<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Bupati Meranti M Adil, Sebut Kemenkeu Iblis yang Kini Ditangkap KPK</title><description>Bupati Kepulauan Meranti, M Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk"/><item><title>5 Fakta Bupati Meranti M Adil, Sebut Kemenkeu Iblis yang Kini Ditangkap KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk</guid><pubDate>Sabtu 08 April 2023 04:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/07/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk-00M0RTpSFY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Meranti M Adil tiba di KPK, Jakarta (Foto: Arie Dwi Satrio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/07/337/2794996/5-fakta-bupati-meranti-m-adil-sebut-kemenkeu-iblis-yang-kini-ditangkap-kpk-00M0RTpSFY.jpg</image><title>Bupati Meranti M Adil tiba di KPK, Jakarta (Foto: Arie Dwi Satrio)</title></images><description>JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti, M Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis 6 April 2023 malam.

Selama menjabat, M Adil kerap membuat kontroversi sehingga menyebabkan sejumlah pejabat berang.

BACA JUGA:
OTT Bupati Meranti, KPK Sita Barbuk Uang Miliaran Rupiah


Berikut fakta-faktanya:

1. Suap Pengadaan Jasa Umrah

Bupati Kepulauan Meranti, M Adil terjaring OTT KPK karena diduga terlibat kasus suap pengadaan jasa umrah

&quot;Suap pengadaan jasa umroh, itu yang tercapture awal selanjutnya kami kembangkan,&quot; kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Jumat 7 April 2023.

Selain soal dugaan suap pengadaan jasa umrah, Adil juga diduga terlibat pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang persediaan (UP dan GUP). Bupati Meranti diduga telah memotong uang tersebut kisaran 5 sampai 10 persen.

&quot;Pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang persediaan (UP dan GUP). Dipotong 5-10%,&quot; ujar Ghufron.

BACA JUGA:
OTT Bupati Meranti Diduga Terkait Suap Jasa Umrah


2. Sekda hingga Anggota BPK Ikut Ditangkap

Total ada 25 orang yang ditangkap. Selain Bupati Kepulauan Meranti, ada Sekretaris Daerah (Sekda); Anggota BPK Riau, para Kepala Dinas (Kadis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti; hingga pihak swasta.&quot;Sejauh ini tim KPK mengamankan 25 orang terdiri dari Bupati, Sekda, Kepala Dinas dan Badan, Kepala Bidang dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti serta ajudan Bupati dan pihak swasta,&quot; kata Ali.
3. Barang Bukti Miliaran Rupiah
KPK menyita barang bukti diduga berupa uang senilai miliaran rupiah dari hasil OTT. Barbuk senilai miliaran rupiah tersebut diduga berkaitan dengan suap dan korupsi fee proyek di Kabupaten Kepulauan Meranti.
&quot;Untuk BB (Barang Bukti) yang disita mencapai miliaran rupiah,&quot; kata Ketua KPK, Firli Bahuri.
KPK menduga Bupati Kepulauan Meranti menerima banyak suap juga korupsi terkait proyek dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Meranti. Bupati Kepulauan Meranti juga diduga korupsi terkait potongan uang persediaan dan ganti uang persediaan sejak 2021 hingga 2023.



&quot;Dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Meranti sedang didalami namun didominasi dari suap dan fee proyek dari kepala SKPD Kabupaten Meranti,&quot; kata Firli.



&quot;Di samping itu bupati juga menerima potongan uang persedian dan ganti uang persedian serta penerimaan lainnya tahun 2021 sampai dengan 2023 juga cukup besar. Tolong beri waktu kami untuk bekerja,&quot; katanya.



4. Tiba di KPK Bawa Koper



Bupati Kepulauan Meranti, M Adil tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Jumat 7 April 2023 sore ini. Adil tiba di Gedung KPK sekira 16.17 WIB dengan membawa koper berukuran sedang.






Pantauan MNC Portal Indonesia, Adil tiba di KPK dengan dikawal sejumlah petugas. Ia tampak santai saat tiba di Gedung Merah Putih KPK. Mantan Anggota DPRD Riau tersebut enggan buka suara saat dikonfirmasi soal penangkapannya.







Adil memilih langsung masuk ke dalam lobi Gedung Merah Putih KPK. Petugas KPK langsung membawa Adil ke lantai dua Gedung KPK. Ia akan diperiksa intensif oleh tim KPK sebelum nanti ditentukan status hukumnya.







5. Kemendagri Berang hingga Sebut Kemenkeu Iblis







Bupati Kepulauan Meranti, M Adil pernah membuat berang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Pada 8 November 2022, M Adil tidak mengikuti rapat Kemendagri di Pekanbaru.







M Adil satu satunya pejabat wali kota/bupati yang tidak hadir dalam rapat tersebut. Mangkirnya M Adil berujung pemanggilan ke Kemendagri.







Tidak berapa lama, Bupati Meranti terlibat perseteruan dengan Gubernur Riau Syamsuar. Pada 11 November 2023 Pemprov Riau mengadakan rapat di Kepulauan Meranti yang juga diikuti pihak Kementerian Dalam Negeri.







Lagi-lagi M Adil menolak hadir dan menegaskan ketidakhadirannya karena memprores anggaran keuangan yang didapat Meranti kecil. Perseteruan antara Gubernur Riau dan Bupati Meranti juga cukup lama.







Paling mencolok adalah ketika Bupati Meranti memprotes Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam rapat. Dalam rapat di Pekanbaru bersama kepala daerah pada 9 Desember 2022, M Adil mengeluarkan ucapan yang membuat peserta rapat kaget.















Dalam rapat yang dihadiri Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Lucky Alfirman, Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi Pembangunan, Laode Ahmad, Gubernur Riau Syamsuar, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dalam lainya.















Dalam sesi tanya jawab itu M Adil menyebut Kemenkeu adalah iblis dan setan. Kemarahan Bupati Meranti Meranti ke pihak Kementerian Keuangan terkait protes kecilnya DBH (Dana Bagi Hasil) Migas (Minyak dan gas) yang dianggap tidak adil untuk Meranti.















Sempat diprotes terkait hal itu, Bupati Meranti bersikukuh tidak mau minta maaf. Akibat ulahnya, Kemendagri kembali memanggil M Adil.</description><content:encoded>JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti, M Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis 6 April 2023 malam.

Selama menjabat, M Adil kerap membuat kontroversi sehingga menyebabkan sejumlah pejabat berang.

BACA JUGA:
OTT Bupati Meranti, KPK Sita Barbuk Uang Miliaran Rupiah


Berikut fakta-faktanya:

1. Suap Pengadaan Jasa Umrah

Bupati Kepulauan Meranti, M Adil terjaring OTT KPK karena diduga terlibat kasus suap pengadaan jasa umrah

&quot;Suap pengadaan jasa umroh, itu yang tercapture awal selanjutnya kami kembangkan,&quot; kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Jumat 7 April 2023.

Selain soal dugaan suap pengadaan jasa umrah, Adil juga diduga terlibat pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang persediaan (UP dan GUP). Bupati Meranti diduga telah memotong uang tersebut kisaran 5 sampai 10 persen.

&quot;Pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang persediaan (UP dan GUP). Dipotong 5-10%,&quot; ujar Ghufron.

BACA JUGA:
OTT Bupati Meranti Diduga Terkait Suap Jasa Umrah


2. Sekda hingga Anggota BPK Ikut Ditangkap

Total ada 25 orang yang ditangkap. Selain Bupati Kepulauan Meranti, ada Sekretaris Daerah (Sekda); Anggota BPK Riau, para Kepala Dinas (Kadis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti; hingga pihak swasta.&quot;Sejauh ini tim KPK mengamankan 25 orang terdiri dari Bupati, Sekda, Kepala Dinas dan Badan, Kepala Bidang dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti serta ajudan Bupati dan pihak swasta,&quot; kata Ali.
3. Barang Bukti Miliaran Rupiah
KPK menyita barang bukti diduga berupa uang senilai miliaran rupiah dari hasil OTT. Barbuk senilai miliaran rupiah tersebut diduga berkaitan dengan suap dan korupsi fee proyek di Kabupaten Kepulauan Meranti.
&quot;Untuk BB (Barang Bukti) yang disita mencapai miliaran rupiah,&quot; kata Ketua KPK, Firli Bahuri.
KPK menduga Bupati Kepulauan Meranti menerima banyak suap juga korupsi terkait proyek dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Meranti. Bupati Kepulauan Meranti juga diduga korupsi terkait potongan uang persediaan dan ganti uang persediaan sejak 2021 hingga 2023.



&quot;Dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Meranti sedang didalami namun didominasi dari suap dan fee proyek dari kepala SKPD Kabupaten Meranti,&quot; kata Firli.



&quot;Di samping itu bupati juga menerima potongan uang persedian dan ganti uang persedian serta penerimaan lainnya tahun 2021 sampai dengan 2023 juga cukup besar. Tolong beri waktu kami untuk bekerja,&quot; katanya.



4. Tiba di KPK Bawa Koper



Bupati Kepulauan Meranti, M Adil tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Jumat 7 April 2023 sore ini. Adil tiba di Gedung KPK sekira 16.17 WIB dengan membawa koper berukuran sedang.






Pantauan MNC Portal Indonesia, Adil tiba di KPK dengan dikawal sejumlah petugas. Ia tampak santai saat tiba di Gedung Merah Putih KPK. Mantan Anggota DPRD Riau tersebut enggan buka suara saat dikonfirmasi soal penangkapannya.







Adil memilih langsung masuk ke dalam lobi Gedung Merah Putih KPK. Petugas KPK langsung membawa Adil ke lantai dua Gedung KPK. Ia akan diperiksa intensif oleh tim KPK sebelum nanti ditentukan status hukumnya.







5. Kemendagri Berang hingga Sebut Kemenkeu Iblis







Bupati Kepulauan Meranti, M Adil pernah membuat berang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Pada 8 November 2022, M Adil tidak mengikuti rapat Kemendagri di Pekanbaru.







M Adil satu satunya pejabat wali kota/bupati yang tidak hadir dalam rapat tersebut. Mangkirnya M Adil berujung pemanggilan ke Kemendagri.







Tidak berapa lama, Bupati Meranti terlibat perseteruan dengan Gubernur Riau Syamsuar. Pada 11 November 2023 Pemprov Riau mengadakan rapat di Kepulauan Meranti yang juga diikuti pihak Kementerian Dalam Negeri.







Lagi-lagi M Adil menolak hadir dan menegaskan ketidakhadirannya karena memprores anggaran keuangan yang didapat Meranti kecil. Perseteruan antara Gubernur Riau dan Bupati Meranti juga cukup lama.







Paling mencolok adalah ketika Bupati Meranti memprotes Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam rapat. Dalam rapat di Pekanbaru bersama kepala daerah pada 9 Desember 2022, M Adil mengeluarkan ucapan yang membuat peserta rapat kaget.















Dalam rapat yang dihadiri Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Lucky Alfirman, Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi Pembangunan, Laode Ahmad, Gubernur Riau Syamsuar, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dalam lainya.















Dalam sesi tanya jawab itu M Adil menyebut Kemenkeu adalah iblis dan setan. Kemarahan Bupati Meranti Meranti ke pihak Kementerian Keuangan terkait protes kecilnya DBH (Dana Bagi Hasil) Migas (Minyak dan gas) yang dianggap tidak adil untuk Meranti.















Sempat diprotes terkait hal itu, Bupati Meranti bersikukuh tidak mau minta maaf. Akibat ulahnya, Kemendagri kembali memanggil M Adil.</content:encoded></item></channel></rss>
