<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencucian Uang Pasutri Pebisnis Narkoba di Semarang Terungkap, Nilainya Rp8,5 Miliar</title><description>Penyidik juga mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari pasutri itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar"/><item><title>Pencucian Uang Pasutri Pebisnis Narkoba di Semarang Terungkap, Nilainya Rp8,5 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar-WLVB3Cc4yf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polda Jateng ungkap pencucian uang pasutri pebisnis narkoba/Foto: Eka Setiawan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/512/2792755/pencucian-uang-pasutri-pebisnis-narkoba-di-semarang-terungkap-nilainya-rp8-5-miliar-WLVB3Cc4yf.jpg</image><title>Polda Jateng ungkap pencucian uang pasutri pebisnis narkoba/Foto: Eka Setiawan</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMy8xLzE2NDg4OC81L3g4anB1M2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SEMARANG &amp;ndash; Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Jawa Tengah menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang berbisnis narkoba jenis sabu dan ekstasi di Kota Semarang. Penyidik juga mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari pasutri itu.

&amp;ldquo;Nilai keseluruhan aset yang disita Rp8,5miliar,&amp;rdquo; ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Markas Polda Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (4/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Italia Bikin RUU Larang Pakai Bahasa Inggris di Forum Resmi, Melanggar Didenda Rp1,6 M

Asetnya mulai dari beberapa rumah dua lantai, tanah, mobil hingga sepeda motor sport.

Pasutri itu adalah Djoko Susanto (40) dan Faradisa Anggraeni (35). Alamat tinggalnya di Kampung Ciut nomor 11A, RT001/RW005, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang dan Perumahan Taman Beringin Indah Blok F nomor 9 RT004/RW006, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Bisnis haram pasutri itu dilakukan selama 5 tahun terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Slamet Tohari Dukun Pembunuh dan Pengganda Uang di Banjarnegara: Kronologi, Motif, dan Jumlah Korban

Bisnis narkoba itu dijalankan mulai tahun 2017. Tersangka Djoko mempunyai kurir 2 orang yakni TBA dan EW. Upah mereka ditransfer tersangka melalui rekening bank atas nama 3 orang, inisial NH, DT dan EF.

&amp;ldquo;Uang hasil penjualan narkotika yang dilakukan DS (Djoko Susanto) dipindah atau ditransfer ke beberapa rekening bank,&amp;rdquo; lanjutnya didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol. Lutfi Martadian.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Barang bukti yang disita itu 1 bidang tanah seluas 307 meter persegi beserta bangunan di atasnya, 1 bidang tanah seluas 117 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Perumahan Taman Beringin Indah Ngaliyan Semarang.



Kemudian 1 bidang tanah seluas 190 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Kampung Wonolopo, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Ada pula 1 bidang tanah kosong seluas 129 meter persegi di Perumah Taman Beringin Indah Ngaliyan, 1 bidang tanah kosong seluas 115 meter persegi di depan sebelah kanan Perumahan Taman Beringin Indah Ngaliyan.



Di sita pula 1 bidang tanah luas 107 meter persegi dan 60 meter persegi beserta bangunan di atasnya di wilayah Perumahan Puri Delta Asri, Desa Campurrejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dan di Perumahan Bancar Cluster 2, Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Sebidang tanah di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang juga disita.



Sementara hasil bisnis narkotika itu juga dibelikan 2 mobil, masing-masing Mitsubishi Xpander Ultimate warna silver metalik dan Xpander Cross warna putih mutiara. Sebuah motor Yamaha R15 warga hitam juga disita.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMy8xLzE2NDg4OC81L3g4anB1M2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

SEMARANG &amp;ndash; Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Jawa Tengah menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang berbisnis narkoba jenis sabu dan ekstasi di Kota Semarang. Penyidik juga mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari pasutri itu.

&amp;ldquo;Nilai keseluruhan aset yang disita Rp8,5miliar,&amp;rdquo; ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Markas Polda Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (4/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Italia Bikin RUU Larang Pakai Bahasa Inggris di Forum Resmi, Melanggar Didenda Rp1,6 M

Asetnya mulai dari beberapa rumah dua lantai, tanah, mobil hingga sepeda motor sport.

Pasutri itu adalah Djoko Susanto (40) dan Faradisa Anggraeni (35). Alamat tinggalnya di Kampung Ciut nomor 11A, RT001/RW005, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang dan Perumahan Taman Beringin Indah Blok F nomor 9 RT004/RW006, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Bisnis haram pasutri itu dilakukan selama 5 tahun terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Slamet Tohari Dukun Pembunuh dan Pengganda Uang di Banjarnegara: Kronologi, Motif, dan Jumlah Korban

Bisnis narkoba itu dijalankan mulai tahun 2017. Tersangka Djoko mempunyai kurir 2 orang yakni TBA dan EW. Upah mereka ditransfer tersangka melalui rekening bank atas nama 3 orang, inisial NH, DT dan EF.

&amp;ldquo;Uang hasil penjualan narkotika yang dilakukan DS (Djoko Susanto) dipindah atau ditransfer ke beberapa rekening bank,&amp;rdquo; lanjutnya didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol. Lutfi Martadian.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Barang bukti yang disita itu 1 bidang tanah seluas 307 meter persegi beserta bangunan di atasnya, 1 bidang tanah seluas 117 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Perumahan Taman Beringin Indah Ngaliyan Semarang.



Kemudian 1 bidang tanah seluas 190 meter persegi beserta bangunan di atasnya di Kampung Wonolopo, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Ada pula 1 bidang tanah kosong seluas 129 meter persegi di Perumah Taman Beringin Indah Ngaliyan, 1 bidang tanah kosong seluas 115 meter persegi di depan sebelah kanan Perumahan Taman Beringin Indah Ngaliyan.



Di sita pula 1 bidang tanah luas 107 meter persegi dan 60 meter persegi beserta bangunan di atasnya di wilayah Perumahan Puri Delta Asri, Desa Campurrejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dan di Perumahan Bancar Cluster 2, Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Sebidang tanah di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang juga disita.



Sementara hasil bisnis narkotika itu juga dibelikan 2 mobil, masing-masing Mitsubishi Xpander Ultimate warna silver metalik dan Xpander Cross warna putih mutiara. Sebuah motor Yamaha R15 warga hitam juga disita.</content:encoded></item></channel></rss>
