<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Dukun Mbah Slamet Ternyata Pebisnis Barang Antik</title><description>Korban yang diracun dukun palsu di Banjarnegara, Paryanto (53) dikenal sebagai pebisnis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik"/><item><title>Korban Dukun Mbah Slamet Ternyata Pebisnis Barang Antik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik-xTln0AkaKM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pembunuhan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/525/2793140/korban-dukun-mbah-slamet-ternyata-pebisnis-barang-antik-xTln0AkaKM.jpg</image><title>Ilustrasi pembunuhan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>SUKABUMI - Salah satu korban yang diracun dukun palsu di Banjarnegara, Paryanto (53) dikenal sebagai pebisnis. Selain dahulu dikenal sebagai kontraktor, terakhir kali bisnis yang dijalani oleh korban berupa barang antik dan batu-batuan.
Korban yang hidup seorang diri di sebuah kontrakan di wilayah Rambay Cisaat, sudah tidak mempunyai keluarga. Kedua orangtuanya sudah meninggal sedangkan mantan istri dan anaknya tidak tinggal di wilayah Subang Jaya.

BACA JUGA:
 Polisi Buru Dalang Pembunuhan Sadis Lansia di Kalsel&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Anak korban, GE (15) mengatakan, terakhir bertemu dengan ayahnya tersebut pada berkisar di permulaan Januari 2023 dan terakhir ia mengantar ayahnya ke Banjarnegara pada sekira bulan November-Desember 2022.
&amp;ldquo;Ayah saya bisnis, di bidang kaya semacam perbatuan, terus barang-barang antik. Saya sempat mengingatkan ayah untuk berhenti ikut-ikutan uka-uka (penggandaan uang), karena dengan bisnis yang dijalaninya, penghasilan ayah sudah cukup,&quot; ujar GE kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
 6 Fakta Mbah Slamet, Pelaku Pembunuhan Berencana Berawal dari Penipuan Penggandaan Uang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sementara itu, kuasa hukum korban, Heri Purnama Tanjung mengatakan, total kerugian korban mencapai Rp90 juta lebih. Hal tersebut terlihat dari mutasi rekening milik korban.

Jumlah tersebut belum termasuk barang-barang korban yang menjadi barang bukti diduga dibuang ke beberapa daerah.



&amp;ldquo;Kalau dari orangtua GE sekitar Rp90 juta lebih. Itu dari mutasi rekening Rp90 juta mungkin lebih dari itu karena uang tunainya kita nggak tahu. Handphone dibuang di kali di Cirebon, kalau mobil (rental) di Wonosobo,&amp;rdquo; ujar Heri saat ditemui usai pemakaman.



Heri menambahkan, saat ini pihaknya akan terus mengawal kasus pembunuhan dengan cara diracun yang terkait dengan penggandaan uang. Menurutnya, proses hukum masih berjalan, karena belum semua jasad ditemukan, kemungkinan masih banyak karena baru 11 ditemukan.



&quot;Yang jelas kita minta keadilan dengan hukuman setimpal, saya sebagai kuasa hukum akan mendampingi korban. Sudah jelas ini berencana dari mulai penggandaan uang sampai pembunuh, karena modusnya penipuan 378, si korban ini semua menagih janji dukun tersebut dan akhirnya semua yang nagih dibunuh,&quot; ujar Heri.

Sebelumnya, Mbah Slamet Tohari, dukun pembunuh dan pengganda uang di Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian.

Pria berusia 45 tahun kini menjadi tersangka setelah aksi serial killernya terungkap. Menurut keterangan polisi telah menemukan 10 mayat korban praktik penggandaan uang yang dilakukan oleh Mbah Slamet.
Diduga ada beberapa korban yang tewas sejak lama karena saat ditemukan jasadnya sudah dalam bentuk kerangka.</description><content:encoded>SUKABUMI - Salah satu korban yang diracun dukun palsu di Banjarnegara, Paryanto (53) dikenal sebagai pebisnis. Selain dahulu dikenal sebagai kontraktor, terakhir kali bisnis yang dijalani oleh korban berupa barang antik dan batu-batuan.
Korban yang hidup seorang diri di sebuah kontrakan di wilayah Rambay Cisaat, sudah tidak mempunyai keluarga. Kedua orangtuanya sudah meninggal sedangkan mantan istri dan anaknya tidak tinggal di wilayah Subang Jaya.

BACA JUGA:
 Polisi Buru Dalang Pembunuhan Sadis Lansia di Kalsel&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Anak korban, GE (15) mengatakan, terakhir bertemu dengan ayahnya tersebut pada berkisar di permulaan Januari 2023 dan terakhir ia mengantar ayahnya ke Banjarnegara pada sekira bulan November-Desember 2022.
&amp;ldquo;Ayah saya bisnis, di bidang kaya semacam perbatuan, terus barang-barang antik. Saya sempat mengingatkan ayah untuk berhenti ikut-ikutan uka-uka (penggandaan uang), karena dengan bisnis yang dijalaninya, penghasilan ayah sudah cukup,&quot; ujar GE kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
 6 Fakta Mbah Slamet, Pelaku Pembunuhan Berencana Berawal dari Penipuan Penggandaan Uang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sementara itu, kuasa hukum korban, Heri Purnama Tanjung mengatakan, total kerugian korban mencapai Rp90 juta lebih. Hal tersebut terlihat dari mutasi rekening milik korban.

Jumlah tersebut belum termasuk barang-barang korban yang menjadi barang bukti diduga dibuang ke beberapa daerah.



&amp;ldquo;Kalau dari orangtua GE sekitar Rp90 juta lebih. Itu dari mutasi rekening Rp90 juta mungkin lebih dari itu karena uang tunainya kita nggak tahu. Handphone dibuang di kali di Cirebon, kalau mobil (rental) di Wonosobo,&amp;rdquo; ujar Heri saat ditemui usai pemakaman.



Heri menambahkan, saat ini pihaknya akan terus mengawal kasus pembunuhan dengan cara diracun yang terkait dengan penggandaan uang. Menurutnya, proses hukum masih berjalan, karena belum semua jasad ditemukan, kemungkinan masih banyak karena baru 11 ditemukan.



&quot;Yang jelas kita minta keadilan dengan hukuman setimpal, saya sebagai kuasa hukum akan mendampingi korban. Sudah jelas ini berencana dari mulai penggandaan uang sampai pembunuh, karena modusnya penipuan 378, si korban ini semua menagih janji dukun tersebut dan akhirnya semua yang nagih dibunuh,&quot; ujar Heri.

Sebelumnya, Mbah Slamet Tohari, dukun pembunuh dan pengganda uang di Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian.

Pria berusia 45 tahun kini menjadi tersangka setelah aksi serial killernya terungkap. Menurut keterangan polisi telah menemukan 10 mayat korban praktik penggandaan uang yang dilakukan oleh Mbah Slamet.
Diduga ada beberapa korban yang tewas sejak lama karena saat ditemukan jasadnya sudah dalam bentuk kerangka.</content:encoded></item></channel></rss>
