<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 6 Fakta Mbah Slamet, Pelaku Pembunuhan Berencana Berawal dari Penipuan Penggandaan Uang   </title><description>Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH alias Mbah Slamet (45), asal Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang"/><item><title> 6 Fakta Mbah Slamet, Pelaku Pembunuhan Berencana Berawal dari Penipuan Penggandaan Uang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang-TkzYNKuRzi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tersangka pembunuhan berencana, Mbah Slamet (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/337/2792558/6-fakta-mbah-slamet-pelaku-pembunuhan-berencana-berawal-dari-penipuan-penggandaan-uang-TkzYNKuRzi.jpg</image><title>Tersangka pembunuhan berencana, Mbah Slamet (foto: dok MPI)</title></images><description>

POLRES BANJARNEGARA, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang berawal dari penipuan dengan modus penggandaan uang.

Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH alias Mbah Slamet (45), asal Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, terungkap ketika membunuh PO (53) yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Berikut sejumlah faktanya:

1. Kasus Terungkap Berkat Laporan Anak Korban

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan anak korban, yakni GE yang diterima Polres Banjarnegara pada tanggal 27 Maret 2023.

BACA JUGA:
Terancam Hukuman Mati! Begini Sadisnya Dukun Tohari Alias Mbah Slamet Bunuh Korbannya

Dalam laporannya, kata dia, GE mengaku diajak ayahnya untuk bertemu dengan seseorang di Banjarnegara pada bulan Juli 2022, dengan menggunakan bus dari Sukabumi menuju Wonosobo.

Di Wonosobo, PO dan GE bertemu dengan Mbah Slamet yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Ketika berada di rumahnya, Mbah Slamet mengajak PO masuk ke dalam salah satu ruangan, sedangkan GE diminta menunggu di luar.

2. Korban Sempat Berpesan kepada Anaknya

Pada tanggal 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam.

BACA JUGA:
Mirip Wowon Cs, Mbah Slamet Racuni Korban Penggandaan Uang dan Dikubur di Hutan

Sesampainya di Banjarnegara pada tanggal 23 Maret 2023, PO sempat berkomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan WhatsApp dengan anaknya yang lain, yakni SL yang merupakan adik dari GE.

Dalam pesan tersebut, PO menuliskan jika sedang di rumah Mbah Slamet dan meminta anaknya berjaga-jaga seandainya dia berumur pendek atau tidak ada kabar hingga hari Minggu (26/3) agar langsung ke lokasi bersama aparat karena GE tahu rumahnya.

Akan tetapi sejak tanggal 24 Maret, PO tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya, sehingga GE melaporkannya ke Polres Banjarnegara yang ditindaklanjutkan dengan penyelidikan dan penangkapan terhadap Mbah Slamet

3. Mbah Slamet Ngaku Bisa Gandakan Uang
&amp;nbsp;


Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus pembunuhan berencana tersebut berawal dari kesepakatan penggandaan uang antara Mbah Slamet dan korban PO.



&quot;Mbah Slamet ini memiliki 'tangan kanan' yaitu saudara BS. Satu tahun lalu, saudara BS ini mengunggah ke Facebook yang isinya bahwa Mbah Slamet adalah orang pintar yang bisa menggandakan uang,&quot; kata Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto.



Sementara itu, tersangka Mbah Slamet mengatakan jika korban telah memberikan uang sebanyak Rp70 juta secara bertahap.



&quot;Saya janjikan uang itu bisa digandakan sampai Rp5 miliar, sedangkan uang dari korban saya gunakan untuk bayar utang,&quot; pungkasnya.



4. Korban Diracun Mbah Slamet dan Dikubur di Hutan
&amp;nbsp;


Sejak pertemuan itu, PO memberikan sejumlah uang dan mahar kepada Mbah Slamet, namun hasil penggandaan uang tersebut tidak kunjung terealisasi, sehingga korban berulang kali menagih kepada tersangka.



Karena merasa kesal terus-menerus ditagih oleh korban, Mbah Slamet akhirnya memberi PO minuman yang telah dicampur dengan potas (potassium sianida), hingga akhirnya meninggal dunia dan dikuburkan di jalan setapak yang menuju hutan.




5. Mbah Slamet Terancam Hukuman Pidana Mati
&amp;nbsp;






Kedua tersangka, yakni TH alias Mbah Slamet dan BS dijerat Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.





&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
6. Polisi Temukan 10 Jenazah Dikubur, Diduga Korban Mba Slamet
&amp;nbsp;






Aparat Satuan Reskrim Polres Banjarnegara menemukan kuburan yang terdapat jenazah-jenazah lain. Informasi yang diperoleh ada 10 jenazah di sana.







&quot;Masih dalam penyelidikan, begitu ada update saya kabari,&quot; kata Humas Polres Banjarnegara, Aiptu Nyoto Prayitno via telepon, Senin (3/4/2023).







Penemuan kuburan itu diduga berkaitan dengan dukun pengganda uang Tuhari alias Tohari alias Slamet. Lokasinya di daerah Wanayasa Banjarnegara.</description><content:encoded>

POLRES BANJARNEGARA, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang berawal dari penipuan dengan modus penggandaan uang.

Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH alias Mbah Slamet (45), asal Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, terungkap ketika membunuh PO (53) yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Berikut sejumlah faktanya:

1. Kasus Terungkap Berkat Laporan Anak Korban

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan anak korban, yakni GE yang diterima Polres Banjarnegara pada tanggal 27 Maret 2023.

BACA JUGA:
Terancam Hukuman Mati! Begini Sadisnya Dukun Tohari Alias Mbah Slamet Bunuh Korbannya

Dalam laporannya, kata dia, GE mengaku diajak ayahnya untuk bertemu dengan seseorang di Banjarnegara pada bulan Juli 2022, dengan menggunakan bus dari Sukabumi menuju Wonosobo.

Di Wonosobo, PO dan GE bertemu dengan Mbah Slamet yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Ketika berada di rumahnya, Mbah Slamet mengajak PO masuk ke dalam salah satu ruangan, sedangkan GE diminta menunggu di luar.

2. Korban Sempat Berpesan kepada Anaknya

Pada tanggal 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam.

BACA JUGA:
Mirip Wowon Cs, Mbah Slamet Racuni Korban Penggandaan Uang dan Dikubur di Hutan

Sesampainya di Banjarnegara pada tanggal 23 Maret 2023, PO sempat berkomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan WhatsApp dengan anaknya yang lain, yakni SL yang merupakan adik dari GE.

Dalam pesan tersebut, PO menuliskan jika sedang di rumah Mbah Slamet dan meminta anaknya berjaga-jaga seandainya dia berumur pendek atau tidak ada kabar hingga hari Minggu (26/3) agar langsung ke lokasi bersama aparat karena GE tahu rumahnya.

Akan tetapi sejak tanggal 24 Maret, PO tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya, sehingga GE melaporkannya ke Polres Banjarnegara yang ditindaklanjutkan dengan penyelidikan dan penangkapan terhadap Mbah Slamet

3. Mbah Slamet Ngaku Bisa Gandakan Uang
&amp;nbsp;


Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus pembunuhan berencana tersebut berawal dari kesepakatan penggandaan uang antara Mbah Slamet dan korban PO.



&quot;Mbah Slamet ini memiliki 'tangan kanan' yaitu saudara BS. Satu tahun lalu, saudara BS ini mengunggah ke Facebook yang isinya bahwa Mbah Slamet adalah orang pintar yang bisa menggandakan uang,&quot; kata Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto.



Sementara itu, tersangka Mbah Slamet mengatakan jika korban telah memberikan uang sebanyak Rp70 juta secara bertahap.



&quot;Saya janjikan uang itu bisa digandakan sampai Rp5 miliar, sedangkan uang dari korban saya gunakan untuk bayar utang,&quot; pungkasnya.



4. Korban Diracun Mbah Slamet dan Dikubur di Hutan
&amp;nbsp;


Sejak pertemuan itu, PO memberikan sejumlah uang dan mahar kepada Mbah Slamet, namun hasil penggandaan uang tersebut tidak kunjung terealisasi, sehingga korban berulang kali menagih kepada tersangka.



Karena merasa kesal terus-menerus ditagih oleh korban, Mbah Slamet akhirnya memberi PO minuman yang telah dicampur dengan potas (potassium sianida), hingga akhirnya meninggal dunia dan dikuburkan di jalan setapak yang menuju hutan.




5. Mbah Slamet Terancam Hukuman Pidana Mati
&amp;nbsp;






Kedua tersangka, yakni TH alias Mbah Slamet dan BS dijerat Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.





&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
6. Polisi Temukan 10 Jenazah Dikubur, Diduga Korban Mba Slamet
&amp;nbsp;






Aparat Satuan Reskrim Polres Banjarnegara menemukan kuburan yang terdapat jenazah-jenazah lain. Informasi yang diperoleh ada 10 jenazah di sana.







&quot;Masih dalam penyelidikan, begitu ada update saya kabari,&quot; kata Humas Polres Banjarnegara, Aiptu Nyoto Prayitno via telepon, Senin (3/4/2023).







Penemuan kuburan itu diduga berkaitan dengan dukun pengganda uang Tuhari alias Tohari alias Slamet. Lokasinya di daerah Wanayasa Banjarnegara.</content:encoded></item></channel></rss>
