<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komisi X DPR Heran Surat Internal Koster soal Penolakan Timnas Israel Bisa Bocor</title><description>Andreas Hugo Pareira mengaku heran mengapa surat internal Gubernur Bali I Wayan Koster kepada pemerintah bisa bocor&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor"/><item><title>Komisi X DPR Heran Surat Internal Koster soal Penolakan Timnas Israel Bisa Bocor</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor-9w5fDTOwHu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/337/2790694/komisi-x-dpr-heran-surat-internal-koster-soal-penolakan-timnas-israel-bisa-bocor-9w5fDTOwHu.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc4Ni81L3g4amxxdHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengaku heran mengapa surat internal Gubernur Bali I Wayan Koster kepada pemerintah bisa bocor dan menjadi konsumsi publik.

Hal itu ia sampaikan terkait polemik penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel saat Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

BACA JUGA:
KPK Ungkap Jabatan Para Tersangka Korupsi Dana Tukin Kementerian ESDM

Andreas menilai dalam olahraga event internasional seharusnya melibatkan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan lobi-lobi, dalam menyelesaikan persoalan hubungan diplomatik antar negara.

&quot;Surat pak I Wayan Koster itu internal. Kok malah dibocorkan. Seharusnya diselesaikan di internal. Jadi ramai di publik,&quot; ujar Andreas, Jumat (31/3/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Bakal Lantik Menpora Baru Pengganti Zainudin Amali Pekan Depan

Akibat kekisruhan tersebut, FIFA melihat pemerintah seperti bertentangan sendiri di dalam. Padahal seharusnya kata Andreas penyelesaian persoalan Timnas Israel tersebut perlu disampaikan ke Kementerian Luar Negeri untuk dicarikan solusinya.

&quot;Permenlu Nomor 3 Tahun 2019 di halaman 45 dan 46 itu diatur. Itu yang tidak dilakukan steering komite dari panitia penyelenggara Piala Dunia U-20. Disitu ada jalan keluarnya,&quot; jelas Andreas.

Ia juga melihat berbagai pernyataan yang menyebutkan jangan mencampur adukkan politik dan olahraga nasional kurang tepat.

&quot;Presiden juga sudah bilang jangan mencampur adukkan olahraga dan politik. Tapi event olahraga itu pasti ada hubungan politik nya karena ada Entitas negara. Sehingga terlihat seolah-olah kita ribut di dalam,&quot; kata Andreas.

Kader PDIP kata Andreas juga banyak yang kecewa dengan keputusan FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia dalam Piala Dunia U-20 2023.
















&quot;Kader PDIP juga banyak yang kecewa dengan dicabutnya status tuan rumah tersebut,&quot; pungkas Andreas.



Sebagaimana diketahui, Indonesia sebelumnya akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.



Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Minggu (26/3/2023) merilis pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang akan digelar di Bali, Jumat (31/3/2023) dengan alasan dibatalkan oleh FIFA karena maraknya penolakan berbagai elemen di Indonesia terhadap kehadiran Timnas Israel.



FIFA pada akhirnya secara resmi mencopot Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Keputusan tersebut terkonfirmasi usai pertemuan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan FIFA di Qatar. FIFA kemudian mengumumkan keputusan tersebut di situs resminya, Rabu 29 Maret 2023 malam.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc4Ni81L3g4amxxdHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengaku heran mengapa surat internal Gubernur Bali I Wayan Koster kepada pemerintah bisa bocor dan menjadi konsumsi publik.

Hal itu ia sampaikan terkait polemik penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel saat Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

BACA JUGA:
KPK Ungkap Jabatan Para Tersangka Korupsi Dana Tukin Kementerian ESDM

Andreas menilai dalam olahraga event internasional seharusnya melibatkan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan lobi-lobi, dalam menyelesaikan persoalan hubungan diplomatik antar negara.

&quot;Surat pak I Wayan Koster itu internal. Kok malah dibocorkan. Seharusnya diselesaikan di internal. Jadi ramai di publik,&quot; ujar Andreas, Jumat (31/3/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Bakal Lantik Menpora Baru Pengganti Zainudin Amali Pekan Depan

Akibat kekisruhan tersebut, FIFA melihat pemerintah seperti bertentangan sendiri di dalam. Padahal seharusnya kata Andreas penyelesaian persoalan Timnas Israel tersebut perlu disampaikan ke Kementerian Luar Negeri untuk dicarikan solusinya.

&quot;Permenlu Nomor 3 Tahun 2019 di halaman 45 dan 46 itu diatur. Itu yang tidak dilakukan steering komite dari panitia penyelenggara Piala Dunia U-20. Disitu ada jalan keluarnya,&quot; jelas Andreas.

Ia juga melihat berbagai pernyataan yang menyebutkan jangan mencampur adukkan politik dan olahraga nasional kurang tepat.

&quot;Presiden juga sudah bilang jangan mencampur adukkan olahraga dan politik. Tapi event olahraga itu pasti ada hubungan politik nya karena ada Entitas negara. Sehingga terlihat seolah-olah kita ribut di dalam,&quot; kata Andreas.

Kader PDIP kata Andreas juga banyak yang kecewa dengan keputusan FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia dalam Piala Dunia U-20 2023.
















&quot;Kader PDIP juga banyak yang kecewa dengan dicabutnya status tuan rumah tersebut,&quot; pungkas Andreas.



Sebagaimana diketahui, Indonesia sebelumnya akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.



Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Minggu (26/3/2023) merilis pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang akan digelar di Bali, Jumat (31/3/2023) dengan alasan dibatalkan oleh FIFA karena maraknya penolakan berbagai elemen di Indonesia terhadap kehadiran Timnas Israel.



FIFA pada akhirnya secara resmi mencopot Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Keputusan tersebut terkonfirmasi usai pertemuan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan FIFA di Qatar. FIFA kemudian mengumumkan keputusan tersebut di situs resminya, Rabu 29 Maret 2023 malam.

</content:encoded></item></channel></rss>
