta, penumpasan gerakan 30 September/PKI, dan operasi Timtim.



</content:encoded></item></channel></rss>
