<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Intelijen Jundullah, Alasan Jarang Hadir di Pengajian</title><description>Jamaah yang terdiri dari campuran anak muda dan orang-orang tua itu terlihat khusyuk menyimak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian"/><item><title>Humor Gus Dur: Intelijen Jundullah, Alasan Jarang Hadir di Pengajian</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian-L95Cls68Tm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792118/humor-gus-dur-intelijen-jundullah-alasan-jarang-hadir-di-pengajian-L95Cls68Tm.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah cerita tentang pengajian. Pengajian kerap menyimpan cerita lucu, baik materi yang disampaikan penceramah atau kejadian di dalamnya.
Menurut kisah yang dilansir dari NU Online, alkisah pada suatu pengajian di malam hari, penceramah yang bernama Kiai Romdoni mengangkat tema jundullah (pasukan Allah) dan jihad fi sabilillah dalam kehidupan sehari-hari dalam makna yang lebih humanis.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Dilarang Dokter Naik Pesawat Terbang

Jamaah yang terdiri dari campuran anak muda dan orang-orang tua itu terlihat khusyuk menyimak penjelasan Kiai Romdoni selama kurang lebih dua jam.

BACA JUGA:
Kisah Gus Dur Diibaratkan Pembalap, Mau Ngerem atau Belok?


Pengajian usai, para jamaah pengajian satu per satu menyalami Kiai Romdoni. Saat bersalaman dengan jamaah bernama Kodir, pemuda yang dikenal tengil di kampung, Kiai Romdoni pun berseloroh.&amp;ldquo;Dir, jadilah kamu jundullah yang taat dan pantang menyerah dalam hidup,&amp;rdquo; ucap Kiai Romdoni.



&amp;ldquo;Oiya, pasti kiai,&amp;rdquo; jawab Kodir tegas.





&amp;ldquo;Tapi, kenapa kamu jarang terlihat di pengajian?&amp;rdquo; tanya kiai.



&amp;ldquo;Wah, kiai belum tahu ya, saya kan di bagian intelijen jundullah. Jadi nggak bisa dong ketahuan banyak orang,&amp;rdquo; elak Kodir.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah cerita tentang pengajian. Pengajian kerap menyimpan cerita lucu, baik materi yang disampaikan penceramah atau kejadian di dalamnya.
Menurut kisah yang dilansir dari NU Online, alkisah pada suatu pengajian di malam hari, penceramah yang bernama Kiai Romdoni mengangkat tema jundullah (pasukan Allah) dan jihad fi sabilillah dalam kehidupan sehari-hari dalam makna yang lebih humanis.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Dilarang Dokter Naik Pesawat Terbang

Jamaah yang terdiri dari campuran anak muda dan orang-orang tua itu terlihat khusyuk menyimak penjelasan Kiai Romdoni selama kurang lebih dua jam.

BACA JUGA:
Kisah Gus Dur Diibaratkan Pembalap, Mau Ngerem atau Belok?


Pengajian usai, para jamaah pengajian satu per satu menyalami Kiai Romdoni. Saat bersalaman dengan jamaah bernama Kodir, pemuda yang dikenal tengil di kampung, Kiai Romdoni pun berseloroh.&amp;ldquo;Dir, jadilah kamu jundullah yang taat dan pantang menyerah dalam hidup,&amp;rdquo; ucap Kiai Romdoni.



&amp;ldquo;Oiya, pasti kiai,&amp;rdquo; jawab Kodir tegas.





&amp;ldquo;Tapi, kenapa kamu jarang terlihat di pengajian?&amp;rdquo; tanya kiai.



&amp;ldquo;Wah, kiai belum tahu ya, saya kan di bagian intelijen jundullah. Jadi nggak bisa dong ketahuan banyak orang,&amp;rdquo; elak Kodir.

</content:encoded></item></channel></rss>
