<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Anggota TNI AL Tak Bisa Berenang dan TNI AU Tak Bisa Terbang</title><description>Ada saja keusilan yang membuatnya kebat-kebit dag-dug-dug di hadapan Gus Dur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Anggota TNI AL Tak Bisa Berenang dan TNI AU Tak Bisa Terbang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang</guid><pubDate>Minggu 16 April 2023 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/15/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang-YicYUDVcjy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/15/337/2799267/humor-gus-dur-ketika-anggota-tni-al-tak-bisa-berenang-dan-tni-au-tak-bisa-terbang-YicYUDVcjy.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU Online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.
Alkisah, seorang Asisten Gus Dur yang bertugas di Istana Negara berlatarbelakang anggota TNI Angkatan Laut. Namun, ternyata dia diketahui tidak bisa berenang.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pengajian Intelijen yang Mengundang Tawa

Ia sering digoda dan diusili oleh para ajudan Presiden. Ada saja keusilan yang membuatnya kebat-kebit dag-dug-dug di hadapan Gus Dur.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Suksesi Bikin Bulu Kuduk Presiden Berdiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tiba lah saat dia dikerjai.   &amp;ldquo;Lapor Pak Presiden&amp;hellip;, ini lho ajudan bapak, masak TNI Angkatan Laut kok nggak bisa berenang,&amp;rdquo; terang seorang ajudan.

Otomatis saja, ajudan TNI AL tersebut langsung tegang, melotot, tak menyangka bila ada yang bertindak nekat lapor hal-hal sensitif.

Presiden Gus Dur pun merespon dengan nada datar-datar saja. Gus Dur menjawab dengan santai.&quot;Lha itu, ada dari Angkatan Udara juga nggak bisa terbang kok,&amp;rdquo; jawabnya.



Dan orang-orang yang ada disekitar tertawa terbahak-bahak dengan jawaban Gus Dur.



Berikutnya, seorang bule berjalan-jalan di Jakarta. Karena merasa tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual gorengan.

&quot;Apa betul ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; tanyanya.

&quot;Ho oh,&quot; jawab si penjual.



Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas.

&quot;Apa ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; ujarnya.

Polisi menjawab.&quot;Betul,&amp;rdquo; katanya.


Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas.



&quot;Apa ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; tanyanya.



Gus Dur pun menjawab. &amp;ldquo;Benar,&amp;rdquo; ujarnya.



Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu ia bertanya kepada tukang gorengan dijawab &quot;Ho oh,&quot; lalu tanya polisi dijawab &quot;betul&quot; dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata &quot;benar.&quot;







Gus Dur diam sejenak, lalu memberikan argument.



&quot;Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah&quot; ho oh&quot;, kalau bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau bertanya kepada tamatan perguruan tinggi maka jawabannya benar,&amp;rdquo; paparnya.











Bule itu puas dengan jawaban Gus Dur dan mengangguk. Dia pun bertanya sekali lagi, &quot;Jadi Anda ini seorang sarjana?,&amp;rdquo; tanyanya.



Gus Dur pun menjawab dengan spontan. &quot;Ho..oh,&amp;rdquo; ujarnya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU Online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.
Alkisah, seorang Asisten Gus Dur yang bertugas di Istana Negara berlatarbelakang anggota TNI Angkatan Laut. Namun, ternyata dia diketahui tidak bisa berenang.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pengajian Intelijen yang Mengundang Tawa

Ia sering digoda dan diusili oleh para ajudan Presiden. Ada saja keusilan yang membuatnya kebat-kebit dag-dug-dug di hadapan Gus Dur.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Suksesi Bikin Bulu Kuduk Presiden Berdiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tiba lah saat dia dikerjai.   &amp;ldquo;Lapor Pak Presiden&amp;hellip;, ini lho ajudan bapak, masak TNI Angkatan Laut kok nggak bisa berenang,&amp;rdquo; terang seorang ajudan.

Otomatis saja, ajudan TNI AL tersebut langsung tegang, melotot, tak menyangka bila ada yang bertindak nekat lapor hal-hal sensitif.

Presiden Gus Dur pun merespon dengan nada datar-datar saja. Gus Dur menjawab dengan santai.&quot;Lha itu, ada dari Angkatan Udara juga nggak bisa terbang kok,&amp;rdquo; jawabnya.



Dan orang-orang yang ada disekitar tertawa terbahak-bahak dengan jawaban Gus Dur.



Berikutnya, seorang bule berjalan-jalan di Jakarta. Karena merasa tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual gorengan.

&quot;Apa betul ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; tanyanya.

&quot;Ho oh,&quot; jawab si penjual.



Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas.

&quot;Apa ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; ujarnya.

Polisi menjawab.&quot;Betul,&amp;rdquo; katanya.


Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas.



&quot;Apa ini Jalan Sudirman?,&amp;rdquo; tanyanya.



Gus Dur pun menjawab. &amp;ldquo;Benar,&amp;rdquo; ujarnya.



Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu ia bertanya kepada tukang gorengan dijawab &quot;Ho oh,&quot; lalu tanya polisi dijawab &quot;betul&quot; dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata &quot;benar.&quot;







Gus Dur diam sejenak, lalu memberikan argument.



&quot;Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah&quot; ho oh&quot;, kalau bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau bertanya kepada tamatan perguruan tinggi maka jawabannya benar,&amp;rdquo; paparnya.











Bule itu puas dengan jawaban Gus Dur dan mengangguk. Dia pun bertanya sekali lagi, &quot;Jadi Anda ini seorang sarjana?,&amp;rdquo; tanyanya.



Gus Dur pun menjawab dengan spontan. &quot;Ho..oh,&amp;rdquo; ujarnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
