<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Patut Diteladani! Meskipun Hidup Sederhana, Nenek Ini Wakafkan Tanahnya untuk Pembangunan Mushala </title><description>Tarisem (75), meskipun hidup sederhana, ibu tiga anak ini mewakafkan tanah demi pembangunan mushala.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala"/><item><title> Patut Diteladani! Meskipun Hidup Sederhana, Nenek Ini Wakafkan Tanahnya untuk Pembangunan Mushala </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala-AdO7RtYD0H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nenek Tarisem bersama sejumlah pejabat daerah (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792530/patut-diteladani-meskipun-hidup-sederhana-nenek-ini-wakafkan-tanahnya-untuk-pembangunan-mushala-AdO7RtYD0H.jpg</image><title>Nenek Tarisem bersama sejumlah pejabat daerah (foto: dok ist)</title></images><description>BANYUMAS - Tarisem (75), perbuatannya patut diteladani. Meskipun hidup sederhana dan hanya pemasak gula kelapa, ibu tiga anak ini mewakafkan tanah demi pembangunan mushala di desanya, di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dengan kedermawanan, ketulusan, keikhlasan lahir batin, Tarisem dan anggota keluarganya mewakafkan tanah seluas 20 ubin atau setara 240 meter persegi sebagai sarana ibadah di lingkungannya.

BACA JUGA:
Kisah Jenderal TNI Alami Keajaiban Sedekah Anak Yatim, Niat Berangkatkan Ibunda Naik Haji Terwujud Seketika

Tarisem mengaku dengan tulus ikhlas mewakafkan tanahnya karena menjadi bagian dari sebuah ikhtiar untuk sangu, atau bekal di kehidupan berikutnya. Tentu saja dia berharap bisa mendapat ridha Allah SWT.

&quot;Saya ikhlas dan tanah wakaf ini akan dibangun mushala oleh ketua dan pengurus RT setempat,&quot; katanya saat silaturahim Jaringan Pengelola Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama Berkah Remen Silaturahmi (JPZISNU Beres) Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu 22 Maret 2023, seperti dilansir dari&amp;nbsp;nu.or.id.

Suami Tarisem telah meninggal dunia beberapa tahun silam. Tanah yang dia wakafkan adalah hasil dari pembelian bertahap dari uang yang ditabungnya.

BACA JUGA:
Kisah Abu Bakar, Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Berkat Rajin Puasa hingga Sedekah

Ketua JPZISNU Beres Purwokerto Barat, Ustadz Daryanto pun mengaku heran dengan ketulusan Tarisem. Saat silaturahiim tersebut Ustadz Daryanto didampingi beberapa Ketua RT, tokoh masyarakat dan petugas lapangan JPZIS Beres.

&quot;Saya merasa haru dengan apa yang telah dilakukan Nenek Tarisem. Dia bukan orang sugih (kaya raya) harta, tetapi sugih hati,&quot; katanya.

Menurut Ustadz Daryanto, apa yang dilakukan Tarisem adalah hal yang sangat luar biasa. &quot;Semoga bisa menjadi teladan untuk yang lainnya,&quot; harapnya.



Selama ini Tarisem dalam mengarungi kehidupan sangatlah sederhana. Sebuah dapur berdinding anyaman bambu dan sebagian beratap genteng, biasa dia pergunakan untuk memasak gula merah berbahan nira kelapa.



Saat datang, Ustadz Daryanto dan romobongan juga memberikan bantuan JPZIS Beres berupa material semen untuk mushala yang tengah dibangun di atas tanah wakaf dari Tarisem. Ustadz Daryanto mengusulkan agar Tarisem dan anggota keluarganya bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).



&quot;Selain itu JPZIS Beres juga akan nyengkuyung (membantu) rangkaian proses tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BANYUMAS - Tarisem (75), perbuatannya patut diteladani. Meskipun hidup sederhana dan hanya pemasak gula kelapa, ibu tiga anak ini mewakafkan tanah demi pembangunan mushala di desanya, di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dengan kedermawanan, ketulusan, keikhlasan lahir batin, Tarisem dan anggota keluarganya mewakafkan tanah seluas 20 ubin atau setara 240 meter persegi sebagai sarana ibadah di lingkungannya.

BACA JUGA:
Kisah Jenderal TNI Alami Keajaiban Sedekah Anak Yatim, Niat Berangkatkan Ibunda Naik Haji Terwujud Seketika

Tarisem mengaku dengan tulus ikhlas mewakafkan tanahnya karena menjadi bagian dari sebuah ikhtiar untuk sangu, atau bekal di kehidupan berikutnya. Tentu saja dia berharap bisa mendapat ridha Allah SWT.

&quot;Saya ikhlas dan tanah wakaf ini akan dibangun mushala oleh ketua dan pengurus RT setempat,&quot; katanya saat silaturahim Jaringan Pengelola Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama Berkah Remen Silaturahmi (JPZISNU Beres) Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu 22 Maret 2023, seperti dilansir dari&amp;nbsp;nu.or.id.

Suami Tarisem telah meninggal dunia beberapa tahun silam. Tanah yang dia wakafkan adalah hasil dari pembelian bertahap dari uang yang ditabungnya.

BACA JUGA:
Kisah Abu Bakar, Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Berkat Rajin Puasa hingga Sedekah

Ketua JPZISNU Beres Purwokerto Barat, Ustadz Daryanto pun mengaku heran dengan ketulusan Tarisem. Saat silaturahiim tersebut Ustadz Daryanto didampingi beberapa Ketua RT, tokoh masyarakat dan petugas lapangan JPZIS Beres.

&quot;Saya merasa haru dengan apa yang telah dilakukan Nenek Tarisem. Dia bukan orang sugih (kaya raya) harta, tetapi sugih hati,&quot; katanya.

Menurut Ustadz Daryanto, apa yang dilakukan Tarisem adalah hal yang sangat luar biasa. &quot;Semoga bisa menjadi teladan untuk yang lainnya,&quot; harapnya.



Selama ini Tarisem dalam mengarungi kehidupan sangatlah sederhana. Sebuah dapur berdinding anyaman bambu dan sebagian beratap genteng, biasa dia pergunakan untuk memasak gula merah berbahan nira kelapa.



Saat datang, Ustadz Daryanto dan romobongan juga memberikan bantuan JPZIS Beres berupa material semen untuk mushala yang tengah dibangun di atas tanah wakaf dari Tarisem. Ustadz Daryanto mengusulkan agar Tarisem dan anggota keluarganya bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).



&quot;Selain itu JPZIS Beres juga akan nyengkuyung (membantu) rangkaian proses tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
