<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Korban Mbah Slamet Asal Lampung Diperkenalkan oleh Kijo Warga Lampung Tengah</title><description>Korban atas nama Irsyad dan Suheri merupakan sahabat, keduanya diperkenalkan oleh Kijo soal Mbah Slamet yang bisa menggandakan uang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah"/><item><title>Polisi: Korban Mbah Slamet Asal Lampung Diperkenalkan oleh Kijo Warga Lampung Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah-MVhFHbbpDi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Pesawaran AKBP Pramoto Widodo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/340/2794333/polisi-korban-mbah-slamet-asal-lampung-diperkenalkan-oleh-kijo-warga-lampung-tengah-MVhFHbbpDi.jpg</image><title>Kapolres Pesawaran AKBP Pramoto Widodo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNi8xLzE2NDk4OC81L3g4anRtYjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PESAWARAN - Para korban pembunuhan Mbah Slamet alias Tohari dukun pengganda uang diajak untuk datang ke Padepokan Mbah Slamet oleh seorang warga Lampung Tengah bernama Kijo.
Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo mengatakan, menurut keterangan keluarga, keempat korban pembunuhan Mbah Slamet untuk datang ke Padepokan oleh Kijo.
Pratomo mengungkapkan, korban atas nama Irsyad dan Suheri merupakan sahabat, keduanya diperkenalkan oleh Kijo soal Mbah Slamet yang dikatakan bisa menggandakan uang.
&quot;Dari hasil keterangan dua pihak keluarga korban ini, bahwa mereka dikenalkan dengan Mbah Slamet pada pertengahan tahun 2021. Kemudian mereka diajak ke Padepokan Mbah Slamet di Tulungagung, Jawa Tengah,&quot; ujar Pratomo saat dikonfirmasi, Kamis (6/4/2023).
Dia melanjutkan, pada Agustus 2021, Irsyad dan Suheri berangkat kembali ke tempat Mbah Slamet dengan membawa istri masing-masing yakni Wahyu Tri Ningsih dan Riani.

BACA JUGA:
5 Daftar Kasus Dukun Pengganda Uang yang Pernah Terjadi di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pratomo mengatakan, menurut pihak keluarga, pada September 2021 kedua korban masih sempat menghubungi pihak keluarga masing-masing bahwa akan segera pulang.

BACA JUGA:
Hilang Kontak Sejak 2021, Pasutri Asal Lampung Jadi Korban Dukun Tohari

&quot;Dari keterangan pihak keluarga juga, para korban ini sempat menghubungi di bulan September 2021 bahwa mereka akan pulang ke Lampung. Suheri dan Riani menghubungi keluarga di tanggal 8 September 2021 sementara Irsyad dan Wahyu Tri Ningsih menghubungi keluarga pada tanggal 12 September 2021,&quot; ungkap Kapolres.Usai kontak terakhir itu, para korban tidak pernah lagi menghubungi pihak keluarga hingga akhirnya diketahui dari media bahwa mereka menjadi korban pembunuhan Mbah Slamet.
Dikatakan Pratomo, berdasarkan keterangan keluarga korban itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Kijo yang menjadi perantara memperkenalkan para korban ke tersangka.
&quot;Kita akan periksa Kijo ini, untuk mengetahui apakah ada keterlibatan atas peristiwa pembunuhan tersebut,&quot; pungkas Pratomo.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNi8xLzE2NDk4OC81L3g4anRtYjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PESAWARAN - Para korban pembunuhan Mbah Slamet alias Tohari dukun pengganda uang diajak untuk datang ke Padepokan Mbah Slamet oleh seorang warga Lampung Tengah bernama Kijo.
Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo mengatakan, menurut keterangan keluarga, keempat korban pembunuhan Mbah Slamet untuk datang ke Padepokan oleh Kijo.
Pratomo mengungkapkan, korban atas nama Irsyad dan Suheri merupakan sahabat, keduanya diperkenalkan oleh Kijo soal Mbah Slamet yang dikatakan bisa menggandakan uang.
&quot;Dari hasil keterangan dua pihak keluarga korban ini, bahwa mereka dikenalkan dengan Mbah Slamet pada pertengahan tahun 2021. Kemudian mereka diajak ke Padepokan Mbah Slamet di Tulungagung, Jawa Tengah,&quot; ujar Pratomo saat dikonfirmasi, Kamis (6/4/2023).
Dia melanjutkan, pada Agustus 2021, Irsyad dan Suheri berangkat kembali ke tempat Mbah Slamet dengan membawa istri masing-masing yakni Wahyu Tri Ningsih dan Riani.

BACA JUGA:
5 Daftar Kasus Dukun Pengganda Uang yang Pernah Terjadi di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pratomo mengatakan, menurut pihak keluarga, pada September 2021 kedua korban masih sempat menghubungi pihak keluarga masing-masing bahwa akan segera pulang.

BACA JUGA:
Hilang Kontak Sejak 2021, Pasutri Asal Lampung Jadi Korban Dukun Tohari

&quot;Dari keterangan pihak keluarga juga, para korban ini sempat menghubungi di bulan September 2021 bahwa mereka akan pulang ke Lampung. Suheri dan Riani menghubungi keluarga di tanggal 8 September 2021 sementara Irsyad dan Wahyu Tri Ningsih menghubungi keluarga pada tanggal 12 September 2021,&quot; ungkap Kapolres.Usai kontak terakhir itu, para korban tidak pernah lagi menghubungi pihak keluarga hingga akhirnya diketahui dari media bahwa mereka menjadi korban pembunuhan Mbah Slamet.
Dikatakan Pratomo, berdasarkan keterangan keluarga korban itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Kijo yang menjadi perantara memperkenalkan para korban ke tersangka.
&quot;Kita akan periksa Kijo ini, untuk mengetahui apakah ada keterlibatan atas peristiwa pembunuhan tersebut,&quot; pungkas Pratomo.





</content:encoded></item></channel></rss>
