<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tertangkap Perang Sarung, Puluhan ABG Dijebloskan ke Pesantren Kilat   </title><description>Sebanyak 26 remaja ABG (anak baru gede) yang belum lama ini terlibat perang sarung</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat"/><item><title> Tertangkap Perang Sarung, Puluhan ABG Dijebloskan ke Pesantren Kilat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat-y11ZniwIn8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/519/2792399/tertangkap-perang-sarung-puluhan-abg-dijebloskan-ke-pesantren-kilat-y11ZniwIn8.jpg</image><title>Illustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>
BLITAR &amp;ndash; Sebanyak 26 remaja ABG (anak baru gede) yang belum lama ini terlibat perang sarung atau tawuran di wilayah Srengat Kabupaten Blitar Jawa Timur, &amp;ldquo;dijebloskan&amp;rdquo; ke dalam pondok pesantren.

Selama bulan Ramadhan mereka diwajibkan mengikuti program pesantren kilat. Pemkab Blitar bersama Polres Blitar Kota sengaja menjadikan program pesantren kilat sebagai terobosan mengatasi fenomena perang sarung.

&amp;ldquo;Ini (pesantren kilat) sebagai upaya pembinaan sekaligus menambah pengetahuan di bulan Ramadhan,&amp;rdquo; ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono kepada wartawan.

BACA JUGA:
Bocah SD Jadi Korban Perang Sarung, Mata Kiri Terancam Buta

Perang sarung tiba-tiba menjadi fenomena di mana-mana. Belum lama ini di wilayah Kecamatan Srengat, sebanyak 26 remaja bersiap melakukan aksi perang sarung. Apesnya, belum juga bertempur, persiapan perang sudah tercium aparat kepolisian.

Sebanyak 26 remaja itu digelandang ke mapolsek Srengat. Sarung yang bentuknya sudah diubah menjadi lilitan, disita. Terungkap, sarung-sarung yang dipakai berperang ternyata berisi besi, termasuk klaker sepeda motor.

Bagi yang terkena sabetan, tentu bisa berakibat fatal. Menurut Argowiyono, pemberlakuan pesantren kilat kepada para remaja yang terlibat aksi perang sarung, menjadi kesepakatan bersama.

BACA JUGA:
Cegah Perang Sarung Puluhan Pelajar SMP Diamankan Polisi, Orangtua Ikut Dipanggil

Dari 26 remaja yang wajib mondok kilat, tujuh di antaranya nyantri di pondok pesantren Bustanul Mutaalimin pimpinan Gus Luby Kota Blitar. Sedangkan 19 remaja selebihnya nyantri di pondok pesantren yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

&amp;ldquo;Saat ini kita juga masih melakukan pendataan ulang,&amp;rdquo; terangnya.

</description><content:encoded>
BLITAR &amp;ndash; Sebanyak 26 remaja ABG (anak baru gede) yang belum lama ini terlibat perang sarung atau tawuran di wilayah Srengat Kabupaten Blitar Jawa Timur, &amp;ldquo;dijebloskan&amp;rdquo; ke dalam pondok pesantren.

Selama bulan Ramadhan mereka diwajibkan mengikuti program pesantren kilat. Pemkab Blitar bersama Polres Blitar Kota sengaja menjadikan program pesantren kilat sebagai terobosan mengatasi fenomena perang sarung.

&amp;ldquo;Ini (pesantren kilat) sebagai upaya pembinaan sekaligus menambah pengetahuan di bulan Ramadhan,&amp;rdquo; ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono kepada wartawan.

BACA JUGA:
Bocah SD Jadi Korban Perang Sarung, Mata Kiri Terancam Buta

Perang sarung tiba-tiba menjadi fenomena di mana-mana. Belum lama ini di wilayah Kecamatan Srengat, sebanyak 26 remaja bersiap melakukan aksi perang sarung. Apesnya, belum juga bertempur, persiapan perang sudah tercium aparat kepolisian.

Sebanyak 26 remaja itu digelandang ke mapolsek Srengat. Sarung yang bentuknya sudah diubah menjadi lilitan, disita. Terungkap, sarung-sarung yang dipakai berperang ternyata berisi besi, termasuk klaker sepeda motor.

Bagi yang terkena sabetan, tentu bisa berakibat fatal. Menurut Argowiyono, pemberlakuan pesantren kilat kepada para remaja yang terlibat aksi perang sarung, menjadi kesepakatan bersama.

BACA JUGA:
Cegah Perang Sarung Puluhan Pelajar SMP Diamankan Polisi, Orangtua Ikut Dipanggil

Dari 26 remaja yang wajib mondok kilat, tujuh di antaranya nyantri di pondok pesantren Bustanul Mutaalimin pimpinan Gus Luby Kota Blitar. Sedangkan 19 remaja selebihnya nyantri di pondok pesantren yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

&amp;ldquo;Saat ini kita juga masih melakukan pendataan ulang,&amp;rdquo; terangnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
