<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Fenomena Pertambahan Penduduk Pasca-Mudik, Sekda DKI: Susah Juga Ngurusnya</title><description>Ia menilai dengan melihat jumlah penduduk Jakarta saat ini jika ditambah lagi akan susah mengurusnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya"/><item><title>Soroti Fenomena Pertambahan Penduduk Pasca-Mudik, Sekda DKI: Susah Juga Ngurusnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya</guid><pubDate>Rabu 12 April 2023 21:54 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya-lNcLB8zOuu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/12/338/2797663/soroti-fenomena-pertambahan-penduduk-pasca-mudik-sekda-dki-susah-juga-ngurusnya-lNcLB8zOuu.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono menyoroti fenomena pertambahan penduduk seiring mudik atau pulang ke kampung halaman. Ia menilai dengan melihat jumlah penduduk Jakarta saat ini jika ditambah lagi akan susah mengurusnya.

&quot;Maksudnya tertib, penduduk Jakarta berapa coba sekarang? 11,7 juta. Harusnya berapa, 5-6 juta kan. Lebih dari itu susah juga ngurusnya,&quot; kata Joko kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Joko mempersilahkan para pendatang mencari penghidupan di Jakarta. Kendati demikian, Ia menekankan perlu adanya identitas penduduk dan tempat tinggal yang jelas.

&quot;Data data kependudukan harus ada. Kemudian wajib lapor kepada RT pada saat datang tapi kalau mau datang ya silahkan saja datang ke Jakarta tapi ya itu tadi ada jaminan tempat tinggal,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Kakorlantas Imbau Masyarakat Lakukan Mudik Dini, Ini Alasannya


Lebih lanjut, Eks Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali itu menilai jika masyarakat pendatang tertib administrasi kependudukan tidak diperlukan operasi yustisi. Namun, Ia tetap melihat perkembangan situasi ke depan diperlukan atau tidak operasi yustisi.

&quot;Saya pikir dengan mereka lapor kepada RT dan RW operasi yustisi tidak perlu. Tapi ya kita melihat perkembangan kalau memang diperlukan kita akan lakukan itu,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono menyoroti fenomena pertambahan penduduk seiring mudik atau pulang ke kampung halaman. Ia menilai dengan melihat jumlah penduduk Jakarta saat ini jika ditambah lagi akan susah mengurusnya.

&quot;Maksudnya tertib, penduduk Jakarta berapa coba sekarang? 11,7 juta. Harusnya berapa, 5-6 juta kan. Lebih dari itu susah juga ngurusnya,&quot; kata Joko kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Joko mempersilahkan para pendatang mencari penghidupan di Jakarta. Kendati demikian, Ia menekankan perlu adanya identitas penduduk dan tempat tinggal yang jelas.

&quot;Data data kependudukan harus ada. Kemudian wajib lapor kepada RT pada saat datang tapi kalau mau datang ya silahkan saja datang ke Jakarta tapi ya itu tadi ada jaminan tempat tinggal,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Kakorlantas Imbau Masyarakat Lakukan Mudik Dini, Ini Alasannya


Lebih lanjut, Eks Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali itu menilai jika masyarakat pendatang tertib administrasi kependudukan tidak diperlukan operasi yustisi. Namun, Ia tetap melihat perkembangan situasi ke depan diperlukan atau tidak operasi yustisi.

&quot;Saya pikir dengan mereka lapor kepada RT dan RW operasi yustisi tidak perlu. Tapi ya kita melihat perkembangan kalau memang diperlukan kita akan lakukan itu,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
