<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miris! Nenek Sulih Warti Belasan Tahun Hidup di Atas Tumpukan Sampah</title><description>Belasan tahun Nenek Sulih Warti memilih hidup di atas tumpukan sampah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah"/><item><title>Miris! Nenek Sulih Warti Belasan Tahun Hidup di Atas Tumpukan Sampah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2023 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah-dP2GWrDPLE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nenek Sulih Warti tinggal di tumpukan sampah (Foto : Instagram/@jakut.info)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/14/338/2798972/miris-nenek-sulih-warti-belasan-tahun-hidup-di-atas-tumpukan-sampah-dP2GWrDPLE.jpg</image><title>Nenek Sulih Warti tinggal di tumpukan sampah (Foto : Instagram/@jakut.info)</title></images><description>JAKARTA - Belasan tahun Nenek Sulih Warti memilih hidup di atas tumpukan sampah. Nenek berusia 75 tahun tersebut tinggal di sebuah rumah di Kompleks Deperla Blok H 10, RT 007, RW 014, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.


BACA JUGA:
Mendes PDTT Targetkan Program Tekad Turunkan Kemiskinan di Desa


Berdasarkan video yang diunggah pemilik akun Instagram @jakut.info, kondisi kehidupan Nenek Sulih sangat memprihatinkan. Nenek Sulih memilih tinggal bersama dengan berbagai macam sampah mulai dari kering hingga basah.

Tempat tinggal Nenek Sulih hanya beratap asbes. Ia bertahun-tahun disebut hidup tanpa aliran listrik dan air. Bahkan, sangat minim penerangan. Hidup itu ia lakoni atas pilihannya sendiri.


BACA JUGA:
Video Kritik Lampung Viral, Seleb TikTok Bima Nangis Khawatirkan Keselamatan Orangtuanya


Pihak keluarga sudah berulang kali membujuk Nenek Sulih untuk tinggal di dalam rumah. Namun, Nenek Sulih memilih bertahan hidup di atas tumpukan sampah.

Dikabarkan, Nenek Sulih depresi sejak ditinggal meninggal suaminya. Ia memilih untuk hidup dalam kesengsaraan meskipun banyak serangga yang mengerubungi.</description><content:encoded>JAKARTA - Belasan tahun Nenek Sulih Warti memilih hidup di atas tumpukan sampah. Nenek berusia 75 tahun tersebut tinggal di sebuah rumah di Kompleks Deperla Blok H 10, RT 007, RW 014, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.


BACA JUGA:
Mendes PDTT Targetkan Program Tekad Turunkan Kemiskinan di Desa


Berdasarkan video yang diunggah pemilik akun Instagram @jakut.info, kondisi kehidupan Nenek Sulih sangat memprihatinkan. Nenek Sulih memilih tinggal bersama dengan berbagai macam sampah mulai dari kering hingga basah.

Tempat tinggal Nenek Sulih hanya beratap asbes. Ia bertahun-tahun disebut hidup tanpa aliran listrik dan air. Bahkan, sangat minim penerangan. Hidup itu ia lakoni atas pilihannya sendiri.


BACA JUGA:
Video Kritik Lampung Viral, Seleb TikTok Bima Nangis Khawatirkan Keselamatan Orangtuanya


Pihak keluarga sudah berulang kali membujuk Nenek Sulih untuk tinggal di dalam rumah. Namun, Nenek Sulih memilih bertahan hidup di atas tumpukan sampah.

Dikabarkan, Nenek Sulih depresi sejak ditinggal meninggal suaminya. Ia memilih untuk hidup dalam kesengsaraan meskipun banyak serangga yang mengerubungi.</content:encoded></item></channel></rss>
