<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berencana Mundur Setelah 23 Tahun Berkuasa, Presiden Rwanda Ungkap Keinginan Jadi Jurnalis</title><description>Kagame telah menjabat sebagai Presiden Rwanda sejak 2000.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis"/><item><title>Berencana Mundur Setelah 23 Tahun Berkuasa, Presiden Rwanda Ungkap Keinginan Jadi Jurnalis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis-CZ47l7uiuq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rwanda Paul Kagame disambut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 15 November 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/18/2793766/berencana-mundur-setelah-23-tahun-berkuasa-presiden-rwanda-ungkap-keinginan-jadi-jurnalis-CZ47l7uiuq.jpg</image><title>Presiden Rwanda Paul Kagame disambut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 15 November 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>KIGALI - Setelah menghabiskan 23 tahun sebagai kepala negara, Presiden Rwanda Paul Kagame telah menyatakan keinginannya untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin baru.
Kagame mengumumkan bahwa rencana suksesi saat ini sedang dalam diskusi aktif di dalam partai yang berkuasa. Dia membuat pernyataan tersebut saat jumpa pers bersama dengan mitranya Presiden Kenya, William Ruto, di Kigali.

BACA JUGA:
Dalang Pembantaian 800.000 Orang Selama Genosida Rwanda Meninggal di Penjara Mali

Pemimpin berusia 65 tahun itu mengatakan bahwa pensiunnya itu adalah sesuatu yang &quot;tak terhindarkan&quot;.
Kagame mengatakan dia tidak tertarik untuk memilih penggantinya. Namun, dia mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan lingkungan yang akan melahirkan orang-orang yang bisa memimpin.
&quot;Kami telah melakukan diskusi ini di dalam partai (yang berkuasa) kami sejak 2010 tetapi keadaan, tantangan, dan sejarah Rwanda cenderung mendikte hal-hal tertentu,&quot; katanya dalam laporan BBC.

BACA JUGA:
Paul Rusesabagina, Pahlawan Hotel Rwanda Akan Dibebaskan Usai Djatuhi Hukuman 25 Tahun Penjara

Dia mengatakan pensiunnya adalah masalah yang harus dibahas &quot;cepat atau lambat&quot;, menambahkan kepastiannya untuk menjadi jurnalis setelah mundur dari politik.
&quot;Bergabung dengan jurnalisme di usia tua saya. Saya menantikannya,&quot; kata Kagame sebagaimana dilansir Africa News.

Komentarnya muncul beberapa hari setelah partai yang berkuasa di negara itu, Front Patriotik Rwanda (RPF-Inkotanyi), memilih wakil ketua wanita pertamanya.
Presiden Kagame mempertahankan posisi ketua. Ia memimpin partai itu sejak 1998.
Ini bukan pertama kalinya Kagame berbicara tentang pensiun. Pada Desember 2022, dia mengatakan tidak masalah menjadi warga lanjut usia biasa.
Pada 2015, referendum kontroversial di Rwanda menghapus batas konstitusional dua masa jabatan untuk presiden. Kagame yang berkuasa sejak tahun 2000 mampu mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan memenangkan pemilihan.</description><content:encoded>KIGALI - Setelah menghabiskan 23 tahun sebagai kepala negara, Presiden Rwanda Paul Kagame telah menyatakan keinginannya untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin baru.
Kagame mengumumkan bahwa rencana suksesi saat ini sedang dalam diskusi aktif di dalam partai yang berkuasa. Dia membuat pernyataan tersebut saat jumpa pers bersama dengan mitranya Presiden Kenya, William Ruto, di Kigali.

BACA JUGA:
Dalang Pembantaian 800.000 Orang Selama Genosida Rwanda Meninggal di Penjara Mali

Pemimpin berusia 65 tahun itu mengatakan bahwa pensiunnya itu adalah sesuatu yang &quot;tak terhindarkan&quot;.
Kagame mengatakan dia tidak tertarik untuk memilih penggantinya. Namun, dia mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan lingkungan yang akan melahirkan orang-orang yang bisa memimpin.
&quot;Kami telah melakukan diskusi ini di dalam partai (yang berkuasa) kami sejak 2010 tetapi keadaan, tantangan, dan sejarah Rwanda cenderung mendikte hal-hal tertentu,&quot; katanya dalam laporan BBC.

BACA JUGA:
Paul Rusesabagina, Pahlawan Hotel Rwanda Akan Dibebaskan Usai Djatuhi Hukuman 25 Tahun Penjara

Dia mengatakan pensiunnya adalah masalah yang harus dibahas &quot;cepat atau lambat&quot;, menambahkan kepastiannya untuk menjadi jurnalis setelah mundur dari politik.
&quot;Bergabung dengan jurnalisme di usia tua saya. Saya menantikannya,&quot; kata Kagame sebagaimana dilansir Africa News.

Komentarnya muncul beberapa hari setelah partai yang berkuasa di negara itu, Front Patriotik Rwanda (RPF-Inkotanyi), memilih wakil ketua wanita pertamanya.
Presiden Kagame mempertahankan posisi ketua. Ia memimpin partai itu sejak 1998.
Ini bukan pertama kalinya Kagame berbicara tentang pensiun. Pada Desember 2022, dia mengatakan tidak masalah menjadi warga lanjut usia biasa.
Pada 2015, referendum kontroversial di Rwanda menghapus batas konstitusional dua masa jabatan untuk presiden. Kagame yang berkuasa sejak tahun 2000 mampu mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan memenangkan pemilihan.</content:encoded></item></channel></rss>
