<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945, Begini Kenangan Fatmawati</title><description>Masyarakat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan halaman rumahnya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati"/><item><title>Momen Pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945, Begini Kenangan Fatmawati</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/08/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati</guid><pubDate>Sabtu 08 April 2023 03:55 WIB</pubDate><dc:creator>Novia Adristi Zhafira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/07/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati-vHDnjn12sn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone/Demon Fajri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/07/337/2795031/momen-pembacaan-proklamasi-17-agustus-1945-begini-kenangan-fatmawati-vHDnjn12sn.jpg</image><title>Foto: Okezone/Demon Fajri</title></images><description>Indonesia akan melaksanakan pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945 setelah melewati beberapa perdebatan dalam rapat persiapan kemerdekaan. Momen ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.

Dikutip dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto, masyarakat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan halaman rumahnya.

Masyarakat meminta kepada Soekarno dan Fatmawati untuk segera melaksanakan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, Soekarno didampingi Hatta serta beberapa tokoh pemuda pergi menuju halaman rumah untuk melaksanakan proklamasi.

Para pemuda yang berada di depan rumah berkata kepada Soekarno bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan. Namun, ketika Fatmawati melangkahkan kaki keluar dari pintu terdengarlah teriakan bahwa bendera belum ada.

Sementara itu, Fatmawati langsung teringat momen ia mempersiapkan bendera &amp;ldquo;Kemudian aku berbalik mengambil bendera yang aku buat tatkala Guntur masih dalam kandungan,&amp;rdquo; ujar Fatmawati.

Dalam kenangan tersebut Fatmawati mengatakan &amp;ldquo;Satu setengah tahun yang lalu. Bendera itu aku berikan pada salah seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurku,&amp;rdquo;

Kemudian Fatmawati bergegas mengambil selembar bendera merah putih yang telah ia persiapkan. Pada sekitar pukul 10.00 pagi, akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan.

Latief Hendraningrat berperan sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, Gunawan seorang pemuda yang tinggal di Jalan Salemba tengah No. 24 ikut serta membantu dalam menyiapkan mikrofon untuk proklamasi.

Air mata fatmawati seketika mengalir penuh kebanggaan tatkala pandangannya tertuju ke langit menyaksikan bendera Merah Putih yang dijahitnya berkibar. Ia tidak menyangka hasil karyanya menjadi kenangan bersejarah bagi Indonesia.
</description><content:encoded>Indonesia akan melaksanakan pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945 setelah melewati beberapa perdebatan dalam rapat persiapan kemerdekaan. Momen ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.

Dikutip dalam buku &amp;ldquo;Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; yang ditulis oleh Adhe Riyanto, masyarakat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan halaman rumahnya.

Masyarakat meminta kepada Soekarno dan Fatmawati untuk segera melaksanakan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, Soekarno didampingi Hatta serta beberapa tokoh pemuda pergi menuju halaman rumah untuk melaksanakan proklamasi.

Para pemuda yang berada di depan rumah berkata kepada Soekarno bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan. Namun, ketika Fatmawati melangkahkan kaki keluar dari pintu terdengarlah teriakan bahwa bendera belum ada.

Sementara itu, Fatmawati langsung teringat momen ia mempersiapkan bendera &amp;ldquo;Kemudian aku berbalik mengambil bendera yang aku buat tatkala Guntur masih dalam kandungan,&amp;rdquo; ujar Fatmawati.

Dalam kenangan tersebut Fatmawati mengatakan &amp;ldquo;Satu setengah tahun yang lalu. Bendera itu aku berikan pada salah seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurku,&amp;rdquo;

Kemudian Fatmawati bergegas mengambil selembar bendera merah putih yang telah ia persiapkan. Pada sekitar pukul 10.00 pagi, akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan.

Latief Hendraningrat berperan sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, Gunawan seorang pemuda yang tinggal di Jalan Salemba tengah No. 24 ikut serta membantu dalam menyiapkan mikrofon untuk proklamasi.

Air mata fatmawati seketika mengalir penuh kebanggaan tatkala pandangannya tertuju ke langit menyaksikan bendera Merah Putih yang dijahitnya berkibar. Ia tidak menyangka hasil karyanya menjadi kenangan bersejarah bagi Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
