<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pratu Miftahul Gugur, Panglima TNI Akan Evaluasi Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air</title><description>Pratu Miftahul Arifin gugur usai ditembak, dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air"/><item><title>Pratu Miftahul Gugur, Panglima TNI Akan Evaluasi Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air</guid><pubDate>Minggu 16 April 2023 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air-2eB0ta5KNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/16/337/2799625/pratu-miftahul-gugur-panglima-tni-akan-evaluasi-operasi-penyelamatan-pilot-susi-air-2eB0ta5KNJ.jpg</image><title>Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI5MC81L3g4azRxMGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim penyelamatan Pilot Susi Air diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan mengakibatkan Pratu Miftahul Arifin gugur usai ditembak, dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan langsung mengevaluasi mendalam perihal operasi penyelamatan pilot asal Selandia Baru itu.
&quot;Dalam waktu dekat Panglima TNI akan melakukan evaluasi yang sangat mendalam terkait kejadian ini,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (16/4/2023).
Sementara itu, kata Julius, Panglima TNI tetap memerintahkan agar operasi penyelamatan Pilot Susi Air tetap digelar, dan ditingkatkan.

BACA JUGA:
TNI: Operasi Pembebasan Pilot Susi Air Semakin Mengerucut

Jadi ini adalah bagian dari operasi penyelamatan Pilot Susi Air, operasi selanjutnya akan ditingkatkan oleh Panglima TNI,&quot; kata Julius.

BACA JUGA:
Diserang KKB, Tim SAR Pilot Susi Air Tersebar di Beberapa Lokasi

Diketahui, KKB menyerang Yonif Raider 321/Galuh Taruna  (Yonif R 321/GT) yang bertugas melakukan Operasi SAR pilot Susi Air di wilayah Mugi-Mam Kabupaten Nduga, pada Sabtu 15 April 2023.
Akibat peristiwa tersebut satu orang gugur, yakni Pratu Miftahul Arifin. Sedangkan prajurit lain tersebar di beberapa lokasi, dan belum bisa dihubungi.Saat ini, kata Julius, Pratu Miftahul Arifin belum dievakuasi dari jurang sedalam 15 meter. Sementara, pihaknya juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan prajurit yang selamat usai peristiwa tersebut.

&quot;Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu, adapun Kondisi prajurit yang lainnya saat ini masih ada di beberapa lokasi,&quot; kata Julius.

&quot;Kami kesulitan menghubungi karena kondisi cuaca yangg tidak menentu,&quot; sambungnya.

Untuk itu, kata Julius, Panglima TNI memerintah agar pencarian terus dilakukan, bahkan dengan mengerahkan bantuan tempur secara maksimal.

&quot;Panglima TNI secara terus menerus memerintahkan untuk melakukan pencarian dan bantuan tempur dengan kekuatan maksimal, itu saja yang saya sampaikan,&quot; katanya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI5MC81L3g4azRxMGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim penyelamatan Pilot Susi Air diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan mengakibatkan Pratu Miftahul Arifin gugur usai ditembak, dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan langsung mengevaluasi mendalam perihal operasi penyelamatan pilot asal Selandia Baru itu.
&quot;Dalam waktu dekat Panglima TNI akan melakukan evaluasi yang sangat mendalam terkait kejadian ini,&quot; kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (16/4/2023).
Sementara itu, kata Julius, Panglima TNI tetap memerintahkan agar operasi penyelamatan Pilot Susi Air tetap digelar, dan ditingkatkan.

BACA JUGA:
TNI: Operasi Pembebasan Pilot Susi Air Semakin Mengerucut

Jadi ini adalah bagian dari operasi penyelamatan Pilot Susi Air, operasi selanjutnya akan ditingkatkan oleh Panglima TNI,&quot; kata Julius.

BACA JUGA:
Diserang KKB, Tim SAR Pilot Susi Air Tersebar di Beberapa Lokasi

Diketahui, KKB menyerang Yonif Raider 321/Galuh Taruna  (Yonif R 321/GT) yang bertugas melakukan Operasi SAR pilot Susi Air di wilayah Mugi-Mam Kabupaten Nduga, pada Sabtu 15 April 2023.
Akibat peristiwa tersebut satu orang gugur, yakni Pratu Miftahul Arifin. Sedangkan prajurit lain tersebar di beberapa lokasi, dan belum bisa dihubungi.Saat ini, kata Julius, Pratu Miftahul Arifin belum dievakuasi dari jurang sedalam 15 meter. Sementara, pihaknya juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan prajurit yang selamat usai peristiwa tersebut.

&quot;Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu, adapun Kondisi prajurit yang lainnya saat ini masih ada di beberapa lokasi,&quot; kata Julius.

&quot;Kami kesulitan menghubungi karena kondisi cuaca yangg tidak menentu,&quot; sambungnya.

Untuk itu, kata Julius, Panglima TNI memerintah agar pencarian terus dilakukan, bahkan dengan mengerahkan bantuan tempur secara maksimal.

&quot;Panglima TNI secara terus menerus memerintahkan untuk melakukan pencarian dan bantuan tempur dengan kekuatan maksimal, itu saja yang saya sampaikan,&quot; katanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
