<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Gubris Protes yang Kian Memanas, Macron Akan Terbang ke China</title><description>Macron malah dijadwalkan terbang ke China pada minggu depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/02/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/02/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china"/><item><title>Tak Gubris Protes yang Kian Memanas, Macron Akan Terbang ke China</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/02/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/02/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china</guid><pubDate>Minggu 02 April 2023 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/01/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china-pftY0bi8Ic.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prancis Emmanuel Macron  (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/01/18/2791477/tak-gubris-protes-yang-kian-memanas-macron-akan-terbang-ke-china-pftY0bi8Ic.jpg</image><title>Presiden Prancis Emmanuel Macron  (Foto: Reuters)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Aksi protes yang memanas masih terus terjadi di Paris, Prancis. Para demonstran memrotes undang-undang pensiun yang menuai banyak kontroversi. Kendati demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron sepertinya tidak terlalu terganggu dengan aksi protes ini.
Macron malah dijadwalkan terbang ke China pada minggu depan. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindakan penyeimbangan antara ambisi negarawan globalnya dan perjuangannya untuk menahan protes pensiun yang memalukan di dalam negeri.


BACA JUGA:
Demonstran di Prancis Bentrok dengan Polisi, Pembakaran Mobil dan Bank Tak Terelakkan

Seperti diketahui, keputusan Macron untuk membatalkan undang-undang pensiun yang banyak disengketakan melalui parlemen awal bulan ini memicu bentrokan dan kekerasan di kota-kota Prancis, berusaha untuk menjaga jadwal diplomatiknya yang sibuk tetap pada jalurnya.


BACA JUGA:
Heboh! WN Prancis Masuk Masjid Tanpa Buka Alas Kaki Protes Tadarusan

Aksi protes ini termasuk membakar tumpukan sampah di Paris, yang disiarkan ke seluruh dunia. Insiden ini telah memaksa Macron untuk membatalkan kunjungan kenegaraan Raja Charles dari Inggris. Ini dianggap sebagai suatu hal memalukan yang tidak luput dari perhatian kalangan diplomatik.


&quot;Merupakan hal yang sangat bergengsi untuk menjadi tuan rumah kunjungan pertama Raja Inggris ke luar negeri, itu tidak terjadi setiap hari. Jika Anda tidak dapat melakukannya, itu masalah,&quot; kata Duta besar negara Eropa kepada Reuters, dikutip Sabtu (1/4/2023).

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Di Tengah Aksi Protes, Macron Akan Pergi ke China Tinggalkan Paris yang Memanas </description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Aksi protes yang memanas masih terus terjadi di Paris, Prancis. Para demonstran memrotes undang-undang pensiun yang menuai banyak kontroversi. Kendati demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron sepertinya tidak terlalu terganggu dengan aksi protes ini.
Macron malah dijadwalkan terbang ke China pada minggu depan. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindakan penyeimbangan antara ambisi negarawan globalnya dan perjuangannya untuk menahan protes pensiun yang memalukan di dalam negeri.


BACA JUGA:
Demonstran di Prancis Bentrok dengan Polisi, Pembakaran Mobil dan Bank Tak Terelakkan

Seperti diketahui, keputusan Macron untuk membatalkan undang-undang pensiun yang banyak disengketakan melalui parlemen awal bulan ini memicu bentrokan dan kekerasan di kota-kota Prancis, berusaha untuk menjaga jadwal diplomatiknya yang sibuk tetap pada jalurnya.


BACA JUGA:
Heboh! WN Prancis Masuk Masjid Tanpa Buka Alas Kaki Protes Tadarusan

Aksi protes ini termasuk membakar tumpukan sampah di Paris, yang disiarkan ke seluruh dunia. Insiden ini telah memaksa Macron untuk membatalkan kunjungan kenegaraan Raja Charles dari Inggris. Ini dianggap sebagai suatu hal memalukan yang tidak luput dari perhatian kalangan diplomatik.


&quot;Merupakan hal yang sangat bergengsi untuk menjadi tuan rumah kunjungan pertama Raja Inggris ke luar negeri, itu tidak terjadi setiap hari. Jika Anda tidak dapat melakukannya, itu masalah,&quot; kata Duta besar negara Eropa kepada Reuters, dikutip Sabtu (1/4/2023).

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Di Tengah Aksi Protes, Macron Akan Pergi ke China Tinggalkan Paris yang Memanas </content:encoded></item></channel></rss>
