<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Pimpin DK PBB, Rusia Ejek Perintah ICC: Bodoh dan Tak Sah! </title><description>Vasyly Nebenzya menyebut perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin bodoh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah"/><item><title>Usai Pimpin DK PBB, Rusia Ejek Perintah ICC: Bodoh dan Tak Sah! </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 18:23 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah-jFb7MV0cwq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vasily Nebenzya (Foto tangkapan layar YouTube WION)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2793157/usai-pimpin-dk-pbb-rusia-ejek-perintah-icc-bodoh-dan-tak-sah-jFb7MV0cwq.jpg</image><title>Vasily Nebenzya (Foto tangkapan layar YouTube WION)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg2Mi81L3g4am92M2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
RUSIA - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasyly Nebenzya menyebut perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin bodoh.

Vasyly Nebenzya mengungkap hal itu usai Rusia ditunjuk menjadi ketua Dewan Keamanan PBB. ICC menuding Putin menculik dan mendeportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.

&quot;Keputusan Pengadilan Kriminal Internasional selain bodoh juga merupakan keputusan yang tidak sah,&quot; kata Nebenzya seperti dikutip The National News, Selasa (4/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sebelum Putin, Ini 3 Kepala Negara yang Pernah Didakwa oleh ICC&amp;nbsp;

Ia berujar perintah tersebut tak berarti apa-apa bagi Rusia. Ia menuturkan pihak-pihak yang mendorong perintah tersebut kemungkinan menyesal melakukannya. Apalagi, ia menilai perintah itu tak memberikan resolusi apapun bagi konflik yang tengah terjadi

Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, lantas menyatakan ketidaksenangannya. Melalui keterangan tertulis, Kariuki mengatakan Rusia tak punya hak bicara tentang hukum internasional maupun nilai-nilai PBB.

&quot;Ini melancarkan perang agresi terhadap Ukraina, melanggar prinsip paling dasar dari Piagam PBB yakni tidak mengubah perbatasan dengan paksa,&quot; kata Kariuki.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Surat Perintah ICC, Jerman Siap Tangkap Putin Jika Masuk ke Negaranya

Kariuki juga menambahkan Inggris bakal terus menggunakan posisinya di DK PBB untuk menantang Rusia dan mengekspos kampanye disinformasi dari Kremlin.

Sebelumnya, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Vladimir Putin atas tuduhan bertanggung jawab atas kejahatan perang deportasi ilegal anak-anak dari Ukraina.

Dalam surat perintah pertamanya untuk Ukraina, ICC menyerukan penangkapan Putin atas dugaan deportasi anak-anak secara tidak sah dan pemindahan orang secara tidak sah dari wilayah Ukraina ke Federasi Rusia.

Rusia, yang bukan merupakan anggota ICC, mengatakan langkah itu tidak ada artinya. Moskow berulang kali membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kekejaman selama invasi ke tetangganya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg2Mi81L3g4am92M2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
RUSIA - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasyly Nebenzya menyebut perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin bodoh.

Vasyly Nebenzya mengungkap hal itu usai Rusia ditunjuk menjadi ketua Dewan Keamanan PBB. ICC menuding Putin menculik dan mendeportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.

&quot;Keputusan Pengadilan Kriminal Internasional selain bodoh juga merupakan keputusan yang tidak sah,&quot; kata Nebenzya seperti dikutip The National News, Selasa (4/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sebelum Putin, Ini 3 Kepala Negara yang Pernah Didakwa oleh ICC&amp;nbsp;

Ia berujar perintah tersebut tak berarti apa-apa bagi Rusia. Ia menuturkan pihak-pihak yang mendorong perintah tersebut kemungkinan menyesal melakukannya. Apalagi, ia menilai perintah itu tak memberikan resolusi apapun bagi konflik yang tengah terjadi

Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, lantas menyatakan ketidaksenangannya. Melalui keterangan tertulis, Kariuki mengatakan Rusia tak punya hak bicara tentang hukum internasional maupun nilai-nilai PBB.

&quot;Ini melancarkan perang agresi terhadap Ukraina, melanggar prinsip paling dasar dari Piagam PBB yakni tidak mengubah perbatasan dengan paksa,&quot; kata Kariuki.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Surat Perintah ICC, Jerman Siap Tangkap Putin Jika Masuk ke Negaranya

Kariuki juga menambahkan Inggris bakal terus menggunakan posisinya di DK PBB untuk menantang Rusia dan mengekspos kampanye disinformasi dari Kremlin.

Sebelumnya, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Vladimir Putin atas tuduhan bertanggung jawab atas kejahatan perang deportasi ilegal anak-anak dari Ukraina.

Dalam surat perintah pertamanya untuk Ukraina, ICC menyerukan penangkapan Putin atas dugaan deportasi anak-anak secara tidak sah dan pemindahan orang secara tidak sah dari wilayah Ukraina ke Federasi Rusia.

Rusia, yang bukan merupakan anggota ICC, mengatakan langkah itu tidak ada artinya. Moskow berulang kali membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kekejaman selama invasi ke tetangganya.



</content:encoded></item></channel></rss>
