<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teroris Uzbekistan Bunuh dan Serang Petugas karena Tak Ingin di Deportasi</title><description>Akibat peristiwa itu, satu petugas Imigrasi Klas I Jakarta Utara atas nama Adi Widodo meregang nyawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi"/><item><title>Teroris Uzbekistan Bunuh dan Serang Petugas karena Tak Ingin di Deportasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi</guid><pubDate>Selasa 11 April 2023 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi-ocaJrNgvgz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/11/337/2796945/teroris-uzbekistan-bunuh-dan-serang-petugas-karena-tak-ingin-di-deportasi-ocaJrNgvgz.jpg</image><title>Ilustrasi okezone</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa, tiga teroris warga negara Uzbekistan kabur dari ruang tahanan Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Utara karena tidak ingin dideportasi ke negara asalnya.
&quot;Mereka tidak ingin dideportasi negara asalnya karena akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya,&quot; kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

BACA JUGA:
Mirip Insiden Mako Brimob, Dua Anggota Densus 88 Kritis Diserang Teroris di Rutan Imigrasi&amp;nbsp;

Dikatakan Aswin, peristiwa melarikan diri dengan menyerang petugas Imigrasi dan Densus 88 itu terjadi usai adanya perwakilan dari Kedubes Uzbekistan yang mengunjungi pelaku terorisme tersebut.
&quot;Dari hasil pemeriksaan awal, kita melakukan interogasi cepat terhadap mereka. Jadi diketahui atau ditemukan fakta bahwa rencana mereka melarikan diri mulai muncul setelah mereka dikunjungi petugas konsulat Kedubes Uzbekistan di Jakarta,&quot; tutup Aswin.

BACA JUGA:
Densus 88: 3 Teroris WN Uzbekistan Kabur Serang Petugas Pakai Pisau dari Pantri

Sebelumnya, tiga dari empat Warga Negara Asing (WNA) Uzbekistan yang ditangkap terkait jaringan terorisme internasional kabur dari ruangan tahanan Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Utara.
Aswin mengungkapkan bahwa, dalam upaya pelariannya tersebut ketiga warga Uzbekistan itu juga melakukan penyerangan terhadap petugas Imigrasi dan Densus 88 Antiteror Polri.
Akibat penyerangan teroris itu, satu petugas Imigrasi Klas I Jakarta Utara atas nama Adi Widodo meregang nyawa.&amp;nbsp;
Tak hanya itu, akibat serangan untuk melarikan diri itu, petugas Imigrasi lainnya atas nama Dicky Visto Damas mengalami luka berat dan Supriatna menderita luka ringan.

Selain itu, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga menjadi korban. Adalah, Bripda Dendry dan Bripda Bahrain mengalami luka berat akibat serangan tersebut.

Sementara itu, ketiga WN Uzbekistan itu sudah berhasil ditangkap. Salah satunya meninggal dunia karena tenggelam di Kali Sunter.</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa, tiga teroris warga negara Uzbekistan kabur dari ruang tahanan Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Utara karena tidak ingin dideportasi ke negara asalnya.
&quot;Mereka tidak ingin dideportasi negara asalnya karena akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya,&quot; kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

BACA JUGA:
Mirip Insiden Mako Brimob, Dua Anggota Densus 88 Kritis Diserang Teroris di Rutan Imigrasi&amp;nbsp;

Dikatakan Aswin, peristiwa melarikan diri dengan menyerang petugas Imigrasi dan Densus 88 itu terjadi usai adanya perwakilan dari Kedubes Uzbekistan yang mengunjungi pelaku terorisme tersebut.
&quot;Dari hasil pemeriksaan awal, kita melakukan interogasi cepat terhadap mereka. Jadi diketahui atau ditemukan fakta bahwa rencana mereka melarikan diri mulai muncul setelah mereka dikunjungi petugas konsulat Kedubes Uzbekistan di Jakarta,&quot; tutup Aswin.

BACA JUGA:
Densus 88: 3 Teroris WN Uzbekistan Kabur Serang Petugas Pakai Pisau dari Pantri

Sebelumnya, tiga dari empat Warga Negara Asing (WNA) Uzbekistan yang ditangkap terkait jaringan terorisme internasional kabur dari ruangan tahanan Kantor Imigrasi Klas I Jakarta Utara.
Aswin mengungkapkan bahwa, dalam upaya pelariannya tersebut ketiga warga Uzbekistan itu juga melakukan penyerangan terhadap petugas Imigrasi dan Densus 88 Antiteror Polri.
Akibat penyerangan teroris itu, satu petugas Imigrasi Klas I Jakarta Utara atas nama Adi Widodo meregang nyawa.&amp;nbsp;
Tak hanya itu, akibat serangan untuk melarikan diri itu, petugas Imigrasi lainnya atas nama Dicky Visto Damas mengalami luka berat dan Supriatna menderita luka ringan.

Selain itu, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga menjadi korban. Adalah, Bripda Dendry dan Bripda Bahrain mengalami luka berat akibat serangan tersebut.

Sementara itu, ketiga WN Uzbekistan itu sudah berhasil ditangkap. Salah satunya meninggal dunia karena tenggelam di Kali Sunter.</content:encoded></item></channel></rss>
