<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jejak Inggit Garnasih dalam Naskah Pidato Indonesia Menggugat Soekarno yang Terkenal</title><description>Semasa menjadi tahanan politik di Penjara Banceuy, Soekarno menyusun pleidoinya yang menggelegar&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal"/><item><title>Jejak Inggit Garnasih dalam Naskah Pidato Indonesia Menggugat Soekarno yang Terkenal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 05:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rifqa Nisyardhana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal-rQYnfVb9es.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inggit Garnasih dan Soekarno/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/337/2793983/jejak-inggit-garnasih-dalam-naskah-pidato-indonesia-menggugat-soekarno-yang-terkenal-rQYnfVb9es.jpg</image><title>Inggit Garnasih dan Soekarno/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMS82Ni8xNjQ4MjUvNS94OGpubm1h&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Semasa menjadi tahanan politik di Penjara Banceuy, Bandung, Soekarno menyusun pleidoinya yang menggelegar. Pleidoi itu kemudian dinamai 'Indonesia Menggugat'.

Siapa sangka, naskah pidato yang terkenal itu disusun Bung Besar dengan bantuan data dan informasi yang diselundupkan istrinya, Inggit Garnasih, dari luar penjara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Cerita Jenderal Sarwo Edhie Wibowo Menolak Diusung Menjadi Calon Presiden

Soekarno kala itu ditahan sebagai tahanan politik karena dituduh oleh penjajah ingin menggulingkan pemerintahan Hindia Belanda.

Di masa sulit ini, Inggit Garnasih selalu hadir untuk Soekarno. Ia menjadi orang kepercayaan di luar penjara. Inggit membantu sang suami untuk mencari dan mengirimkan data serta dokumen untuk digunakan Soekarno sebagai referensi Menyusun pembelaan (Pledoi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bahas Pembinaan Teritorial di Daerah, Panglima TNI Bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati&amp;rsquo;, Inggit dengan berani menyelundupkan data dan dokumen yang diperlukan suaminya. Semua data dan referensi yang dibutuhkan Soekarno disembunyikan Inggit di balik kebayanya.

Selama melakukan hal tersebut Inggit tidak ketahuan oleh sipir penjara. Jerih payah Inggit ini membuat Soekarno berhasil menyusun pembelaannya yang terkenal, &amp;lsquo;Indonesia Menggugat&amp;rsquo;, yang dibacakan di Landraad Bandung pada 18 Agustus 1930.


Pengorbanan dan kesetiaan cinta yang dilakukan oleh Inggit tidak hanya berlangsung sekali. Inggit juga selalu menengok Suaminya di penjara demi mengirimkan makanan setiap harinya.



Tak hanya membawa suplai makanan, Inggit juga selalu membawakan Infomasi dari luar penjara kepada Soekarno.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMS82Ni8xNjQ4MjUvNS94OGpubm1h&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Semasa menjadi tahanan politik di Penjara Banceuy, Bandung, Soekarno menyusun pleidoinya yang menggelegar. Pleidoi itu kemudian dinamai 'Indonesia Menggugat'.

Siapa sangka, naskah pidato yang terkenal itu disusun Bung Besar dengan bantuan data dan informasi yang diselundupkan istrinya, Inggit Garnasih, dari luar penjara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Cerita Jenderal Sarwo Edhie Wibowo Menolak Diusung Menjadi Calon Presiden

Soekarno kala itu ditahan sebagai tahanan politik karena dituduh oleh penjajah ingin menggulingkan pemerintahan Hindia Belanda.

Di masa sulit ini, Inggit Garnasih selalu hadir untuk Soekarno. Ia menjadi orang kepercayaan di luar penjara. Inggit membantu sang suami untuk mencari dan mengirimkan data serta dokumen untuk digunakan Soekarno sebagai referensi Menyusun pembelaan (Pledoi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bahas Pembinaan Teritorial di Daerah, Panglima TNI Bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dalam buku &amp;lsquo;Soekarno Fatmawati&amp;rsquo;, Inggit dengan berani menyelundupkan data dan dokumen yang diperlukan suaminya. Semua data dan referensi yang dibutuhkan Soekarno disembunyikan Inggit di balik kebayanya.

Selama melakukan hal tersebut Inggit tidak ketahuan oleh sipir penjara. Jerih payah Inggit ini membuat Soekarno berhasil menyusun pembelaannya yang terkenal, &amp;lsquo;Indonesia Menggugat&amp;rsquo;, yang dibacakan di Landraad Bandung pada 18 Agustus 1930.


Pengorbanan dan kesetiaan cinta yang dilakukan oleh Inggit tidak hanya berlangsung sekali. Inggit juga selalu menengok Suaminya di penjara demi mengirimkan makanan setiap harinya.



Tak hanya membawa suplai makanan, Inggit juga selalu membawakan Infomasi dari luar penjara kepada Soekarno.

</content:encoded></item></channel></rss>
