<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Ini Tak Sengaja Disunat saat Ingin Periksa Kandung Kemih, Kok Bisa?</title><description>Seorang pria, Terry Brazier yang hendak memeriksakan kandung kemih malah disunat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa"/><item><title>Pria Ini Tak Sengaja Disunat saat Ingin Periksa Kandung Kemih, Kok Bisa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 02:08 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa-zITmhPNE89.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terry Brazier (Foto BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/18/2792949/pria-ini-tak-sengaja-disunat-saat-ingin-periksa-kandung-kemih-kok-bisa-zITmhPNE89.jpg</image><title>Terry Brazier (Foto BBC)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC8xLzE2NDU4OS81L3g4amVtcHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
INGGRIS - Insiden tak biasa terjadi di sebuah rumah sakit di Inggris&amp;nbsp;pada 2019. Seorang pria, Terry Brazier yang hendak memeriksakan kandung kemih malah diberi pelayanan sunat oleh pihak RS.

Atas kejadian itu, Terry Brazier mendapatkan ganti rugi &amp;pound;20.000 atau setara dengan Rp347 juta. Kejadian itu berawal saat Terry Brazier hendak mendapatkan suntikan pada kandung kemihnya ketika dirawat di Leicester Royal Infirmary, Inggris musim panas lalu.

Tetapi petugas rumah sakit salah mengidentifikasi pasien dan justru menyunatnya. Usai proses sunat selesai, petugas menyampaikan permintaan maaf mendalam dan tulus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Italia Bikin RUU Larang Pakai Bahasa Inggris di Forum Resmi, Melanggar Didenda Rp1,6 M

Pria berumur 70 ini mengatakan dirinya sempat dibiarkan menunggu selama dua jam setelah operasi sunat dilakukan. Pihak rumah sakit kemudian memberitahunya terkait proses sunat yang sudah selesai.

&quot;Oh, saya disunat?&quot; ujar Terry menjawab pernyataan pihak RS.

&quot;Apa lagi yang bisa saya katakan? Saya terkejut, saya tidak percaya apa yang mereka katakan,&quot; katanya.

Peristiwa yang menimpa Terry itu dicatat sebagai peristiwa yang tidak pernah terjadi di rumah sakit. Insiden itu sebenarnya dapat dicegah bila prosedur penindakan diterapkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hanya Kenakan Celana Dalam, Bule Inggris Ngamuk di Kantor Dinas Penanaman Modal Bali

Kasus ini adalah satu dari delapan kasus yang diajukan terhadap rumah sakit di Leicester pada tahun 2018, demikian dilaporkan Local Democracy Reporting Service.

Kakek dua cucu ini mengatakan dirinya memutuskan mengambil langkah hukum setelah Rumah Sakit Leicester mengakui lewat surat bahwa langkah pemeriksaan yang diperlukan, tidak dilakukan.

&quot;Kasus ini jadi bahan lelucon, tetapi terdapat sisi serius dari semua hal ini,&quot; kata Terry.

&quot;Kejadiannya dapat menjadi lebih parah bagi orang lain, seseorang dapat mengalami bagian tubuh yang salah diamputasi,&quot; imbuhnya.

&quot;Ini seharusnya tidak terjadi dan terutama saya tidak ingin hal ini terjadi kembali. Anda ke rumah sakit dan percayai orang-orang ini, Anda tidak memperkirakan kesalahan akan dilakukan,&quot; tambahnya.

Andrew Furlong, direktur kedokteran di University Hospitals of Leicester, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

&quot;Kami menyikapi peristiwa seperti ini dengan sangat serius dan melakukan penyelidikan seksama saat itu untuk memastikan kami belajar dari insiden ini dan melakukan segalanya untuk menghindarinya hal ini terjadi lagi,&quot; ujarnya.

&quot;Uang tidak bisa mengganti apa yang telah terjadi, tapi kami berharap pembayaran ini memberikan semacam ganti rugi,&quot; imbuh Andrew.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNC8xLzE2NDU4OS81L3g4amVtcHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
INGGRIS - Insiden tak biasa terjadi di sebuah rumah sakit di Inggris&amp;nbsp;pada 2019. Seorang pria, Terry Brazier yang hendak memeriksakan kandung kemih malah diberi pelayanan sunat oleh pihak RS.

Atas kejadian itu, Terry Brazier mendapatkan ganti rugi &amp;pound;20.000 atau setara dengan Rp347 juta. Kejadian itu berawal saat Terry Brazier hendak mendapatkan suntikan pada kandung kemihnya ketika dirawat di Leicester Royal Infirmary, Inggris musim panas lalu.

Tetapi petugas rumah sakit salah mengidentifikasi pasien dan justru menyunatnya. Usai proses sunat selesai, petugas menyampaikan permintaan maaf mendalam dan tulus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Italia Bikin RUU Larang Pakai Bahasa Inggris di Forum Resmi, Melanggar Didenda Rp1,6 M

Pria berumur 70 ini mengatakan dirinya sempat dibiarkan menunggu selama dua jam setelah operasi sunat dilakukan. Pihak rumah sakit kemudian memberitahunya terkait proses sunat yang sudah selesai.

&quot;Oh, saya disunat?&quot; ujar Terry menjawab pernyataan pihak RS.

&quot;Apa lagi yang bisa saya katakan? Saya terkejut, saya tidak percaya apa yang mereka katakan,&quot; katanya.

Peristiwa yang menimpa Terry itu dicatat sebagai peristiwa yang tidak pernah terjadi di rumah sakit. Insiden itu sebenarnya dapat dicegah bila prosedur penindakan diterapkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hanya Kenakan Celana Dalam, Bule Inggris Ngamuk di Kantor Dinas Penanaman Modal Bali

Kasus ini adalah satu dari delapan kasus yang diajukan terhadap rumah sakit di Leicester pada tahun 2018, demikian dilaporkan Local Democracy Reporting Service.

Kakek dua cucu ini mengatakan dirinya memutuskan mengambil langkah hukum setelah Rumah Sakit Leicester mengakui lewat surat bahwa langkah pemeriksaan yang diperlukan, tidak dilakukan.

&quot;Kasus ini jadi bahan lelucon, tetapi terdapat sisi serius dari semua hal ini,&quot; kata Terry.

&quot;Kejadiannya dapat menjadi lebih parah bagi orang lain, seseorang dapat mengalami bagian tubuh yang salah diamputasi,&quot; imbuhnya.

&quot;Ini seharusnya tidak terjadi dan terutama saya tidak ingin hal ini terjadi kembali. Anda ke rumah sakit dan percayai orang-orang ini, Anda tidak memperkirakan kesalahan akan dilakukan,&quot; tambahnya.

Andrew Furlong, direktur kedokteran di University Hospitals of Leicester, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

&quot;Kami menyikapi peristiwa seperti ini dengan sangat serius dan melakukan penyelidikan seksama saat itu untuk memastikan kami belajar dari insiden ini dan melakukan segalanya untuk menghindarinya hal ini terjadi lagi,&quot; ujarnya.

&quot;Uang tidak bisa mengganti apa yang telah terjadi, tapi kami berharap pembayaran ini memberikan semacam ganti rugi,&quot; imbuh Andrew.







</content:encoded></item></channel></rss>
