<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kutuk Tindakan Israel, Erdogan Sebut Serangan ke Masjid Al Aqsa Sebagai Garis Merah</title><description>Turki memperingatkan bahwa hubugan Turki-Israel dapat terpengaruh oleh kejadian di Masjid Al Aqsa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah"/><item><title>Kutuk Tindakan Israel, Erdogan Sebut Serangan ke Masjid Al Aqsa Sebagai Garis Merah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah-oEUcvH51vO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/18/2794161/kutuk-tindakan-israel-erdogan-sebut-serangan-ke-masjid-al-aqsa-sebagai-garis-merah-oEUcvH51vO.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk penyerbuan polisi Israel ke Masjid Al Aqsa. Erdogan menyebut tindakan yang dilakukan Zionis di kompleks masjid suci tersebut sebagai &quot;garis merah&quot; untuk Turki.

BACA JUGA:
Polisi Israel Serbu Masjid Al Aqsa dengan Granat dan Gas Air Mata, Tahan 400 Orang

&amp;ldquo;Saya mengutuk tindakan keji terhadap kiblat pertama umat Islam atas nama negara dan rakyat saya, dan saya menyerukan agar serangan dihentikan secepat mungkin,&amp;rdquo; kata Erdogan sebagaimana dilansir Al Jazeera.
&amp;ldquo;Nama dari tindakan ini adalah politik represi, politik darah, politik provokasi. Turki tidak pernah bisa tinggal diam dan bergeming dalam menghadapi serangan-serangan ini.

BACA JUGA:
Indonesia Kutuk Penyerbuan Polisi Israel ke Masjid Al Aqsa, Desak PBB Ambil Tindakan

&amp;ldquo;Menyentuh Masjid Al-Aqsa dan menginjak-injak kesuciannya adalah garis merah bagi kami,&amp;rdquo; kata Erdogan.
Turki mengecam serangan terhadap jamaah sebagai &quot;tidak dapat diterima&quot;, dengan mengatakan mereka melanggar karakter &quot;sakral&quot;.Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa tindakan dan kekejian Israel terhadap warga Palestina berpotensi merusak hubungan antara Yerusalem dan Ankara yang mulai menunjukkan pemulihan.
&amp;ldquo;Normalisasi (hubungan) dengan Israel telah dimulai, tetapi komitmen kami tidak dapat mengorbankan kepentingan Palestina dan prinsip-prinsip kami,&amp;rdquo; kata Cavusoglu di sela-sela pertemuan NATO di Brussel.
&quot;Serangan ini telah melampaui batas.&quot;
Dilaporkan sebelumnya, polisi Israel menyerbu Masjid Al Aqsa di Yerusalem menggunakan granat kejut dan gas air mata pada Rabu. Penyerbuan ini terjadi sehari setelah pasukan Israel memasuki masjid menggunakan granat kejut dan gas air mata serta peluru karet dan pentungan.
Saluran televisi Al Mayadeen melaporkan, polisi Israel menahan lebih dari 400 orang di masjid Al Aqsa sementara sekira seratus orang lainnya mengalami luka-luka.</description><content:encoded>ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk penyerbuan polisi Israel ke Masjid Al Aqsa. Erdogan menyebut tindakan yang dilakukan Zionis di kompleks masjid suci tersebut sebagai &quot;garis merah&quot; untuk Turki.

BACA JUGA:
Polisi Israel Serbu Masjid Al Aqsa dengan Granat dan Gas Air Mata, Tahan 400 Orang

&amp;ldquo;Saya mengutuk tindakan keji terhadap kiblat pertama umat Islam atas nama negara dan rakyat saya, dan saya menyerukan agar serangan dihentikan secepat mungkin,&amp;rdquo; kata Erdogan sebagaimana dilansir Al Jazeera.
&amp;ldquo;Nama dari tindakan ini adalah politik represi, politik darah, politik provokasi. Turki tidak pernah bisa tinggal diam dan bergeming dalam menghadapi serangan-serangan ini.

BACA JUGA:
Indonesia Kutuk Penyerbuan Polisi Israel ke Masjid Al Aqsa, Desak PBB Ambil Tindakan

&amp;ldquo;Menyentuh Masjid Al-Aqsa dan menginjak-injak kesuciannya adalah garis merah bagi kami,&amp;rdquo; kata Erdogan.
Turki mengecam serangan terhadap jamaah sebagai &quot;tidak dapat diterima&quot;, dengan mengatakan mereka melanggar karakter &quot;sakral&quot;.Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa tindakan dan kekejian Israel terhadap warga Palestina berpotensi merusak hubungan antara Yerusalem dan Ankara yang mulai menunjukkan pemulihan.
&amp;ldquo;Normalisasi (hubungan) dengan Israel telah dimulai, tetapi komitmen kami tidak dapat mengorbankan kepentingan Palestina dan prinsip-prinsip kami,&amp;rdquo; kata Cavusoglu di sela-sela pertemuan NATO di Brussel.
&quot;Serangan ini telah melampaui batas.&quot;
Dilaporkan sebelumnya, polisi Israel menyerbu Masjid Al Aqsa di Yerusalem menggunakan granat kejut dan gas air mata pada Rabu. Penyerbuan ini terjadi sehari setelah pasukan Israel memasuki masjid menggunakan granat kejut dan gas air mata serta peluru karet dan pentungan.
Saluran televisi Al Mayadeen melaporkan, polisi Israel menahan lebih dari 400 orang di masjid Al Aqsa sementara sekira seratus orang lainnya mengalami luka-luka.</content:encoded></item></channel></rss>
