<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKB Bertahan di Lokasi Jatuhnya Pratu Miftahul Arifin, Panglima TNI: Kita Segera Evakuasi!</title><description>Yudo juga telah menaikkan status operasi Nduga Papua menjadi siaga tempur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi"/><item><title>KKB Bertahan di Lokasi Jatuhnya Pratu Miftahul Arifin, Panglima TNI: Kita Segera Evakuasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Lukman Hakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi-n9U7gRN1bl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Laksamana Yudo Margono/Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/337/2800821/kkb-bertahan-di-lokasi-jatuhnya-pratu-miftahul-arifin-panglima-tni-kita-segera-evakuasi-n9U7gRN1bl.jpg</image><title>Panglima TNI Laksamana Yudo Margono/Antara</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzMi81L3g4azZudzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan segera mengevakuasi prajurit tingkat satu atau Pratu Miftahul Arifin yang jasadnya jatuh ke jurang sedalam 15 meter, seusai ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Teroris.

BACA JUGA:
Sikat Habis KKB, Panglima TNI: Nduga Jadi Siaga Tempur!&amp;nbsp;

&quot;Kita akan fokuskan untuk itu (evakuasi Pratu Miftahul Arifin). Kita juga menjaga dan mengupayakan agar lokasi evakuasi aman dari KKB Karena disitu memang lokasinya mereka (KST) bertahan disitu. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan bersama,&quot; kata Yudo di Base Off Lanudal, Surabaya, Selasa (18/4/2023).
Dia menegaskan, serangan KKB tersebut menewaskan seorang prajurit TNI dan empat lainnya mengalami luka tembak. Saat ini, kondisi empat prajurit yang mengalami luka tembak sudah membaik. Mereka ditembak KKB ketika hendak menolong Pratu Miftahul Arifin yang jasadnya jatuh ke jurang sedalam 15 meter.

BACA JUGA:
Prajurit Elite Kembali Gugur, Wapres: Sudah Saatnya TNI dan Polri Tegas ke KKB Teroris!

&quot;Saat ini ada 4 orang belum terkonfirmasi. Mungkin dalam situasi seperti itu mereka sembunyi dan sebagainya. Tapi kita akan laksanakan pencarian &quot; ujarnya.
Menurutnya, peristiwa itu berawal saat 36 prajurit TNI pada Sabtu (15/4), sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua, untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari 2023.
&quot;Dalam perjalannya, prajurit di hadang dan ada kontak tembak dengan KKB. KKB memanfaatkan ibu dan anak-anak untuk menyerbu pasukan,&quot; ujar Panglima TNI.Yudo juga telah menaikkan status operasi Nduga Papua menjadi siaga tempur. Hal ini sama dengan seperti siaga tempur Natuna.
Di sini, lanjut Yudo, bisa dikatakan siaga tempur darat. Dengan status siaga tempur, diharapkan pasukan benar-benar bersiaga untuk bertempur dan lebih waspada.



&quot;Sejauh ini tidak ada penambahan personil. Kemarin hanya rotasi pasukan. Sebab pasukan yang kontak tembak sudah setahun. Kita akan rotasi lebih awal agar psikologis mereka terjaga,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzMi81L3g4azZudzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan segera mengevakuasi prajurit tingkat satu atau Pratu Miftahul Arifin yang jasadnya jatuh ke jurang sedalam 15 meter, seusai ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Teroris.

BACA JUGA:
Sikat Habis KKB, Panglima TNI: Nduga Jadi Siaga Tempur!&amp;nbsp;

&quot;Kita akan fokuskan untuk itu (evakuasi Pratu Miftahul Arifin). Kita juga menjaga dan mengupayakan agar lokasi evakuasi aman dari KKB Karena disitu memang lokasinya mereka (KST) bertahan disitu. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan bersama,&quot; kata Yudo di Base Off Lanudal, Surabaya, Selasa (18/4/2023).
Dia menegaskan, serangan KKB tersebut menewaskan seorang prajurit TNI dan empat lainnya mengalami luka tembak. Saat ini, kondisi empat prajurit yang mengalami luka tembak sudah membaik. Mereka ditembak KKB ketika hendak menolong Pratu Miftahul Arifin yang jasadnya jatuh ke jurang sedalam 15 meter.

BACA JUGA:
Prajurit Elite Kembali Gugur, Wapres: Sudah Saatnya TNI dan Polri Tegas ke KKB Teroris!

&quot;Saat ini ada 4 orang belum terkonfirmasi. Mungkin dalam situasi seperti itu mereka sembunyi dan sebagainya. Tapi kita akan laksanakan pencarian &quot; ujarnya.
Menurutnya, peristiwa itu berawal saat 36 prajurit TNI pada Sabtu (15/4), sedang menyisir daerah Mugi, Nduga, Papua, untuk mencari pilot Susi Air Phillip Mehrtens yang disandera KKB sejak Februari 2023.
&quot;Dalam perjalannya, prajurit di hadang dan ada kontak tembak dengan KKB. KKB memanfaatkan ibu dan anak-anak untuk menyerbu pasukan,&quot; ujar Panglima TNI.Yudo juga telah menaikkan status operasi Nduga Papua menjadi siaga tempur. Hal ini sama dengan seperti siaga tempur Natuna.
Di sini, lanjut Yudo, bisa dikatakan siaga tempur darat. Dengan status siaga tempur, diharapkan pasukan benar-benar bersiaga untuk bertempur dan lebih waspada.



&quot;Sejauh ini tidak ada penambahan personil. Kemarin hanya rotasi pasukan. Sebab pasukan yang kontak tembak sudah setahun. Kita akan rotasi lebih awal agar psikologis mereka terjaga,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
