<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKB Masih Ingin Barter Pilot Susi Air dengan Senjata</title><description>&amp;nbsp;
Hal tersebut, kata Yudo, terungkap berdasarkan pertemuan saat negosiasi antara pemerintah daerah dengan kelompok penyandera&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata"/><item><title>KKB Masih Ingin Barter Pilot Susi Air dengan Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata-3g9IgBXzRN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/337/2794013/kkb-masih-ingin-barter-pilot-susi-air-dengan-senjata-3g9IgBXzRN.jpg</image><title>Pilot Susi Air disandera KKB/Foto: Istimewa</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY0Ni81L3g4amhleWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih berkeinginan menukar sanderanya, yakni pilot Susi Air Kapten Philips Mark Marthens dengan sejumlah amunisi dan senjata api.

Hal tersebut, kata Yudo, terungkap berdasarkan pertemuan saat negosiasi antara pemerintah daerah dengan kelompok penyandera.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Dompu NTB, 4.166 Rumah Terdampak

&quot;Ya selalu akan begitu pasti selalu tujuan utamanya kan gitu. Minta senjata, minta merdeka, kan pastinya gitu,&quot; kata Yudo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/4/2023).

Yudo menjelaskan, pihaknya terus berupaya menempuh langkah persuasif dengan bernegosiasi. Namun, permintaan tersebut sudah pasti tidak akan diindahkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Kutuk Penyerbuan Polisi Israel ke Masjid Al Aqsa, Desak PBB Ambil Tindakan

Yang jelas, kata Yudo, langkah persuasif dilakukan untuk menghindari adanya kontak senjata yang bisa berdampak kepada warga sipil. Masyarakat pun harus bersabar untuk mendengar kabar pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut, sebab proses negosiasi membutuhkan waktu yang panjang.

&quot;Mereka yang mediasi ini kan untuk menuju ke daerahnya ini ga gampang, bukan di daerah yang bisa ditempuh dengan kendaraan, mereka juga butuh berhari-hari untuk menuju ke tempatnya ini,&quot; kata Yudo.

Terlebih, kata Yudo, (Pj) Bupati Nduga Namia Gwijangge juga telah memintanya untuk bersabar menunggu hasil negosiasi yang dilakukan pemerintah daerah.

Bahkan, Namia Gwijangge juga meminta supaya Panglima TNI tidak menggunakan cara militer dalam proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru tersebut, karena dapat membahayakan masyarakat sipil.

&quot;Ini berdasarkan dari tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar dulu pak sabar, saya akan usahakan (negosiasi),&quot; kata Yudo.

&quot;Karena nanti dampaknya ini bukan apa namanya, dampaknya akan lebih besar lagi, kerugiannya akan lebih berdampak besar kerugiannya oleh masyarakat kita,&quot; sambungnya.

Diketahui, selama masa pencarian, KKB sempat memberitahu bahwa kondisi pilot Susi Air baik-baik saja. Hal tersebut terlihat dari foto dan video yang mereka sebarluaskan. Namun, kelompok tersebut mengancam akan membahayakan Kapten Philips jika pemerintah berani menyerang mereka.



Bahkan kelompok penyandera sempat ingin membebaskan Kapten Philips dengan negoisasi, yakni meminta agar Philips ditukar dengan sejumlah amunisi dan senjata api. Hal tersebut diungkap Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Timika, Kamis 23 Februari 2023.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY0Ni81L3g4amhleWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih berkeinginan menukar sanderanya, yakni pilot Susi Air Kapten Philips Mark Marthens dengan sejumlah amunisi dan senjata api.

Hal tersebut, kata Yudo, terungkap berdasarkan pertemuan saat negosiasi antara pemerintah daerah dengan kelompok penyandera.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Dompu NTB, 4.166 Rumah Terdampak

&quot;Ya selalu akan begitu pasti selalu tujuan utamanya kan gitu. Minta senjata, minta merdeka, kan pastinya gitu,&quot; kata Yudo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/4/2023).

Yudo menjelaskan, pihaknya terus berupaya menempuh langkah persuasif dengan bernegosiasi. Namun, permintaan tersebut sudah pasti tidak akan diindahkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Kutuk Penyerbuan Polisi Israel ke Masjid Al Aqsa, Desak PBB Ambil Tindakan

Yang jelas, kata Yudo, langkah persuasif dilakukan untuk menghindari adanya kontak senjata yang bisa berdampak kepada warga sipil. Masyarakat pun harus bersabar untuk mendengar kabar pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut, sebab proses negosiasi membutuhkan waktu yang panjang.

&quot;Mereka yang mediasi ini kan untuk menuju ke daerahnya ini ga gampang, bukan di daerah yang bisa ditempuh dengan kendaraan, mereka juga butuh berhari-hari untuk menuju ke tempatnya ini,&quot; kata Yudo.

Terlebih, kata Yudo, (Pj) Bupati Nduga Namia Gwijangge juga telah memintanya untuk bersabar menunggu hasil negosiasi yang dilakukan pemerintah daerah.

Bahkan, Namia Gwijangge juga meminta supaya Panglima TNI tidak menggunakan cara militer dalam proses penyelamatan pilot asal Selandia Baru tersebut, karena dapat membahayakan masyarakat sipil.

&quot;Ini berdasarkan dari tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar dulu pak sabar, saya akan usahakan (negosiasi),&quot; kata Yudo.

&quot;Karena nanti dampaknya ini bukan apa namanya, dampaknya akan lebih besar lagi, kerugiannya akan lebih berdampak besar kerugiannya oleh masyarakat kita,&quot; sambungnya.

Diketahui, selama masa pencarian, KKB sempat memberitahu bahwa kondisi pilot Susi Air baik-baik saja. Hal tersebut terlihat dari foto dan video yang mereka sebarluaskan. Namun, kelompok tersebut mengancam akan membahayakan Kapten Philips jika pemerintah berani menyerang mereka.



Bahkan kelompok penyandera sempat ingin membebaskan Kapten Philips dengan negoisasi, yakni meminta agar Philips ditukar dengan sejumlah amunisi dan senjata api. Hal tersebut diungkap Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Timika, Kamis 23 Februari 2023.

</content:encoded></item></channel></rss>
