<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Militer AS Tewaskan Pimpinan ISIS di Suriah</title><description>CENTCOM mengatakan tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam operasi militer tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah"/><item><title>Operasi Militer AS Tewaskan Pimpinan ISIS di Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah-p0bThSy9cb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792961/operasi-militer-as-tewaskan-pimpinan-isis-di-suriah-p0bThSy9cb.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer yang menewaskan seorang pemimpin senior Negara Islam (IS, dahulu ISIS) di Suriah pada Senin, (3/4/2023) Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Selasa, (4/4/2023) pukulan terbaru bagi kelompok yang pernah menimbulkan ketakutan di Timur Tengah.

BACA JUGA:
Trauma Akibat Perang, Anak-Anak Suriah Harus Dengarkan Lagu Pengantar Tidur agar Bisa Tidur

Khalid 'Aydd Ahmad al-Jabouri bertanggung jawab atas perencanaan serangan ISIS di Eropa dan mengembangkan struktur kepemimpinan kelompok tersebut, kata pernyataan itu.
IS menguasai sebagian besar Irak dan Suriah pada puncak kekuasaannya pada 2014 sebelum dipukul mundur di kedua negara. Menurut laporan PBB yang dirilis pada Februari, IS diperkirakan memiliki 5.000 hingga 7.000 anggota dan pendukung yang tersebar antara Suriah dan Irak, kira-kira setengah dari mereka adalah pejuang.
Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan ini, kata CENTCOM, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut &quot;terus menjadi ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya&quot;.

BACA JUGA:
Perempuan Pro-ISIS dipenjara di Swedia, Pernah Unggah Foto Bareng Kepala Terpenggal di Facebook

&quot;Meskipun terdegradasi, kelompok tersebut (IS) tetap dapat melakukan operasi di kawasan dengan keinginan untuk menyerang di luar Timur Tengah,&quot; kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Reuters. Ia menambahkan bahwa kematian Al-Jabouri akan &quot;sementara mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk merencanakan serangan eksternal&quot;.

Laporan PBB mengatakan ancaman yang ditimbulkan oleh Negara Islam dan afiliasinya terhadap perdamaian dan keamanan internasional tinggi pada paruh kedua tahun 2022 dan telah meningkat di dalam dan sekitar zona konflik di mana kelompok tersebut hadir.
Akhir tahun lalu, ISIS mengumumkan telah menunjuk sosok yang sebelumnya tidak dikenal - Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi - sebagai pemimpinnya setelah pemimpin sebelumnya terbunuh di Suriah selatan.</description><content:encoded>WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer yang menewaskan seorang pemimpin senior Negara Islam (IS, dahulu ISIS) di Suriah pada Senin, (3/4/2023) Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Selasa, (4/4/2023) pukulan terbaru bagi kelompok yang pernah menimbulkan ketakutan di Timur Tengah.

BACA JUGA:
Trauma Akibat Perang, Anak-Anak Suriah Harus Dengarkan Lagu Pengantar Tidur agar Bisa Tidur

Khalid 'Aydd Ahmad al-Jabouri bertanggung jawab atas perencanaan serangan ISIS di Eropa dan mengembangkan struktur kepemimpinan kelompok tersebut, kata pernyataan itu.
IS menguasai sebagian besar Irak dan Suriah pada puncak kekuasaannya pada 2014 sebelum dipukul mundur di kedua negara. Menurut laporan PBB yang dirilis pada Februari, IS diperkirakan memiliki 5.000 hingga 7.000 anggota dan pendukung yang tersebar antara Suriah dan Irak, kira-kira setengah dari mereka adalah pejuang.
Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan ini, kata CENTCOM, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut &quot;terus menjadi ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya&quot;.

BACA JUGA:
Perempuan Pro-ISIS dipenjara di Swedia, Pernah Unggah Foto Bareng Kepala Terpenggal di Facebook

&quot;Meskipun terdegradasi, kelompok tersebut (IS) tetap dapat melakukan operasi di kawasan dengan keinginan untuk menyerang di luar Timur Tengah,&quot; kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Reuters. Ia menambahkan bahwa kematian Al-Jabouri akan &quot;sementara mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk merencanakan serangan eksternal&quot;.

Laporan PBB mengatakan ancaman yang ditimbulkan oleh Negara Islam dan afiliasinya terhadap perdamaian dan keamanan internasional tinggi pada paruh kedua tahun 2022 dan telah meningkat di dalam dan sekitar zona konflik di mana kelompok tersebut hadir.
Akhir tahun lalu, ISIS mengumumkan telah menunjuk sosok yang sebelumnya tidak dikenal - Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi - sebagai pemimpinnya setelah pemimpin sebelumnya terbunuh di Suriah selatan.</content:encoded></item></channel></rss>
