<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakistan Murka karena India Ajak Negara G20 Kopdar di Kashmir</title><description>Pakistan langsung mengutuk keputusan India yang ingin menggelar pertemuan G20 di Kashmir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir"/><item><title>Pakistan Murka karena India Ajak Negara G20 Kopdar di Kashmir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir</guid><pubDate>Rabu 12 April 2023 16:05 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir-FtEQ2SMHhv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wilayah Kashmir (Foto Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/12/18/2797477/pakistan-murka-karena-india-ajak-negara-g20-kopdar-di-kashmir-FtEQ2SMHhv.jpg</image><title>Wilayah Kashmir (Foto Antara)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk0Mi81L3g4anMxdGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PAKISTAN - Pakistan langsung mengutuk keputusan India yang ingin menggelar pertemuan G20 di Kashmir. Protes itu dilayangkan karena wilayah Kashmir merupakan titik sengketa antara India dan Pakistan.

India diketahui akan menggelar pertamuan negara-negara G20 pada bulan depan. Wilayah di Himalaya tersebut diklaim sepenuhnya, tetapi dikuasai sebagian, oleh India dan Pakistan. Kedua negara pemilik senjata nuklir itu telah dua kali terlibat peperangan untuk memperebutkan Kashmir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Heboh, Pendeta India Serukan Umat Hindu Angkat Senjata Serang Makkah dan Kuasai Kakbah

India saat ini memegang kursi kepresidenan G20, kelompok 20 negara dan kawasan dengan ekonomi terbesar di dunia. New Delhi akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin G20 pada awal September.

Pada Jumat pekan lalu, India merilis kalender acara menjelang KTT itu, termasuk pertemuan G20 dan Pemuda 20 di ibu kota musim panas Kashmir, Srinagar, dan di Leh, wilayah Ladakh, pada April dan Mei.

Kalender itu kemudian menyedot perhatian pemerintah Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan merilis pernyataan yang mengutuk pemilihan tempat di wilayah sengketa itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

18.000 Ton Daging Kerbau Impor asal India Tiba di RI

Pernyataan itu mengungkap, tindakan India dinilai oleh Pakistan sebagai upaya melanggengkan pendudukan secara tidak sah di Jammu dan Kashmir.

&quot;Tindakan tersebut mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional,&quot; tulis otoritas Pakistan

&quot;Pakistan mengutuk keras tindakan ini,&quot; tulis pernyataan itu.

Di sisi lain, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri India belum mengomentari pernyataan Pakistan tersebut.
India selalu menuduh Pakistan menyulut pemberontakan yang telah berlangsung lama di Jammu dan Kashmir, satu-satunya wilayah di India dengan mayoritas penduduk Muslim.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemiskinan yang Kian Parah, Warga Pakistan Rebutan Sembako hingga Rusuh dan Tewaskan 11 Orang&amp;nbsp;

Pakistan menolak tuduhan itu dan mengatakan mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral kepada warga Kashmir yang ingin menentukan nasib sendiri. Islamabad juga menuduh India melakukan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Kashmir yang dikuasainya. Tuduhan itu dibantah New Delhi.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk0Mi81L3g4anMxdGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PAKISTAN - Pakistan langsung mengutuk keputusan India yang ingin menggelar pertemuan G20 di Kashmir. Protes itu dilayangkan karena wilayah Kashmir merupakan titik sengketa antara India dan Pakistan.

India diketahui akan menggelar pertamuan negara-negara G20 pada bulan depan. Wilayah di Himalaya tersebut diklaim sepenuhnya, tetapi dikuasai sebagian, oleh India dan Pakistan. Kedua negara pemilik senjata nuklir itu telah dua kali terlibat peperangan untuk memperebutkan Kashmir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Heboh, Pendeta India Serukan Umat Hindu Angkat Senjata Serang Makkah dan Kuasai Kakbah

India saat ini memegang kursi kepresidenan G20, kelompok 20 negara dan kawasan dengan ekonomi terbesar di dunia. New Delhi akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin G20 pada awal September.

Pada Jumat pekan lalu, India merilis kalender acara menjelang KTT itu, termasuk pertemuan G20 dan Pemuda 20 di ibu kota musim panas Kashmir, Srinagar, dan di Leh, wilayah Ladakh, pada April dan Mei.

Kalender itu kemudian menyedot perhatian pemerintah Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan merilis pernyataan yang mengutuk pemilihan tempat di wilayah sengketa itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

18.000 Ton Daging Kerbau Impor asal India Tiba di RI

Pernyataan itu mengungkap, tindakan India dinilai oleh Pakistan sebagai upaya melanggengkan pendudukan secara tidak sah di Jammu dan Kashmir.

&quot;Tindakan tersebut mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional,&quot; tulis otoritas Pakistan

&quot;Pakistan mengutuk keras tindakan ini,&quot; tulis pernyataan itu.

Di sisi lain, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri India belum mengomentari pernyataan Pakistan tersebut.
India selalu menuduh Pakistan menyulut pemberontakan yang telah berlangsung lama di Jammu dan Kashmir, satu-satunya wilayah di India dengan mayoritas penduduk Muslim.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemiskinan yang Kian Parah, Warga Pakistan Rebutan Sembako hingga Rusuh dan Tewaskan 11 Orang&amp;nbsp;

Pakistan menolak tuduhan itu dan mengatakan mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral kepada warga Kashmir yang ingin menentukan nasib sendiri. Islamabad juga menuduh India melakukan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Kashmir yang dikuasainya. Tuduhan itu dibantah New Delhi.</content:encoded></item></channel></rss>
