<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahulukan Waktu Berbuka Umat Muslim, Gereja Santo Antonius Kotabaru Jeda Prosesi Paskah</title><description>Gereja Santo Antonius Kotabaru bakal mengatur jadwal peribadatan pada perayaan paskah kali ini&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah"/><item><title>Dahulukan Waktu Berbuka Umat Muslim, Gereja Santo Antonius Kotabaru Jeda Prosesi Paskah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah-g7jccUSztV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Relawan tengah mendekor untuk persiapan Paskah 2023/Foto: Erfan Erlin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/510/2794427/dahulukan-waktu-berbuka-umat-muslim-gereja-santo-antonius-kotabaru-jeda-prosesi-paskah-g7jccUSztV.jpg</image><title>Relawan tengah mendekor untuk persiapan Paskah 2023/Foto: Erfan Erlin</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8yMi8xLzE0NzM2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

YOGYAKARTA&amp;nbsp;- Gereja Santo Antonius Kotabaru bakal mengatur jadwal peribadatan pada perayaan paskah kali ini. Sebab, paskah tahun ini bertepatan dengan bulan ramadhan.

Staf Sekretariat Gereja Paroki Kotabaru, Eka Rahayu mengatakan karena bersamaan dengan bulan ramadhan, maka panitia Paskah di Gereja Santo Antonius Kotabaru memberikan jeda waktu saat ibadah sore hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri ATR Bagikan Sertifikat Tanah untuk Warga Suku Dayak

Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi Jemaah Muslim di Masjid Syuhada untuk buka puasa.

&quot;Lokasi kita kan dekat masjid Syuhada. Jadi kita juga harus toleransi,&quot; kata dia, Kamis (6/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Operasi Ketupat 2023, Akan Diberlakukan Buka Tutup Arus Hingga One Way Jam Tertentu

Dia menjelaskan, penjadwalan dari misa pertama, kedua, ketiga. Di mana ada jeda di sela-sela peribadatan tersebut. Jeda tersebut nanti mereka upayakan bertepatan ketika umat muslim dari Masjid Syuhada berbuka puasa.

&quot;Artinya tidak sedang ibadah. Sedang persiapan dari misa pertama ke misa kedua. Jadi ada jeda,&quot; kata dia.

Paskah kali ini memang spesial karena pertama usai era pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pada perayaan Paskah kali ini mengangkat tema &quot;Tinggal di Dalam Kristus Hadirkan Damai Bagi Sesama dan Alam Ciptaan&quot;.

Pada Paskah kali ini, pihaknya menghadirkan dekorasi yang ramah dengan alam. Panitia Paskah sengaja mendekorasi gereja dengan tidak menggunakan bahan plastik. Semua bahan mereka upayakan bisa didaur ulang



&quot;Kita aware, kita peduli (lingkungan) makanya hiasan-hiasan yang dipasang itu juga enggak ada yang pakai plastik,&quot; jelasnya.



Selain bahan baku yang alami seperti janur, bunga mawar putih, daun-daun palm, panitia Gereja Santo Antonius Kotabaru juga mengimbau kepada jemaah agar membawa tempat minum sendiri. Sehingga dapat mengurangi pemakaian botol plastik.



Nantinya, para petugas gereja akan menyediakan minum namun jamaah diharapkan membawa botol minum sendiri. Sehingga pascaperibadatan nanti tidak meninggalkan sisa-sisa botol atau gelas plastik bekas minuman.



&quot;Jadi tidak pakai gelas plastik atau botol plastik. Itu hal-hal kecil. Tapi ya kami memulai pelan-pelan. Kami minta Jamaat untuk bawa tumbler,&quot; jelas dia.



Sementara untuk Ibadah Paskah nantinya akan dilakukan pada hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan tiga kali setiap harinya. Jadwal pertama nanti 16.30, kedua jam 19.00, ketiga jam 21.30. Setelah itu jam 23.15 ada teguran doa dalam hening itu kurang lebih setengah jam.




Berbeda dengan perayaan Paskah sebelumnya tahun 2022 yang lalu, sekarang Gereja Santo Antonius Kotabaru tidak lagi melakukan pembatasan pada jemaahnya. Sistem barcode sudah tidak mereka berlakukan lagi.







&quot;Setiap Misa Gereja dapat menampung jemaah sebanyak 2.500 sampai 3.000 jemaah. Kalau pandemi dulu kita maksimal hanya 800 jamaah,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8yMi8xLzE0NzM2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

YOGYAKARTA&amp;nbsp;- Gereja Santo Antonius Kotabaru bakal mengatur jadwal peribadatan pada perayaan paskah kali ini. Sebab, paskah tahun ini bertepatan dengan bulan ramadhan.

Staf Sekretariat Gereja Paroki Kotabaru, Eka Rahayu mengatakan karena bersamaan dengan bulan ramadhan, maka panitia Paskah di Gereja Santo Antonius Kotabaru memberikan jeda waktu saat ibadah sore hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri ATR Bagikan Sertifikat Tanah untuk Warga Suku Dayak

Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi Jemaah Muslim di Masjid Syuhada untuk buka puasa.

&quot;Lokasi kita kan dekat masjid Syuhada. Jadi kita juga harus toleransi,&quot; kata dia, Kamis (6/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Operasi Ketupat 2023, Akan Diberlakukan Buka Tutup Arus Hingga One Way Jam Tertentu

Dia menjelaskan, penjadwalan dari misa pertama, kedua, ketiga. Di mana ada jeda di sela-sela peribadatan tersebut. Jeda tersebut nanti mereka upayakan bertepatan ketika umat muslim dari Masjid Syuhada berbuka puasa.

&quot;Artinya tidak sedang ibadah. Sedang persiapan dari misa pertama ke misa kedua. Jadi ada jeda,&quot; kata dia.

Paskah kali ini memang spesial karena pertama usai era pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pada perayaan Paskah kali ini mengangkat tema &quot;Tinggal di Dalam Kristus Hadirkan Damai Bagi Sesama dan Alam Ciptaan&quot;.

Pada Paskah kali ini, pihaknya menghadirkan dekorasi yang ramah dengan alam. Panitia Paskah sengaja mendekorasi gereja dengan tidak menggunakan bahan plastik. Semua bahan mereka upayakan bisa didaur ulang



&quot;Kita aware, kita peduli (lingkungan) makanya hiasan-hiasan yang dipasang itu juga enggak ada yang pakai plastik,&quot; jelasnya.



Selain bahan baku yang alami seperti janur, bunga mawar putih, daun-daun palm, panitia Gereja Santo Antonius Kotabaru juga mengimbau kepada jemaah agar membawa tempat minum sendiri. Sehingga dapat mengurangi pemakaian botol plastik.



Nantinya, para petugas gereja akan menyediakan minum namun jamaah diharapkan membawa botol minum sendiri. Sehingga pascaperibadatan nanti tidak meninggalkan sisa-sisa botol atau gelas plastik bekas minuman.



&quot;Jadi tidak pakai gelas plastik atau botol plastik. Itu hal-hal kecil. Tapi ya kami memulai pelan-pelan. Kami minta Jamaat untuk bawa tumbler,&quot; jelas dia.



Sementara untuk Ibadah Paskah nantinya akan dilakukan pada hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan tiga kali setiap harinya. Jadwal pertama nanti 16.30, kedua jam 19.00, ketiga jam 21.30. Setelah itu jam 23.15 ada teguran doa dalam hening itu kurang lebih setengah jam.




Berbeda dengan perayaan Paskah sebelumnya tahun 2022 yang lalu, sekarang Gereja Santo Antonius Kotabaru tidak lagi melakukan pembatasan pada jemaahnya. Sistem barcode sudah tidak mereka berlakukan lagi.







&quot;Setiap Misa Gereja dapat menampung jemaah sebanyak 2.500 sampai 3.000 jemaah. Kalau pandemi dulu kita maksimal hanya 800 jamaah,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
