<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Prajurit Diserang KKB, Panglima TNI: Kita Tingkatkan Jadi Siaga Tempur</title><description>Panglima TNI juga menjelaskan terkait dengan berita yang simpang siur pada peristiwa tanggal 15 April 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur"/><item><title>Usai Prajurit Diserang KKB, Panglima TNI: Kita Tingkatkan Jadi Siaga Tempur</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur-r7Ob3af1Ew.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Lakamana Yudo Margono (Foto: Puspen)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/337/2800874/usai-prajurit-diserang-kkb-panglima-tni-kita-tingkatkan-jadi-siaga-tempur-r7Ob3af1Ew.jpg</image><title>Panglima TNI Lakamana Yudo Margono (Foto: Puspen)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTM0Ni81L3g4azZ6eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa pihaknya menerapkan operasi siaga tempur setelah gugurnya Pratu Miftahul Arifin diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga menyandera Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens.
&quot;Kita tetap melaksanakan operasi penegakan hukum. Tapi tentunya dengan kondisi seperti ini khususnya di daerah tertentu kita ubah menjadi operasi siaga tempur. Menghadapi serangan seperti ini, yang seperti terjadi tanggal 15 April yang lalu kita tingkatkan menjadi siaga tempur untuk pasukan kita sehingga naluri tempurnya terbangun,&quot; kata Panglima, Selasa (18/4/2023).
&quot;Selama ini kan kita operasi teritorial,  komunikasi sosial itu tetap kita laksanakan tetapi ketika menghadapi seperti ini ya harus melaksanakan siaga tempur,&quot; imbuhnya.
Panglima TNI juga menjelaskan terkait dengan berita yang simpang siur pada peristiwa tanggal 15 April 2023. Sebanyak 36 prajurit TNI  saat melaksanakan patroli mencari keberadaan pilot Susi air, dijalan dihadang oleh KKB dan terjadi kontak tembak.

BACA JUGA:
Mengintip Distrik Mugi Nduga, Lokasi Baku Tembak Pasukan TNI dengan KKB Teroris

Dari kontak tembak tersebut terdiri dari pasukan 36, satu prajurit Peratu Miftahul Arifin gugur dan jatuh ke jurang sedalam lebih kurang 15 meter dan 4 orang lainnya yang luka-luka.

BACA JUGA:
Panglima TNI: Evakuasi Jenazah Pratu Arifin Terkendala Cuaca Buruk

&quot;Tidak semuanya yang luka tembak, ada yang luka kena tembak ada juga luka yang karena jatuh terpeleset karena memang medannya ini kan miring, sehingga ketika mungkin bertempur mereka melihat situasi seperti itu dan sebagainya ada yang terpeleset,&quot; jelasnya.&amp;ldquo;Tapi alhamdulillah kondisinya mereka sehat semua. Karena masih bisa lihat saya tadi langsung bilang selamat siang Panglima. Berarti masih sadar. Tadi saya jemput di sana dengan Pak KSAD juga malah ada yang bilang Komando. Itu artinya mereka masih sadar Alhamdulillah mudah-mudahan ini mereka bisa sehat kembali dan pulih dari luka,&amp;rdquo; ungkap Panglima TNI.
Panglima TNI menambahkan bahwa sampai saat ini ada empat personel yang belum terkonfirmasi dan masih dicari keberadaannya. Selain itu, pihaknya sedang konsentrasi mengevakuasi yang meninggal terjatuh di jurang.
&quot;Kita usahakan evakuasi walaupun terkendala cuaca. Kita prioritaskan yang luka-luka akibat tembakan KKB. Tadi semuanya sudah berhasil dan sudah dibawa ke rumah sakit,&amp;rdquo; jelas Laksamana TNI Yudo Margono.
Panglima TNI mengatakan, jadi tidak benar pernyataan yang disampaikan oleh KKB bahwa mereka sudah membunuh sembilan prajurit TNI dan merampas senjatanya. &amp;ldquo;Tidak ada prajurit TNI yang disandera dan tidak ada senjata prajurit yang disita oleh KST,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTM0Ni81L3g4azZ6eDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa pihaknya menerapkan operasi siaga tempur setelah gugurnya Pratu Miftahul Arifin diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga menyandera Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens.
&quot;Kita tetap melaksanakan operasi penegakan hukum. Tapi tentunya dengan kondisi seperti ini khususnya di daerah tertentu kita ubah menjadi operasi siaga tempur. Menghadapi serangan seperti ini, yang seperti terjadi tanggal 15 April yang lalu kita tingkatkan menjadi siaga tempur untuk pasukan kita sehingga naluri tempurnya terbangun,&quot; kata Panglima, Selasa (18/4/2023).
&quot;Selama ini kan kita operasi teritorial,  komunikasi sosial itu tetap kita laksanakan tetapi ketika menghadapi seperti ini ya harus melaksanakan siaga tempur,&quot; imbuhnya.
Panglima TNI juga menjelaskan terkait dengan berita yang simpang siur pada peristiwa tanggal 15 April 2023. Sebanyak 36 prajurit TNI  saat melaksanakan patroli mencari keberadaan pilot Susi air, dijalan dihadang oleh KKB dan terjadi kontak tembak.

BACA JUGA:
Mengintip Distrik Mugi Nduga, Lokasi Baku Tembak Pasukan TNI dengan KKB Teroris

Dari kontak tembak tersebut terdiri dari pasukan 36, satu prajurit Peratu Miftahul Arifin gugur dan jatuh ke jurang sedalam lebih kurang 15 meter dan 4 orang lainnya yang luka-luka.

BACA JUGA:
Panglima TNI: Evakuasi Jenazah Pratu Arifin Terkendala Cuaca Buruk

&quot;Tidak semuanya yang luka tembak, ada yang luka kena tembak ada juga luka yang karena jatuh terpeleset karena memang medannya ini kan miring, sehingga ketika mungkin bertempur mereka melihat situasi seperti itu dan sebagainya ada yang terpeleset,&quot; jelasnya.&amp;ldquo;Tapi alhamdulillah kondisinya mereka sehat semua. Karena masih bisa lihat saya tadi langsung bilang selamat siang Panglima. Berarti masih sadar. Tadi saya jemput di sana dengan Pak KSAD juga malah ada yang bilang Komando. Itu artinya mereka masih sadar Alhamdulillah mudah-mudahan ini mereka bisa sehat kembali dan pulih dari luka,&amp;rdquo; ungkap Panglima TNI.
Panglima TNI menambahkan bahwa sampai saat ini ada empat personel yang belum terkonfirmasi dan masih dicari keberadaannya. Selain itu, pihaknya sedang konsentrasi mengevakuasi yang meninggal terjatuh di jurang.
&quot;Kita usahakan evakuasi walaupun terkendala cuaca. Kita prioritaskan yang luka-luka akibat tembakan KKB. Tadi semuanya sudah berhasil dan sudah dibawa ke rumah sakit,&amp;rdquo; jelas Laksamana TNI Yudo Margono.
Panglima TNI mengatakan, jadi tidak benar pernyataan yang disampaikan oleh KKB bahwa mereka sudah membunuh sembilan prajurit TNI dan merampas senjatanya. &amp;ldquo;Tidak ada prajurit TNI yang disandera dan tidak ada senjata prajurit yang disita oleh KST,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
