<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>835 Bencana Terjadi hingga Awal April, Ini Langkah BNPB</title><description>BNPB mengungkapkan kejadian bencana alam yang terjadi hingga 12 April 2023 mencapai 835 kejadian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb"/><item><title>835 Bencana Terjadi hingga Awal April, Ini Langkah BNPB</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2023 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb-eMpF9LTHts.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Suharyanto (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/14/337/2798504/835-bencana-terjadi-hingga-awal-april-ini-langkah-bnpb-eMpF9LTHts.jpg</image><title>Kepala BNPB Suharyanto (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kejadian bencana alam yang terjadi hingga 12 April 2023 mencapai 835 kejadian. Didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

&quot;Sebagai informasi, hingga 12 April 2023 jumlah kejadian bencana yang terjadi mencapai 835 kejadian dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem,&amp;rdquo; ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, pada Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA:
 BNPB: 835 Kejadian Bencana sejak Januari hingga April 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB hadir beserta jajaran pejabat tinggi lainnya membahas pelaksanaan program yang telah dilakukan mencakup capaian penyerapan anggaran dan luaran hingga awal April 2023, dan rencana kerja yang akan dilakukan hingga akhir tahun.

&amp;ldquo;Kami akan paparkan kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kedeputian da unit kerja yang ada di BNPB, serta capaian anggaran kita,&amp;rdquo; kata Suharyanto.

Ia menambahkan, BNPB masih dipercaya sebagai koordinator penanganan Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). &amp;ldquo;Terkait penanganan Covid dan PMK, meskipun situasi relatif terkendali, Satgas Covid dan PMK masih ada dan digabung menjadi satu dengan masa tugas hingga akhir Juni 2023,&amp;rdquo; ujar Suharyanto yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan PMK.

BACA JUGA:
Labuan Bajo Direndam Banjir, Sandiaga Dorong Pemda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
BNPB juga diminta secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan penggantian bagi sawah masyarakat yang gagal panen akibat bencana banjir pada tri wulan pertama 2023.



&quot;BNPB mendapat tugas dari bapak Presiden, untuk mengganti sawah petani yang gagal panen akibat sawahnya terendam banjir. Penggantian yang dimaksud adalah biaya produksi, sehingga diharapkan petani dapat memulai lagi produksi di musim berikutnya,&amp;rdquo; ujarnya.



Dirinya menegaskan, yang mendapat penggantian biaya produksi hanya sawah yang gagal panen akibat bencana banjir. &amp;ldquo;Yang diganti ialah yang terendam banjir, bukan puso karena hama atau lainnya,&quot; ujar Suharyanto.



Kini, BNPB sedang menyusun perencanaan, melakukan sosialisasi dan pendataan petani yang sawahnya rusak akibat terendam banjir ke masing-masing provinsi terdampak.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kejadian bencana alam yang terjadi hingga 12 April 2023 mencapai 835 kejadian. Didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

&quot;Sebagai informasi, hingga 12 April 2023 jumlah kejadian bencana yang terjadi mencapai 835 kejadian dan didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem,&amp;rdquo; ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, pada Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA:
 BNPB: 835 Kejadian Bencana sejak Januari hingga April 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB hadir beserta jajaran pejabat tinggi lainnya membahas pelaksanaan program yang telah dilakukan mencakup capaian penyerapan anggaran dan luaran hingga awal April 2023, dan rencana kerja yang akan dilakukan hingga akhir tahun.

&amp;ldquo;Kami akan paparkan kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kedeputian da unit kerja yang ada di BNPB, serta capaian anggaran kita,&amp;rdquo; kata Suharyanto.

Ia menambahkan, BNPB masih dipercaya sebagai koordinator penanganan Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). &amp;ldquo;Terkait penanganan Covid dan PMK, meskipun situasi relatif terkendali, Satgas Covid dan PMK masih ada dan digabung menjadi satu dengan masa tugas hingga akhir Juni 2023,&amp;rdquo; ujar Suharyanto yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan PMK.

BACA JUGA:
Labuan Bajo Direndam Banjir, Sandiaga Dorong Pemda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
BNPB juga diminta secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan penggantian bagi sawah masyarakat yang gagal panen akibat bencana banjir pada tri wulan pertama 2023.



&quot;BNPB mendapat tugas dari bapak Presiden, untuk mengganti sawah petani yang gagal panen akibat sawahnya terendam banjir. Penggantian yang dimaksud adalah biaya produksi, sehingga diharapkan petani dapat memulai lagi produksi di musim berikutnya,&amp;rdquo; ujarnya.



Dirinya menegaskan, yang mendapat penggantian biaya produksi hanya sawah yang gagal panen akibat bencana banjir. &amp;ldquo;Yang diganti ialah yang terendam banjir, bukan puso karena hama atau lainnya,&quot; ujar Suharyanto.



Kini, BNPB sedang menyusun perencanaan, melakukan sosialisasi dan pendataan petani yang sawahnya rusak akibat terendam banjir ke masing-masing provinsi terdampak.</content:encoded></item></channel></rss>
