<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jendral Besar Soedirman, Kader Muhammadiyah Pemerhati Pendidikan</title><description>Jenderal Besar Sudirman pernah aktif dalam organisasi kepemudaan Pandu Hizbul Wathan (HW)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/03/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/03/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan"/><item><title>Jendral Besar Soedirman, Kader Muhammadiyah Pemerhati Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/03/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/03/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 02:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/02/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan-RuHQmcsnUl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Soedirman harus ditandu lantaran sakit saat memimpin gerilya/ Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/02/337/2791755/jendral-besar-soedirman-kader-muhammadiyah-pemerhati-pendidikan-RuHQmcsnUl.jpg</image><title>Jenderal Soedirman harus ditandu lantaran sakit saat memimpin gerilya/ Foto: Ist</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC8xLzE2NDU5MS81L3g4amVuZ2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenderal Besar Soedirman pernah aktif dalam organisasi kepemudaan Pandu Hizbul Wathan (HW). Panglima pertama dalam angkatan bersenjata Indonesia ini dikenal memiliki jiwa humanis religius serta perhatian terhadap dunia pendidikan dan kepemudaan

Sejarawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sardiman menuturkan bahwa ada saat Sudirman menjadi pimpinan HW menyelenggarakan tiga program pendidikan pokok yang dilaksanakan oleh kader-kader HW, yaitu pendidikan rohani, pendidikan jasmani, dan program karya bakti.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pj Gubernur Suganda Terima Keluhan Tata Kelola Pasar di Pangkalpinang

&amp;ldquo;Di samping sepak bola, standen (membangun piramid), bahkan HW di bawah pimpinan Pak Dirman ini terdapat juga latihan perang-perangan,&amp;rdquo; katanya dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Minggu (2/4/2023).

Sardiman menegaskan bahwa, selama keikutsertaannya di HW jiwa bela Negara yang dimiliki oleh Jendral Soedirman tumbuh dan mekar luar biasa. Baru kemudian diperkuat ketika Jendral Sudirman aktif di PETA.

BACA JUGA:
Polres Banjarnegara Tangkap Dukun Pengganda Uang yang Bunuh 7 Korbannya

Pendidikan yang diperoleh Soedirman ketika di Muhammadiyah, khususnya di Pandu HW menjadikan dirinya sebagai sosok yang tegak lurus membela kepentingan tanah air dan anti penjajahan.

Bekal besar yang diberikan Muhammadiyah kepada Jendral Besar, menjadikannya memiliki cinta yang besar kepada Muhammadiyah.

Bahkan ketika masa pendudukan Jepang, Jenderal Sudirman menunjukkan kecintaannya terhadap Muhammadiyah beliau menyelamatkan pendidikan Muhammadiyah di Cilacap. Sardiman menuturkan, gaya penyelesaian masalah Jendral Sudirman atas masalah pendidikan yang dialami oleh Muhammadiyah memiliki kesamaan dengan Ki Hajar Dewantara.
&amp;ldquo;Kalau saya baca, gaya-gaya dan pikiran Pak Dirman (sapaan akrab Soedirman) itu kaya Ki Hadjar pada saat membela atau mempertahankan pendidikan bagi pribumi,&amp;rdquo; tuturnya.



Selain itu, Jenderal Soedirman juga aktif dalam membina koperasi masyarakat dan selama di dunia perkoprasian, Sudirman sering bolak-balik ke Yogyakarta. Kegiatan ini dimanfaatkannya dengan melakukan kunjungan ke tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta untuk menambah pengetahuan.


&amp;nbsp;
Pengabdian Dirman di Muhammadiyah
&amp;nbsp;


Sementara itu, Nur Aini Setiawati Sejarahwan Universitas Gadjah Mada menuturkan bahwa sisi humanis pemerhati pendidikan dan karakter religius yang dimiliki oleh Jenderal Sudirman merupakan hasil pendidikan dari Muhammadiyah.



Pendidikan yang didapatkan dari Muhammadiyah tidak hanya melalui jalur formal, namun juga keorganisasian. Di mana pada tahun 1935-1937 Dirman aktif sebagai anggota Pemuda Muhammadiyah, menjadi Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah Banyumas, termasuk aktif dan menjadi Pemimpin di Pandu HW.



&amp;ldquo;Setelah mendapat pendidikan dari Muhammadiyah, pada usia 20 tahun beliau itu menjadi guru sampai menjadi Kepala Sekolah di Wirotomo, HIS Muhammadiyah di Cilacap,&amp;rdquo; ungkapnya.



Selama aktif dan menjadi guru di HIS Muhammadiyah Cilacap, Jendral Sudirman hidup dengan sangat sederhana sebab gaji yang didapatkan waktu itu sedikit. Padahal dengan keahlian dan kecerdasan yang dimiliki, Dirman banyak mendapat tawaran dan memiliki kesempatan untuk bekerja di tempat yang gajinya besar, tapi beliau tidak ingin.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC8xLzE2NDU5MS81L3g4amVuZ2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenderal Besar Soedirman pernah aktif dalam organisasi kepemudaan Pandu Hizbul Wathan (HW). Panglima pertama dalam angkatan bersenjata Indonesia ini dikenal memiliki jiwa humanis religius serta perhatian terhadap dunia pendidikan dan kepemudaan

Sejarawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sardiman menuturkan bahwa ada saat Sudirman menjadi pimpinan HW menyelenggarakan tiga program pendidikan pokok yang dilaksanakan oleh kader-kader HW, yaitu pendidikan rohani, pendidikan jasmani, dan program karya bakti.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pj Gubernur Suganda Terima Keluhan Tata Kelola Pasar di Pangkalpinang

&amp;ldquo;Di samping sepak bola, standen (membangun piramid), bahkan HW di bawah pimpinan Pak Dirman ini terdapat juga latihan perang-perangan,&amp;rdquo; katanya dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Minggu (2/4/2023).

Sardiman menegaskan bahwa, selama keikutsertaannya di HW jiwa bela Negara yang dimiliki oleh Jendral Soedirman tumbuh dan mekar luar biasa. Baru kemudian diperkuat ketika Jendral Sudirman aktif di PETA.

BACA JUGA:
Polres Banjarnegara Tangkap Dukun Pengganda Uang yang Bunuh 7 Korbannya

Pendidikan yang diperoleh Soedirman ketika di Muhammadiyah, khususnya di Pandu HW menjadikan dirinya sebagai sosok yang tegak lurus membela kepentingan tanah air dan anti penjajahan.

Bekal besar yang diberikan Muhammadiyah kepada Jendral Besar, menjadikannya memiliki cinta yang besar kepada Muhammadiyah.

Bahkan ketika masa pendudukan Jepang, Jenderal Sudirman menunjukkan kecintaannya terhadap Muhammadiyah beliau menyelamatkan pendidikan Muhammadiyah di Cilacap. Sardiman menuturkan, gaya penyelesaian masalah Jendral Sudirman atas masalah pendidikan yang dialami oleh Muhammadiyah memiliki kesamaan dengan Ki Hajar Dewantara.
&amp;ldquo;Kalau saya baca, gaya-gaya dan pikiran Pak Dirman (sapaan akrab Soedirman) itu kaya Ki Hadjar pada saat membela atau mempertahankan pendidikan bagi pribumi,&amp;rdquo; tuturnya.



Selain itu, Jenderal Soedirman juga aktif dalam membina koperasi masyarakat dan selama di dunia perkoprasian, Sudirman sering bolak-balik ke Yogyakarta. Kegiatan ini dimanfaatkannya dengan melakukan kunjungan ke tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta untuk menambah pengetahuan.


&amp;nbsp;
Pengabdian Dirman di Muhammadiyah
&amp;nbsp;


Sementara itu, Nur Aini Setiawati Sejarahwan Universitas Gadjah Mada menuturkan bahwa sisi humanis pemerhati pendidikan dan karakter religius yang dimiliki oleh Jenderal Sudirman merupakan hasil pendidikan dari Muhammadiyah.



Pendidikan yang didapatkan dari Muhammadiyah tidak hanya melalui jalur formal, namun juga keorganisasian. Di mana pada tahun 1935-1937 Dirman aktif sebagai anggota Pemuda Muhammadiyah, menjadi Wakil Majelis Pemuda Muhammadiyah Banyumas, termasuk aktif dan menjadi Pemimpin di Pandu HW.



&amp;ldquo;Setelah mendapat pendidikan dari Muhammadiyah, pada usia 20 tahun beliau itu menjadi guru sampai menjadi Kepala Sekolah di Wirotomo, HIS Muhammadiyah di Cilacap,&amp;rdquo; ungkapnya.



Selama aktif dan menjadi guru di HIS Muhammadiyah Cilacap, Jendral Sudirman hidup dengan sangat sederhana sebab gaji yang didapatkan waktu itu sedikit. Padahal dengan keahlian dan kecerdasan yang dimiliki, Dirman banyak mendapat tawaran dan memiliki kesempatan untuk bekerja di tempat yang gajinya besar, tapi beliau tidak ingin.

</content:encoded></item></channel></rss>
