<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh! 50 Persen Angkutan Lebaran di Terminal Jatijajar Depok Tak Lulus Ramp Check   </title><description>Jumlah tersebut dari total 94 unit yang dicek kelaikannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check"/><item><title>Waduh! 50 Persen Angkutan Lebaran di Terminal Jatijajar Depok Tak Lulus Ramp Check   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check-dwPamTlbGM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/338/2793361/waduh-50-persen-angkutan-lebaran-di-terminal-jatijajar-depok-tak-lulus-ramp-check-dwPamTlbGM.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>DEPOK -&amp;nbsp;Kepala Terminal Tipe A&amp;nbsp;Jatijajar, Kota Depok,&amp;nbsp;Asri&amp;nbsp;Sinuraya mengungkapkan hingga Jumat (31/3) sebanyak 50 persen armada bus angkutan Lebaran 2023 tidak lulus ramp check. Jumlah tersebut dari total 94 unit yang dicek kelaikannya.

&quot;Terkait data ramp check sampai dengan 31/3 sudah ada 94 armada yang dilakukan pengecekan, 50 persen tidak lulus, bukan tidak laik jalan ya,&quot; kata Asri saat dikonfirmasi, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Banjir Rob selama Lebaran 2023

Asri menambahkan sejumlah armada bus tak lulus uji ramp check disebabkan sejumlah faktor, mulai lampu rem dan sein mati hingga kaca mengalami keretakan.

&quot;Tidak lulusnya dikarenakan ada item seperti lampu rem, lampu sein mati, item terkait sabuk pengaman sopir, kaca depan ada retak kecil,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Jalur Pantai Selatan Bisa Dilalui saat Mudik Lebaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, Asri meminta perusahaan otobus (PO) untuk memperbaiki item yang rusak atau mati. Selanjutnya bila telah dilakukan perbaikan akan dilakukan penempelan stiker.

&quot;Iya dia (PO Bus) hanya memperbaiki item kecil tersebut. Setelah dilakukan perbaikan nanti kita tempelkan stikernya kembali,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>DEPOK -&amp;nbsp;Kepala Terminal Tipe A&amp;nbsp;Jatijajar, Kota Depok,&amp;nbsp;Asri&amp;nbsp;Sinuraya mengungkapkan hingga Jumat (31/3) sebanyak 50 persen armada bus angkutan Lebaran 2023 tidak lulus ramp check. Jumlah tersebut dari total 94 unit yang dicek kelaikannya.

&quot;Terkait data ramp check sampai dengan 31/3 sudah ada 94 armada yang dilakukan pengecekan, 50 persen tidak lulus, bukan tidak laik jalan ya,&quot; kata Asri saat dikonfirmasi, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Banjir Rob selama Lebaran 2023

Asri menambahkan sejumlah armada bus tak lulus uji ramp check disebabkan sejumlah faktor, mulai lampu rem dan sein mati hingga kaca mengalami keretakan.

&quot;Tidak lulusnya dikarenakan ada item seperti lampu rem, lampu sein mati, item terkait sabuk pengaman sopir, kaca depan ada retak kecil,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Jalur Pantai Selatan Bisa Dilalui saat Mudik Lebaran&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lebih lanjut, Asri meminta perusahaan otobus (PO) untuk memperbaiki item yang rusak atau mati. Selanjutnya bila telah dilakukan perbaikan akan dilakukan penempelan stiker.

&quot;Iya dia (PO Bus) hanya memperbaiki item kecil tersebut. Setelah dilakukan perbaikan nanti kita tempelkan stikernya kembali,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
