<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Napiter Perempuan Eks JAD Makassar Bebas dari LPP Semarang</title><description>Seorang narapidana terorisme (napiter) bebas penjara dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang"/><item><title> Napiter Perempuan Eks JAD Makassar Bebas dari LPP Semarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang-NTxE7ntTKU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Napiter perempuan yang bebas di LPP Semarang (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/512/2790616/napiter-perempuan-eks-jad-makassar-bebas-dari-lpp-semarang-NTxE7ntTKU.jpg</image><title>Napiter perempuan yang bebas di LPP Semarang (foto: dok ist)</title></images><description>SEMARANG - Seorang narapidana terorisme (nap
iter) bebas penjara dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Semarang. Napiter tersebut bernama Miranti Mahsum (35), asli Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Informasi yang dihimpun, menjelang siang Miranti keluar komplek LPP Semarang, Kamis (30/3/2023) jelang siang. Pembebasannya dikawal perwakilan dari Unit Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satgas Wilayah Jawa Tengah Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

BACA JUGA:
Ganjar Gandeng Jack Harun Eks Napiter Bom Bali I Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Miranti diketahui divonis 2 tahun penjara, mulai ditahan sejak 29 Maret 2021, putusannya sesuai nomor 1011/PID.SUS/2021/PN JKT.TIM. Miranti sebelumnya ditangkap Densus 88/Antiteror Polri karena terlibat gerakan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Makassar, kelompok lokal di Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok teror global ISIS.
&amp;ldquo;Yang bersangkutan bebas karena telah habis menjalani masa pidana pokok,&amp;rdquo; kata Kepala LPP Semarang, Kristiana Hambawani via sambungan telepon, Jumat (31/3/2023) pagi.
Kristin mengemukakan Miranti lebih lama menjalani masa pidananya di tempat penahanan sebelumnya. Baru masuk ke LPP Semarang pada Oktober 2022 lalu. Namun demikian, selama menjalani sisa pidana di LPP Semarang Miranti mengikuti program pembinaan dari lapas.
&amp;ldquo;Ikut keterampilan rajut, sempat ikut terapi grafologi juga. Tarawih ini juga ikut membaur dengan yang lainnya, di sini baik-baik semua,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
 Enam Napiter Lapas Khusus Karanganyar Nusakambangan Ikrar Setia NKRI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah keluar LPP Semarang, Miranti langsung diantar menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk selanjutnya terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menggunakan penerbangan Lion Air JT 908 waktu boarding pukul 15.45 WIB.
Miranti sebelumnya bersama 2 napiter lainnya di LPP Semarang telah mengucapkan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Kamis 16 Februari 2023. Dua napiter lainnya yang ikut berikrar adalah Ainun Pretita Amaliya (23) vonis 3 tahun dan Listyowati (33). Mereka sebelumnya dipindah dari penahanannya dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Metro Jaya dan tiba di LPP Semarang pada Kamis 6 Oktober 2022.</description><content:encoded>SEMARANG - Seorang narapidana terorisme (nap
iter) bebas penjara dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Semarang. Napiter tersebut bernama Miranti Mahsum (35), asli Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Informasi yang dihimpun, menjelang siang Miranti keluar komplek LPP Semarang, Kamis (30/3/2023) jelang siang. Pembebasannya dikawal perwakilan dari Unit Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satgas Wilayah Jawa Tengah Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

BACA JUGA:
Ganjar Gandeng Jack Harun Eks Napiter Bom Bali I Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Miranti diketahui divonis 2 tahun penjara, mulai ditahan sejak 29 Maret 2021, putusannya sesuai nomor 1011/PID.SUS/2021/PN JKT.TIM. Miranti sebelumnya ditangkap Densus 88/Antiteror Polri karena terlibat gerakan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Makassar, kelompok lokal di Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok teror global ISIS.
&amp;ldquo;Yang bersangkutan bebas karena telah habis menjalani masa pidana pokok,&amp;rdquo; kata Kepala LPP Semarang, Kristiana Hambawani via sambungan telepon, Jumat (31/3/2023) pagi.
Kristin mengemukakan Miranti lebih lama menjalani masa pidananya di tempat penahanan sebelumnya. Baru masuk ke LPP Semarang pada Oktober 2022 lalu. Namun demikian, selama menjalani sisa pidana di LPP Semarang Miranti mengikuti program pembinaan dari lapas.
&amp;ldquo;Ikut keterampilan rajut, sempat ikut terapi grafologi juga. Tarawih ini juga ikut membaur dengan yang lainnya, di sini baik-baik semua,&amp;rdquo; lanjutnya.

BACA JUGA:
 Enam Napiter Lapas Khusus Karanganyar Nusakambangan Ikrar Setia NKRI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah keluar LPP Semarang, Miranti langsung diantar menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk selanjutnya terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menggunakan penerbangan Lion Air JT 908 waktu boarding pukul 15.45 WIB.
Miranti sebelumnya bersama 2 napiter lainnya di LPP Semarang telah mengucapkan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Kamis 16 Februari 2023. Dua napiter lainnya yang ikut berikrar adalah Ainun Pretita Amaliya (23) vonis 3 tahun dan Listyowati (33). Mereka sebelumnya dipindah dari penahanannya dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Metro Jaya dan tiba di LPP Semarang pada Kamis 6 Oktober 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
