<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Komjen Rycko Amelza Dahniel, Jenderal Polisi Bintang 3 yang Pimpin BNPT</title><description>Komjen Rycko Amelza Dahniel dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt"/><item><title>5 Fakta Komjen Rycko Amelza Dahniel, Jenderal Polisi Bintang 3 yang Pimpin BNPT</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 03:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt-vuWAIY46jT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komjen Rycko Amelza Dahniel (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/337/2792608/5-fakta-komjen-rycko-amelza-dahniel-jenderal-polisi-bintang-3-yang-pimpin-bnpt-vuWAIY46jT.jpg</image><title>Komjen Rycko Amelza Dahniel (Foto : Antara)</title></images><description>PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik Komjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Boy Rafli Amar yang telah memasuki purnatugas.

Berikut sejumlah fakta terkait Rycko Amelza Dahniel:

1. Sebelumnya Kalemdiklat Polri

Sebelumnya, Rycko menjabat sebagai Kalemdiklat Polri dan belum lama ini dia dirotasi menjadi Pati Densus 88 Antiteror Polri.

Jenderal bintang tiga ini diketahui berpengalaman dalam bidang reserse dan ahli dalam memburu teroris. Oleh karena itu, jabatan barunya sebagai Kepala BNPT sangat tepat.

2. Membongkar Bom Bali II

Mengutip buku, Misi Walet Hitam 09.11.05-15.45: Menguak Misteri Teroris Dr. Azhari (2017), Tito Karnavian, Petrus Golose, dan Rycko Amelza Dahniel merupakan tokoh yang membongkar kasus teror Bom Bali II, di Jimbaran, Bali pada 1 Oktober 2005.

&amp;ldquo;Dalam pengusutan kasus Bom Bali II, Gories Mere mempercayakan AKBP Tito Karnavian sebagai manajer olah TKP, dibantu AKBP Petrus Golose dan AKBP Rycko A. Dahniel,&amp;rdquo; tulis buku tersebut.

3. Lulusan Terbaik Akpol 1988

Lulusan terbaik Akpol 1988 bahkan mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, usai melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Rycko mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol Sutanto bersama dengan Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, serta Idham Azis, dan lain sebagainya.4. Tugas Pertama di Poles Jakpus

Tidak hanya itu, kariernya di Korps Bhayangkara cukup moncer. Penugasan pertama ia jalani di Polres Metro Jakarta Pusat sebagai Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan, selanjutnya ditugaskan sebagai instruktur di Akademi Kepolisian Semarang.

Tahun 1993 ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan predikat terbaik, selanjutnya kembali bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat, lalu Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan, dan kemudian sebagai Wakasat Ekonomi Polda Metro Jaya.

Tahun 2002 ia mengikuti pendidikan Sespimpol dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis.

5. Pernah Jadi Ajudan SBY

Rycko juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting diantaranya Kapolres Jakarta Utara. Setelah itu, ia dipromosikan jadi ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian dia menjabat Kepala Lembaga Kerjasama Pendidikan Dit PPITK PTIK, lembaga yang menginduk pada Lemdikpol, lalu sebagai Wakapolda Jabar, Ketua STIK, Kalemdiklat Polri dan kini sebagai Pati Densus 88.</description><content:encoded>PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik Komjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Boy Rafli Amar yang telah memasuki purnatugas.

Berikut sejumlah fakta terkait Rycko Amelza Dahniel:

1. Sebelumnya Kalemdiklat Polri

Sebelumnya, Rycko menjabat sebagai Kalemdiklat Polri dan belum lama ini dia dirotasi menjadi Pati Densus 88 Antiteror Polri.

Jenderal bintang tiga ini diketahui berpengalaman dalam bidang reserse dan ahli dalam memburu teroris. Oleh karena itu, jabatan barunya sebagai Kepala BNPT sangat tepat.

2. Membongkar Bom Bali II

Mengutip buku, Misi Walet Hitam 09.11.05-15.45: Menguak Misteri Teroris Dr. Azhari (2017), Tito Karnavian, Petrus Golose, dan Rycko Amelza Dahniel merupakan tokoh yang membongkar kasus teror Bom Bali II, di Jimbaran, Bali pada 1 Oktober 2005.

&amp;ldquo;Dalam pengusutan kasus Bom Bali II, Gories Mere mempercayakan AKBP Tito Karnavian sebagai manajer olah TKP, dibantu AKBP Petrus Golose dan AKBP Rycko A. Dahniel,&amp;rdquo; tulis buku tersebut.

3. Lulusan Terbaik Akpol 1988

Lulusan terbaik Akpol 1988 bahkan mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, usai melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Rycko mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol Sutanto bersama dengan Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, serta Idham Azis, dan lain sebagainya.4. Tugas Pertama di Poles Jakpus

Tidak hanya itu, kariernya di Korps Bhayangkara cukup moncer. Penugasan pertama ia jalani di Polres Metro Jakarta Pusat sebagai Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan, selanjutnya ditugaskan sebagai instruktur di Akademi Kepolisian Semarang.

Tahun 1993 ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan predikat terbaik, selanjutnya kembali bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat, lalu Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan, dan kemudian sebagai Wakasat Ekonomi Polda Metro Jaya.

Tahun 2002 ia mengikuti pendidikan Sespimpol dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis.

5. Pernah Jadi Ajudan SBY

Rycko juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting diantaranya Kapolres Jakarta Utara. Setelah itu, ia dipromosikan jadi ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian dia menjabat Kepala Lembaga Kerjasama Pendidikan Dit PPITK PTIK, lembaga yang menginduk pada Lemdikpol, lalu sebagai Wakapolda Jabar, Ketua STIK, Kalemdiklat Polri dan kini sebagai Pati Densus 88.</content:encoded></item></channel></rss>
