<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNICEF: 501 Anak-Anak Ukraina Meninggal Akibat Perang Rusia </title><description>Russell juga mengatakan bahwa hampir 1.000 anak telah terluka, mengalami luka dan bekas luka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia"/><item><title>UNICEF: 501 Anak-Anak Ukraina Meninggal Akibat Perang Rusia </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia-BTPRNVKnHS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina telah menewaskan 501 anak-anak di Ukraina (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792805/unicef-501-anak-anak-ukraina-meninggal-akibat-perang-rusia-BTPRNVKnHS.jpg</image><title>Perang Rusia-Ukraina telah menewaskan 501 anak-anak di Ukraina (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengupayakan kesejahteraan dan bantuan bagi anak-anak (UNICEF) menyatakan lebih dari 500 anak-anak meninggal di Ukraina sejak Rusia melancarkan agresi terhadap negara itu.

''Ini adalah sejarah tragis lainnya bagi anak-anak dan keluarga Ukraina. Sejak eskalasi perang pada Februari 2022, sedikitnya 501 anak telah terbunuh,'' kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell di Twitter, Senin (3/4/2023).


BACA JUGA:
UNICEF Sebut Foto Anak-Anak yang Terjebak di Reruntuhan Puing Gempa Dahsyat Turki Sangat Menyedihkan

Dia mengatakan bahwa angka kematian anak sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi daripada angka yang diverifikasi oleh UNICEF.


BACA JUGA:
UNICEF: 110.000 Anak-Anak dan Remaja Meninggal karena AIDS pada 2021

Russell juga mengatakan bahwa hampir 1.000 anak telah terluka, mengalami luka dan bekas luka--baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat--yang dapat berlangsung seumur hidup.
''Di balik setiap angka ada keluarga yang tercabik-cabik dan berubah selamanya. Ini menyayat hati,'' terangnya, dikutip Antara.

''Pada akhirnya, anak-anak dan keluarga membutuhkan kedamaian, (tetapi) hal itu datang terlalu lambat,&quot; lanjutnya.

</description><content:encoded>NEW YORK - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengupayakan kesejahteraan dan bantuan bagi anak-anak (UNICEF) menyatakan lebih dari 500 anak-anak meninggal di Ukraina sejak Rusia melancarkan agresi terhadap negara itu.

''Ini adalah sejarah tragis lainnya bagi anak-anak dan keluarga Ukraina. Sejak eskalasi perang pada Februari 2022, sedikitnya 501 anak telah terbunuh,'' kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell di Twitter, Senin (3/4/2023).


BACA JUGA:
UNICEF Sebut Foto Anak-Anak yang Terjebak di Reruntuhan Puing Gempa Dahsyat Turki Sangat Menyedihkan

Dia mengatakan bahwa angka kematian anak sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi daripada angka yang diverifikasi oleh UNICEF.


BACA JUGA:
UNICEF: 110.000 Anak-Anak dan Remaja Meninggal karena AIDS pada 2021

Russell juga mengatakan bahwa hampir 1.000 anak telah terluka, mengalami luka dan bekas luka--baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat--yang dapat berlangsung seumur hidup.
''Di balik setiap angka ada keluarga yang tercabik-cabik dan berubah selamanya. Ini menyayat hati,'' terangnya, dikutip Antara.

''Pada akhirnya, anak-anak dan keluarga membutuhkan kedamaian, (tetapi) hal itu datang terlalu lambat,&quot; lanjutnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
