<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Artificial Intelligence Makin Masif, Pemerintah Diminta Rumuskan Regulasi   </title><description>Regulasi itu juga sekaligus menjadi pedoman bagi para jurnalis dan pemilik media.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi"/><item><title>Artificial Intelligence Makin Masif, Pemerintah Diminta Rumuskan Regulasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi</guid><pubDate>Minggu 16 April 2023 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi-D2lLDcfZcq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Christophorus Taufik. (Foto: Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/16/519/2799472/artificial-intelligence-makin-masif-pemerintah-diminta-rumuskan-regulasi-D2lLDcfZcq.jpg</image><title>Christophorus Taufik. (Foto: Avirista Midaada)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk3My81L3g4anNycWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA BATU -&amp;nbsp;Pemerintah dinilai perlu merumuskan regulasi sebagai respons atas transformasi Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif. Regulasi itu juga sekaligus menjadi pedoman bagi para jurnalis dan pemilik media.

Hal itu disampaikan Christophorus&amp;nbsp;Taufik&amp;nbsp;selaku Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hukum Internal memberikan transfer ilmunya ke belasan jurnalis di Ikatan Wartawan Online (IWO) Malang raya.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Ketua DPP Perindo Berbagi Ilmu soal Artificial Inteligence ke Jurnalis

&quot;Regulasi di Indonesia masih minim ketimbang negara lainnya seperti Australia yang lebih dulu menerapkan regulasi terkait pemanfaatan AI,&quot; ucap Pembina IWO Malang Raya Christophorus Taufik, yang juga Bacaleg Partai Perindo untuk DPR RI Dapil Jatim V itu itu, Sabtu 15 April 2023.


BACA JUGA:
Ketua DPP Perindo Ungkap Pentingnya Penerapan Artificial Intelligence

Christophorus&amp;nbsp;menjelaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, tidak sekadar dalam penggunaan aplikasi. Namun, bagaimana memahami, menganalisisnya menjadi informasi yang berguna, dan dikembangkan untuk memudahkan kehidupan manusia.&amp;nbsp;&quot;Kita pun perlu mengetahui kekurangan dan kelebihan artificial intelligence,&quot; ucapnya saat memberikan materi Focus Group Discussion bertajuk Sharing Knowledge Journalism Dalam Bayang-Bayang Artificial Intelligence.
Sementara itu, Ketua IWO Malang raya menyatakan, bahwa IWO sengaja menghadirkan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

&quot;Forum ini sangat penting sebagai sarana peningkatan kreatifitas dan kapasitas para jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online,&quot; ungkap Rudi.

Lebih lanjut, Rudi berkeyakinan bahwa penguatan sumber daya manusia mutlak diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada, termasuk bagaimana masing-masing pribadi jurnalis harus meningkatkan kapasitas dan kemampuan karya jurnalistiknya untuk pemilik media siber.

&quot;Pemanfaatan kecerdasan buatan kian menggejala di segala sektor. Saya sepakat dengan yang disampaikan oleh Pak Chris yang merupakan Pembina IWO Malang Raya. Bahwa di Indonesia, dibutuhkan regulasi yang spesifik tentang bagaimana mengatur penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk3My81L3g4anNycWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA BATU -&amp;nbsp;Pemerintah dinilai perlu merumuskan regulasi sebagai respons atas transformasi Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif. Regulasi itu juga sekaligus menjadi pedoman bagi para jurnalis dan pemilik media.

Hal itu disampaikan Christophorus&amp;nbsp;Taufik&amp;nbsp;selaku Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hukum Internal memberikan transfer ilmunya ke belasan jurnalis di Ikatan Wartawan Online (IWO) Malang raya.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Ketua DPP Perindo Berbagi Ilmu soal Artificial Inteligence ke Jurnalis

&quot;Regulasi di Indonesia masih minim ketimbang negara lainnya seperti Australia yang lebih dulu menerapkan regulasi terkait pemanfaatan AI,&quot; ucap Pembina IWO Malang Raya Christophorus Taufik, yang juga Bacaleg Partai Perindo untuk DPR RI Dapil Jatim V itu itu, Sabtu 15 April 2023.


BACA JUGA:
Ketua DPP Perindo Ungkap Pentingnya Penerapan Artificial Intelligence

Christophorus&amp;nbsp;menjelaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, tidak sekadar dalam penggunaan aplikasi. Namun, bagaimana memahami, menganalisisnya menjadi informasi yang berguna, dan dikembangkan untuk memudahkan kehidupan manusia.&amp;nbsp;&quot;Kita pun perlu mengetahui kekurangan dan kelebihan artificial intelligence,&quot; ucapnya saat memberikan materi Focus Group Discussion bertajuk Sharing Knowledge Journalism Dalam Bayang-Bayang Artificial Intelligence.
Sementara itu, Ketua IWO Malang raya menyatakan, bahwa IWO sengaja menghadirkan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

&quot;Forum ini sangat penting sebagai sarana peningkatan kreatifitas dan kapasitas para jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online,&quot; ungkap Rudi.

Lebih lanjut, Rudi berkeyakinan bahwa penguatan sumber daya manusia mutlak diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada, termasuk bagaimana masing-masing pribadi jurnalis harus meningkatkan kapasitas dan kemampuan karya jurnalistiknya untuk pemilik media siber.

&quot;Pemanfaatan kecerdasan buatan kian menggejala di segala sektor. Saya sepakat dengan yang disampaikan oleh Pak Chris yang merupakan Pembina IWO Malang Raya. Bahwa di Indonesia, dibutuhkan regulasi yang spesifik tentang bagaimana mengatur penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
