<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badan Geologi Imbau Masyarakat Tak Panik terkait Status Gunung Api</title><description>Ada empat gunung api berada pada level III atau siaga, 17 gunung api berada pada level II, dan 47 lainnya dengan aktivitas level I atau normal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api"/><item><title>Badan Geologi Imbau Masyarakat Tak Panik terkait Status Gunung Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api-hR7LJ2BKns.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ili Lewotolok erupsi (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/337/2791121/badan-geologi-imbau-masyarakat-tak-panik-terkait-status-gunung-api-hR7LJ2BKns.jpg</image><title>Gunung Ili Lewotolok erupsi (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDgxMS81L3g4am1veWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait status gunung api di Indonesia.
Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto melaporkan ada empat gunung api berada pada level III atau siaga, 17 gunung api berada pada level II atau waspada, dan 47 gunung api dengan aktivitas level I atau normal.
&quot;Status setiap gunung api seperti ini, masyarakat tidak perlu panik dan senantiasa mencermati apa yang kami sampaikan,&quot; ujarnya dilansir Antara, Jumat (31/3/2023).
Sejak 1 Januari 2023 hingga akhir Maret 2023, Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi gunung api terjadi sebanyak 13.545 kali, kejadian awan panas lima kali, dan gempa vulkanik sebanyak 17.000 kali.

BACA JUGA:
Badan Geologi: Merapi Masih Berpotensi Keluarkan Awan Panas Guguran

Sugeng menyampaikan bila ada sesuatu yang mendesak seperti peningkatan status level gunung api, maka pihaknya akan menyampaikan informasi itu secara khusus kepada BNPB, BPBD, dan pemerintah setempat.

BACA JUGA:
PVMBG: Aktivitas Vulkanik Cenderung Turun di Gunung Merapi
Badan Geologi selalu melakukan pengamatan intensif sebelum menentukan peningkatan maupun penurunan level gunung api.
Saat ini, Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung api paling banyak diamati di dunia. Pengamatan gunung api di Indonesia sangat kompleks secara teknis maupun sosial.
Secara teknis, kesulitan berupa medan dengan morfologi acak dan keterbatasan akses komunikasi. Sedangkan, secara sosial masih vandalisme dimana beberapa kali peralatan gunung api dirusak maupun dicuri.
Kegiatan pemantauan gunung api secara garis besar menggunakan metode seismik, deformasi, geokimia, geofisika, dan lainnya.











</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDgxMS81L3g4am1veWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait status gunung api di Indonesia.
Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto melaporkan ada empat gunung api berada pada level III atau siaga, 17 gunung api berada pada level II atau waspada, dan 47 gunung api dengan aktivitas level I atau normal.
&quot;Status setiap gunung api seperti ini, masyarakat tidak perlu panik dan senantiasa mencermati apa yang kami sampaikan,&quot; ujarnya dilansir Antara, Jumat (31/3/2023).
Sejak 1 Januari 2023 hingga akhir Maret 2023, Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi gunung api terjadi sebanyak 13.545 kali, kejadian awan panas lima kali, dan gempa vulkanik sebanyak 17.000 kali.

BACA JUGA:
Badan Geologi: Merapi Masih Berpotensi Keluarkan Awan Panas Guguran

Sugeng menyampaikan bila ada sesuatu yang mendesak seperti peningkatan status level gunung api, maka pihaknya akan menyampaikan informasi itu secara khusus kepada BNPB, BPBD, dan pemerintah setempat.

BACA JUGA:
PVMBG: Aktivitas Vulkanik Cenderung Turun di Gunung Merapi
Badan Geologi selalu melakukan pengamatan intensif sebelum menentukan peningkatan maupun penurunan level gunung api.
Saat ini, Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung api paling banyak diamati di dunia. Pengamatan gunung api di Indonesia sangat kompleks secara teknis maupun sosial.
Secara teknis, kesulitan berupa medan dengan morfologi acak dan keterbatasan akses komunikasi. Sedangkan, secara sosial masih vandalisme dimana beberapa kali peralatan gunung api dirusak maupun dicuri.
Kegiatan pemantauan gunung api secara garis besar menggunakan metode seismik, deformasi, geokimia, geofisika, dan lainnya.











</content:encoded></item></channel></rss>
