<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK: Penangkapan Koruptor Kalah dengan Kecepatan Regenerasi Koruptornya</title><description>Ia merasa, perbaikan di sektor hulu perlu dilakukan guna memberantas korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya"/><item><title>KPK: Penangkapan Koruptor Kalah dengan Kecepatan Regenerasi Koruptornya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2023 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya-YefvGrLDd2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/14/337/2798365/kpk-penangkapan-koruptor-kalah-dengan-kecepatan-regenerasi-koruptornya-YefvGrLDd2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMy8xLzE2NTIyNi81L3g4azI4OTU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan bahwa upaya penangkapan koruptor terasa sia-sia lantaran daya regenarasi para koruptor terlampau lebih cepat.
&quot;KPK menangkap para pejabat dan bupati, walikota, gubernur sampai para menteri. Anggota dewan dan lain-lain itu ketepatannya sudah tepat. Tetapi daya menangkapnya masih kalah dengan daya kecepatan regenerasi koruptornya,&quot; tutur Ghufron dalam sambutan pada kegiatan MoU pemberantasan korupsi dengan DMI, di Kantor DMI, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2023).
Menurutnya, upaya penangkapan yang dilakukan KPK menjadi sia-sia dan tak berarti untuk pemberantasan korupsi di tanah air. Ia merasa, perbaikan di sektor hulu perlu dilakukan guna memberantas korupsi.

BACA JUGA:
KPK Limpahkan Berkas Perkara Gazalba Saleh ke Pengadilan

&quot;Proses di hulunya yaitu proses politik yang gagal, demokrasinya, demokrasi yang melahirkan bukan orang-orang yang secara baik kapabilitas, baik kompetensi maupun integritas dan komitmennya untuk rakyat itu tidak ada, karena asumsinya kemudian seakan-akan jabatan hanya pertarungan modal untuk mendudukinya,&quot; terang Ghufron.

BACA JUGA:
Berapa Harta Kekayaan Harno Trimadi? Pejabat Kemenhub yang Kena OTT KPK
Ghufron merasa praktik korupsi bukan lagi menjadi potensi, melainkan suatu hal yang pasti. &quot;Yang tidak tertangkap hanya belum apes saja. Yang ditangkap apes saja. Ini fakta yang terjadi tentang kehidupan berbangsa kita saat ini,&quot; terang Ghufron.
Menurutnya, praktik korupsi di tanah air telah menyentuh hingga akar. Salah satunya, ada tokoh agama yang meminta timbal balik lantaran telah memberi dukungan terhadap kepala daerah.
Baca Berita Selengkapnya:&amp;nbsp;KPK: Penangkapan Koruptor Masih Kalah dengan Kecepatan Regenerasi Koruptornya



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMy8xLzE2NTIyNi81L3g4azI4OTU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan bahwa upaya penangkapan koruptor terasa sia-sia lantaran daya regenarasi para koruptor terlampau lebih cepat.
&quot;KPK menangkap para pejabat dan bupati, walikota, gubernur sampai para menteri. Anggota dewan dan lain-lain itu ketepatannya sudah tepat. Tetapi daya menangkapnya masih kalah dengan daya kecepatan regenerasi koruptornya,&quot; tutur Ghufron dalam sambutan pada kegiatan MoU pemberantasan korupsi dengan DMI, di Kantor DMI, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2023).
Menurutnya, upaya penangkapan yang dilakukan KPK menjadi sia-sia dan tak berarti untuk pemberantasan korupsi di tanah air. Ia merasa, perbaikan di sektor hulu perlu dilakukan guna memberantas korupsi.

BACA JUGA:
KPK Limpahkan Berkas Perkara Gazalba Saleh ke Pengadilan

&quot;Proses di hulunya yaitu proses politik yang gagal, demokrasinya, demokrasi yang melahirkan bukan orang-orang yang secara baik kapabilitas, baik kompetensi maupun integritas dan komitmennya untuk rakyat itu tidak ada, karena asumsinya kemudian seakan-akan jabatan hanya pertarungan modal untuk mendudukinya,&quot; terang Ghufron.

BACA JUGA:
Berapa Harta Kekayaan Harno Trimadi? Pejabat Kemenhub yang Kena OTT KPK
Ghufron merasa praktik korupsi bukan lagi menjadi potensi, melainkan suatu hal yang pasti. &quot;Yang tidak tertangkap hanya belum apes saja. Yang ditangkap apes saja. Ini fakta yang terjadi tentang kehidupan berbangsa kita saat ini,&quot; terang Ghufron.
Menurutnya, praktik korupsi di tanah air telah menyentuh hingga akar. Salah satunya, ada tokoh agama yang meminta timbal balik lantaran telah memberi dukungan terhadap kepala daerah.
Baca Berita Selengkapnya:&amp;nbsp;KPK: Penangkapan Koruptor Masih Kalah dengan Kecepatan Regenerasi Koruptornya



</content:encoded></item></channel></rss>
