<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KH Said Aqil Siradj Sebut Dunia Islam Butuh Pemimpin Berpola Pikir Wasatiyah   </title><description>Sayangnya, saat ini belum ada lagi pemimpin dunia Islam yang memiliki sikap tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah"/><item><title>KH Said Aqil Siradj Sebut Dunia Islam Butuh Pemimpin Berpola Pikir Wasatiyah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah-Nd7plzZBzh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Said Aqil Siradj. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/337/2798267/kh-said-aqil-siradj-sebut-dunia-islam-butuh-pemimpin-berpola-pikir-wasatiyah-Nd7plzZBzh.jpg</image><title>KH Said Aqil Siradj. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) KH. Said Aqil Siradj menilai, politik bebas-aktif merupakan kelanjutan dari cara berfikir wasatiyah. Sayangnya, saat ini belum ada lagi pemimpin dunia Islam yang memiliki sikap tersebut seperti di masa lalu.

&amp;ldquo;Politik bebas aktif adalah kelanjutan dari cara pola berfikir wasatiyah, tawasuth. Tapi yang namanya tawasuth itu, membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Harus disertai kecerdasan di atas rata-rata, baru bisa betul-betul berpikir, bertindak, bersikap wasatiyah,&amp;rdquo; kata KH. Said dalam diskusi Strategis INF #3. Politik Bebas Aktif Indonesia &amp;lsquo;Meneguhkan Komitmen Politik Bebas Aktif Indonesia&amp;rsquo;  yang disiarkan langsung akun Chanel NU, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
Said Aqil: Milenial Banyak yang Tertarik dengan Perindo, Insya Allah Sukses

Di masa lalu, lanjutnya, untuk bidang agama, ada yang namanya Imam Syafi'i dan  Asy'ari. Untuk Politik, Indonesia memiliki tokoh Bung Karno, yang bisa masuk ke dalam kategori wasatiyah. Namun sekarang, hal itu belum kembali terlihat, setelah masa tokoh-tokoh itu.

&amp;ldquo;Ilmu agama  Imam Syafi'i, Asy'ari, itu wasathiyah. Kalau politik, harus seperti Bung Karno, Sayyidina Umar, harus seperti itu. baru bisa wasatiyah. Yang punya kepribadian, yang punya prinsip,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
 Anies Baswedan Cari Cawapres dari Tokoh NU, Ini Kata Said Aqil Siradj&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sekarang yang bisa mempertemukan Saudi dan Iran, bukan Mesir bukan Indonesia, (tapi) China. Kita ini malu banget sebenarnya,&amp;rdquo; lanjut dia.
Tokoh-tokoh dunia Islam, jelas dia, saat ini tidak bisa berbuat banyak dalam hal politik bebas-aktif. Selain Indonesia, para kepala negara islam lainnya pun, seperti Mesir, tidak bisa berbuat banyak.



&amp;ldquo;Tidak ada kepala negara Islam yang betul-betul punya prinsip, betul-betul bebas-aktif, prinsip wasathiyah, pribadi yang kokoh, yang kuat, yang tegar. Dulu kita bangga dengan beberapa pemimpin, ada Bung Karno, ada Jamal Natsir, awal-awal Saddam Husein. Sekarang tidak satupun yang kita banggakan. Presiden Mesir pun sangat dhoif. Begitu pula yang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) KH. Said Aqil Siradj menilai, politik bebas-aktif merupakan kelanjutan dari cara berfikir wasatiyah. Sayangnya, saat ini belum ada lagi pemimpin dunia Islam yang memiliki sikap tersebut seperti di masa lalu.

&amp;ldquo;Politik bebas aktif adalah kelanjutan dari cara pola berfikir wasatiyah, tawasuth. Tapi yang namanya tawasuth itu, membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Harus disertai kecerdasan di atas rata-rata, baru bisa betul-betul berpikir, bertindak, bersikap wasatiyah,&amp;rdquo; kata KH. Said dalam diskusi Strategis INF #3. Politik Bebas Aktif Indonesia &amp;lsquo;Meneguhkan Komitmen Politik Bebas Aktif Indonesia&amp;rsquo;  yang disiarkan langsung akun Chanel NU, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
Said Aqil: Milenial Banyak yang Tertarik dengan Perindo, Insya Allah Sukses

Di masa lalu, lanjutnya, untuk bidang agama, ada yang namanya Imam Syafi'i dan  Asy'ari. Untuk Politik, Indonesia memiliki tokoh Bung Karno, yang bisa masuk ke dalam kategori wasatiyah. Namun sekarang, hal itu belum kembali terlihat, setelah masa tokoh-tokoh itu.

&amp;ldquo;Ilmu agama  Imam Syafi'i, Asy'ari, itu wasathiyah. Kalau politik, harus seperti Bung Karno, Sayyidina Umar, harus seperti itu. baru bisa wasatiyah. Yang punya kepribadian, yang punya prinsip,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
 Anies Baswedan Cari Cawapres dari Tokoh NU, Ini Kata Said Aqil Siradj&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sekarang yang bisa mempertemukan Saudi dan Iran, bukan Mesir bukan Indonesia, (tapi) China. Kita ini malu banget sebenarnya,&amp;rdquo; lanjut dia.
Tokoh-tokoh dunia Islam, jelas dia, saat ini tidak bisa berbuat banyak dalam hal politik bebas-aktif. Selain Indonesia, para kepala negara islam lainnya pun, seperti Mesir, tidak bisa berbuat banyak.



&amp;ldquo;Tidak ada kepala negara Islam yang betul-betul punya prinsip, betul-betul bebas-aktif, prinsip wasathiyah, pribadi yang kokoh, yang kuat, yang tegar. Dulu kita bangga dengan beberapa pemimpin, ada Bung Karno, ada Jamal Natsir, awal-awal Saddam Husein. Sekarang tidak satupun yang kita banggakan. Presiden Mesir pun sangat dhoif. Begitu pula yang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
