<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TGB Bicara Makna Ramadhan saat Tabligh Akbar di Masjid Al Jabbar</title><description>Pria yang akrab disapa TGB itu menyinggung soal amalan ibadah yang telah dilakukan setiap umat muslim selama bulan Ramadhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar"/><item><title>TGB Bicara Makna Ramadhan saat Tabligh Akbar di Masjid Al Jabbar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar</guid><pubDate>Minggu 16 April 2023 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar-H6VCivjRus.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TGB M Zainul Majdi di acara Tabligh Akbar Ramadhan di Masjid Al Jabbar (Foto: Agung Bakti Sarasa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/16/525/2799432/tgb-bicara-makna-ramadhan-saat-tabligh-akbar-di-masjid-al-jabbar-H6VCivjRus.jpg</image><title>TGB M Zainul Majdi di acara Tabligh Akbar Ramadhan di Masjid Al Jabbar (Foto: Agung Bakti Sarasa)</title></images><description>BANDUNG - Cendikiawan muslim Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menjadi salah satu penceramah yang hadir dalam acara Tabligh Akbar Ramadhan iNews di Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung pada Sabtu (15/4/2023) malam.

Dalam ceramahnya, pria yang akrab disapa TGB itu menyinggung soal amalan ibadah yang telah dilakukan setiap umat muslim selama bulan Ramadhan.

&quot;Kalau kita bicara puasa, masing-masing punya pengalaman, anak-anak muda beda pengalamannya dengan orang-orang yang sudah tua. Yang baru Aqil baligh dan belajar berpuasa tentu beda juga dengan yang sudah berpuasa. Semua punya pengalaman masing-masing,&quot; kata TGB.

&quot;Insya Allah semua pengalaman itu hebat yang akan membentuk kepribadian kita yang kokoh sebagai seorang muslim dan sebagai warga Jawa Barat yang cinta,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
TGB: Politik Harus Jadi Ruang Membangun Indonesia, Lakukan dengan Kesungguhan!


TGB yang juga menjabat Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo ini mengungkapkan, puasa itu mengingatkan pada satu kaidah sederhana yakni kalau ada keinganan pasti bisa.

&quot;Kalau di pesantren ada ungkapan man Jadda wa Jadda. Kenapa puasa mengajarkan itu? Di luar Ramadhan, puasa Senin-Kamis saja berat, puasa ayyamul bidh. Puasa tiga hari di bulan Hijriyah 13,14,15 gak gampang. Membaca Alquran setiap hari memegang Alquran ada tapi tadarusnya jarang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ajak TGB Keliling Masjid Al Jabbar, Ridwan Kamil: Untuk Sahabat, Saya Jadi Guide


Namun, berbeda dengan bulan Ramadhan, lanjut TGB, di mana setiap muslim dididik untuk mampu melakukan puasa selama satu bulan penuh.

&quot;Ramadhan membuat kita bisa melakukan itu. Kalau di luar Ramadhan Senin-Kamis dua hari dalam seminggu saja berat. Tapi Ramadhan mendidik kita sepanjang satu bulan setiap hari gak putus-putus Alhamdulillah kita bisa berpuasa,&quot; katanya.



Menurutnya, bulan Ramadhan ini mengajarkan setiap umat muslim untuk mengerjakan amal kebaikan. &quot;Ramadhan ini membuka potensi kebaikan, Ramadhan itu membuat kita sadar bahwa kita bisa mengerjakan hal-hal yang sebenarnya yang sebelumnya kita anggap berat, kita anggap sulit,&quot; ujarnya.



&quot;Mungkin ada kemalasan, mungkin ada kesombongan, mungkin ada ketidakpedulian. Maka dalam bulan Ramadhan, mengajarkan kita bahwa kita sebagai hamba Allah ini ternyata bisa melakukan beragam kebaikan. Maka bawa semangat kalau mau pasti bisa. Setelah Ramadhan bulan Syawal dan bulan-bulan seterusnya,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>BANDUNG - Cendikiawan muslim Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menjadi salah satu penceramah yang hadir dalam acara Tabligh Akbar Ramadhan iNews di Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung pada Sabtu (15/4/2023) malam.

Dalam ceramahnya, pria yang akrab disapa TGB itu menyinggung soal amalan ibadah yang telah dilakukan setiap umat muslim selama bulan Ramadhan.

&quot;Kalau kita bicara puasa, masing-masing punya pengalaman, anak-anak muda beda pengalamannya dengan orang-orang yang sudah tua. Yang baru Aqil baligh dan belajar berpuasa tentu beda juga dengan yang sudah berpuasa. Semua punya pengalaman masing-masing,&quot; kata TGB.

&quot;Insya Allah semua pengalaman itu hebat yang akan membentuk kepribadian kita yang kokoh sebagai seorang muslim dan sebagai warga Jawa Barat yang cinta,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
TGB: Politik Harus Jadi Ruang Membangun Indonesia, Lakukan dengan Kesungguhan!


TGB yang juga menjabat Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo ini mengungkapkan, puasa itu mengingatkan pada satu kaidah sederhana yakni kalau ada keinganan pasti bisa.

&quot;Kalau di pesantren ada ungkapan man Jadda wa Jadda. Kenapa puasa mengajarkan itu? Di luar Ramadhan, puasa Senin-Kamis saja berat, puasa ayyamul bidh. Puasa tiga hari di bulan Hijriyah 13,14,15 gak gampang. Membaca Alquran setiap hari memegang Alquran ada tapi tadarusnya jarang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ajak TGB Keliling Masjid Al Jabbar, Ridwan Kamil: Untuk Sahabat, Saya Jadi Guide


Namun, berbeda dengan bulan Ramadhan, lanjut TGB, di mana setiap muslim dididik untuk mampu melakukan puasa selama satu bulan penuh.

&quot;Ramadhan membuat kita bisa melakukan itu. Kalau di luar Ramadhan Senin-Kamis dua hari dalam seminggu saja berat. Tapi Ramadhan mendidik kita sepanjang satu bulan setiap hari gak putus-putus Alhamdulillah kita bisa berpuasa,&quot; katanya.



Menurutnya, bulan Ramadhan ini mengajarkan setiap umat muslim untuk mengerjakan amal kebaikan. &quot;Ramadhan ini membuka potensi kebaikan, Ramadhan itu membuat kita sadar bahwa kita bisa mengerjakan hal-hal yang sebenarnya yang sebelumnya kita anggap berat, kita anggap sulit,&quot; ujarnya.



&quot;Mungkin ada kemalasan, mungkin ada kesombongan, mungkin ada ketidakpedulian. Maka dalam bulan Ramadhan, mengajarkan kita bahwa kita sebagai hamba Allah ini ternyata bisa melakukan beragam kebaikan. Maka bawa semangat kalau mau pasti bisa. Setelah Ramadhan bulan Syawal dan bulan-bulan seterusnya,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
